Makan Bergizi Gratis Bermanfaat Agar Anak Tidak Mau Bolos Sekolah

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 30 Januari 2025 | 10:46 WIB
Makan Bergizi Gratis Bermanfaat Agar Anak Tidak Mau Bolos Sekolah
Para siswa menyantap Makanan Bergizi gratis di SDN 15 Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama mengatakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diketahui dalam jangka panjang.

“Manfaat dari Makan Bergizi Gratis (MBG) ini akan diketahui dari jangka panjangnya,” ujar Annisa dikutip Antara, Kamis (30/1/2025).

Untuk dampak program MBG dalam jangka pendek, salah satunya ialah mendorong tingkat absensi siswa, sehingga diharapkan mereka memperoleh pembelajaran lebih banyak dan semakin bermanfaat ke depannya.

Terkait efek dalam perbaikan gizi dari asupan nutrisi, terutama untuk mengatasi stunting bagi ibu hamil yang akan melahirkan anak, maka dampak tersebut hanya bisa dilihat secara jangka panjang setelah adanya perubahan kebiasaan pola makan melalui program MBG.

“Ini hanya bisa dilihat bukan dari jangka pendek, apalagi untuk melihat manfaatnya terhadap stunting untuk ibu hamil ketika anaknya lahir. Ini jangka panjang berarti output yang dihasilkannya,” kata dia pula.

Tahapan program MBG 2025 dimulai pada periode Januari-April dengan penerima manfaat 3 juta orang dan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) 937 unit pelaksana, April-Agustus sebanyak penerima manfaat 6 juta orang dengan SPPG 2 ribu unit pelaksana, dan Agustus-Desember dengan total penerima manfaat 15-17,5 juta orang dan 5 ribu SPPG.

Dia juga menerangkan bahwa kebutuhan anggaran untuk program MBG cukup besar dengan kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ketat.

Apalagi, APBN 2025 membutuhkan pembiayaan yang sangat besar, karena utang jatuh tempo dan bunga yang melonjak tinggi hingga mencapai Rp1.353,2 triliun. Hal ini dinilai menjadi tantangan yang sangat berat, karena penerimaan perpajakan negara masih sangat terbatas dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terus mengalami perlambatan.

Setelah mengalami berbagai perubahan biaya paket makan per orang, katanya lagi, kebutuhan anggaran program MBG pada APBN 2025 disepakati sebesar Rp71 triliun yang berpotensi akan bertambah.

baca juga

Jika dihitung sesuai target jumlah penerima manfaat sebesar 82,9 juta jiwa, maka kebutuhan dana program MBG sebesar Rp215,54 triliun. Angka ini belum termasuk biaya operasional dan lainnya.

“Angka ini sekitar Rp215 triliun ini tentu sangat besar untuk APBN, karena di APBN 2025 itu angkanya lebih besar dari belanja modal yang hanya Rp190 triliun. Kemudian juga lebih besar dari belanja bantuan sosial yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat,” kata Annisa.

Dengan kebutuhan anggaran sebesar itu, kata dia lagi, tambahan pendanaan untuk program ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan porsi belanja lainnya yang cukup besar di APBN 2025, yakni 21,46 persen.

Pemerintah disebut telah merencanakan belanja lainnya, antara lain digunakan untuk bantuan kemasyarakatan Presiden dan Wakil Presiden, belanja operasional lembaga yang belum mempunyai bagian anggaran sendiri, antisipasi risiko fiskal, dukungan ketahanan pangan, hingga pembayaran kewajiban pemerintah.

“Jadi sebenarnya anggaran dari MBG dan tambahan anggaran yang diajukan oleh kementerian mungkin bisa dari sini, tapi mungkin hanya sedikit yang bisa diberikan untuk program-program itu,” ujarnya.

Beberapa saran lain untuk penganggaran pembiayaan program MBG adalah menggandeng kolaborasi pihak swasta dan lembaga filantropi agar beban APBN tak begitu berat, melakukan kolaborasi dengan kegiatan eksisting dengan output yang searah untuk menurunkan stunting serta meningkatkan kesehatan dan pendidikan.

“Perlu ada kolaborasi antarkementerian dan lembaga karena masing-masing kementerian, seperti misalnya Kementerian Kesehatan, itu kan ada program untuk pemberian nutrisi pada balita, untuk ibu hamil, hal-hal seperti itu sebenarnya bisa dikolaborasikan. Atau misalnya bantuan-bantuan sosial lain yang diperuntukkan hal yang sama, misalnya bantuan pangan untuk pendidikan, supaya anaknya bisa makan, ada PKH (Program Keluarga Harapan) dan segala macam. Jadi, perlu ada dirunut lagi program-programnya dan apa yang bisa dielaborasikan untuk menambah pembiayaan dari MBG ini,” kata Annisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS 'Tiru' Argentina, Diprediksi Hemat Anggaran Triliunan Usai Potong Dana ASN

AS 'Tiru' Argentina, Diprediksi Hemat Anggaran Triliunan Usai Potong Dana ASN

Bisnis | Rabu, 29 Januari 2025 | 18:12 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis Makin Bikin Geleng-geleng, Netizen: Paket Hemat Sekali

Menu Makan Bergizi Gratis Makin Bikin Geleng-geleng, Netizen: Paket Hemat Sekali

Tekno | Rabu, 29 Januari 2025 | 18:27 WIB

Anggaran Pendidikan: Apakah Sudah Dialokasikan Secara Efektif?

Anggaran Pendidikan: Apakah Sudah Dialokasikan Secara Efektif?

Your Say | Rabu, 29 Januari 2025 | 18:10 WIB

Terkini

Kolaborasi Unik Stanley 1913 x ZO&FRIEND Resmi Hadir, Siap Jadi Item Wajib Penggemar G-DRAGON!

Kolaborasi Unik Stanley 1913 x ZO&FRIEND Resmi Hadir, Siap Jadi Item Wajib Penggemar G-DRAGON!

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:41 WIB

YouTube hingga Instagram Dinilai Berisiko Tinggi, Kemenkomdigi Batasi Akses Anak

YouTube hingga Instagram Dinilai Berisiko Tinggi, Kemenkomdigi Batasi Akses Anak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar

Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Bahlil: Pertamina Selalu Diremehkan!

Bahlil: Pertamina Selalu Diremehkan!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:28 WIB

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:25 WIB

3 Urutan Skincare Malam Skintific untuk Tampilan Glass Skin, Wajah Bening Bercahaya

3 Urutan Skincare Malam Skintific untuk Tampilan Glass Skin, Wajah Bening Bercahaya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Alasan Kain Mikrofiber Sebaiknya Tidak Digunakan Lagi Setelah Terjatuh

Alasan Kain Mikrofiber Sebaiknya Tidak Digunakan Lagi Setelah Terjatuh

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan

Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan

Surakarta | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:08 WIB

×