Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Bocor Rp8,52 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 Januari 2025 | 13:32 WIB
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Bocor Rp8,52 Triliun
Menu Makan Bergizi Gratis di SDN Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan pada Senin (13/1/2025). [Suara.com/Reynaldi]

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan gizi anak Indonesia ternyata masih menyimpan sejumlah tantangan.

Hasil studi terbaru yang dilakukan oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kekhawatiran besar terhadap pelaksanaan program ini.

Menurut Peneliti CELIOS, Galau D. Muhammad, hasil studi mengungkapkan bahwa mayoritas responden (46 persen) khawatir akan terjadinya penyaluran program yang tidak efisien. Hal ini berarti, bantuan makanan bergizi tidak sampai kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, 37 persen responden juga khawatir akan adanya praktik korupsi dalam pelaksanaan program MBG.

"Kekhawatiran masyarakat ini bukan tanpa alasan. Program yang melibatkan anggaran besar seperti MBG memang rentan terhadap penyelewengan," ujar Galau dalam Diseminasi “Hasil Studi Perspekstif Masyarakat terhadap Program MBG” dikutip Selasa (28/1/2025).

Selain masalah penyaluran dan korupsi, responden juga menyoroti kualitas makanan yang disalurkan (14 persen) dan biaya implementasi program (3 persen).

CELIOS juga melakukan pemetaan terhadap potensi korupsi program MBG, diantaranya potensi dari pengadaan dan distribusi makanan. Termasuk pemalsuan data penerima manfaat, pengelolaan dana dan anggaran serta penyimpangan dalam proses pengawasan dan evaluasi.

Galau juga mengatakan, penyaluran MBG yang terkesan tersentralistik seperti sekarang ini yang berpotensi menimbulkan kebocoran dan korupsi. Dari hasil perhitungan CELIOS, potensi kerugian negara bisa mencapai Rp8,52 triliun dengan persentase risiko korupsi 12 persen.

“Hal ini salah satunya disebabkan karena fokus distribusi MBG melalui vendor besar dan dapur umum. Sehingga efisiensi dan pengawasannya juga rendah,” ujarnya.

baca juga

CELIOS pernah mengusulkan agar penyaluran MBG dilakukan desentralistik, dimana fokus distribusi dilakukan oleh UMKM lokal atau sekolah. Cara ini, persentase risiko korupsinya 2,5 persen dengan potensi kerugian akibat kebocoran dan korupsi sekitar Rp1,7 triliun.

Desentralistik program MBG, menurut CELIOS, efisiensi pengawasannya juga lebih tinggi. Hasil studi CELIOS juga menunjukkan masyarakat lebih memprioritaskan penyediaan makanan olahan sehat dan daging dibandingkan pemberian susu.

“Sebanyak 43 persen responden menilai makanan olahan sehat merupakan komoditas yang paling diperlukan dalam konteks kebutuhan gizi anak-anak. Ini menunjukkan ada kesadaran tinggi bukan hanya soal makanan bergizi, tapi juga terjamin kesehatannya,” ujar Galau menutup keterangannya.

Studi CELIOS mengenai “Perspektif Masyarakat terhadap Program MBG” melibatkan sebanyak 1.858 responden. Responden berasal dari berbagai daerah di pedesaan, pinggiran kota dan perkotaan, sehingga bisa mewakili seluruh lapisan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memahami Apa Itu Reimburse, Sistem Pembayaran MBG yang Jadi Pro Kontra

Memahami Apa Itu Reimburse, Sistem Pembayaran MBG yang Jadi Pro Kontra

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2025 | 13:09 WIB

Belalang Jadi Menu Makan Bergizi Gratis? Jhon Sitorus Tantang Prabowo-Gibran Cicipi Lebih Dulu

Belalang Jadi Menu Makan Bergizi Gratis? Jhon Sitorus Tantang Prabowo-Gibran Cicipi Lebih Dulu

Tekno | Selasa, 28 Januari 2025 | 12:21 WIB

Punya Paspor Guinea-Bissau, Kewarganegaraan Indonesia Paulus Tannos Ternyata Belum Dicabut

Punya Paspor Guinea-Bissau, Kewarganegaraan Indonesia Paulus Tannos Ternyata Belum Dicabut

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 10:55 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×