Nasib Emiten TGUK: Karyawan Tetap Tinggal 4 Orang, Gerai Banyak yang Bangkrut

Senin, 10 Februari 2025 | 17:49 WIB
Nasib Emiten TGUK: Karyawan Tetap Tinggal 4 Orang, Gerai Banyak yang Bangkrut
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), pemilik merek minuman Teguk, menjadi sorotan karena hanya memiliki 4 karyawan tetap dan banyak gerainya yang bangkrut. (instagram)

Suara.com - PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), pemilik merek minuman Teguk, menjadi sorotan karena hanya memiliki 4 karyawan tetap dan banyak gerainya yang bangkrut.

TGUK mengungkapkan bahwa karyawan tetap mereka hanya terdiri dari 4 orang, yaitu Supply Chain Manager, IT Manager, F&B Manager, dan Ass Manager Business Development. Selebihnya, karyawan TGUK berstatus kontrak.

Selain jumlah karyawan tetap yang sedikit, TGUK juga mengalami penurunan jumlah gerai. Pada saat penawaran perdana saham (IPO) tanggal 10 Juli 2023, TGUK memiliki 145 gerai. Namun, saat ini jumlah gerai mereka hanya tersisa 78.

"Disampaikan bahwa jumlah karyawan tetap perseroan adalah 4 orang, selebihnya adalah karyawan kontrak" ungkap Direktur Utama Teguk Indonesia Maulana Hakim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (10/2/2025).

sebagai informasi, jumlah tenaga outsourcing Teguk Indonesia per 31 Desember 2024 adalah 483 orang. Maulana menuturkan, TGUK tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah karyawan pada waktu mendatang.

"Untuk ke depannya, perseroan akan menambah jumlah karyawan sesuai dengan pertumbuhan perseroan," imbuh dia. Sebagai informasi, Teguk Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp 69 miliar per 30 September 2024.

Selin itu TGUK juga menjelaskan saat ini hanya memiliki 78 gerai, termasuk satu gerai di Amerika Serikat dan satu gerai di Australia.

TGUK juga melampirkan daftar 44 gerai yang tutup pada 10 Juli 2023-22 Desember 2024. Mereka pun membeberkan alasan penutupan tersebut.

"Kondisi market, di mana dinamika pasar menekan kelompok menengah ke bawah yang merupakan target market TGUK," kata Maulana.

Baca Juga: Saham BREN Lagi Murah, Sempat Sentuh Level Terendah

Alasan lain penutupan gerai adalah daya beli masyarakat yang menurun pada tiga kuartal pertama 2024. Selain itu, TGUK juga menyebut penjualan gerai tidak dapat menutupi biaya operasional perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI