Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Indonesia Pacu Investasi Energi Hijau, KADIN Bakal Gelar Green Energy Investment Summit

Iwan Supriyatna

Senin, 03 Maret 2025 | 12:32 WIB
Indonesia Pacu Investasi Energi Hijau, KADIN Bakal Gelar Green Energy Investment Summit
KADIN Indonesia bersiap menggelar serangkaian roadshow atau kegiatan lanjutan yang bertujuan memperkuat ekosistem investasi energi hijau di Indonesia.

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersiap menggelar serangkaian roadshow atau kegiatan lanjutan yang bertujuan memperkuat ekosistem investasi energi hijau di Indonesia.

Ketua Harian Kelompok Kerja Transisi Energi KADIN Anthony Utomo mengatakan, puncak dari rangkaian acara roadshow tersebut adalah pelaksanaan Green Energy Summit atau Green Energy Investment Day.

Acara ini akan menjadi ajang bagi para pemangku kepentingan untuk mengumumkan proyek-proyek energi hijau yang memiliki dampak nyata bagi perekonomian Indonesia.

“Gong-nya adalah Green Energy Investment Summit yang merupakan hajatan kemitraan. Kemudian ada peluncuran proyek-proyek yang benar-benar real dampaknya ke ekonomi Indonesia. Kira-kira rencana kerja yang bisa kita lakukan itu,” tutur Anthony ditulis Senin (3/3/2025).

Sebelumnya, hal yang sama disampaikan Wakil Ketua Umum bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kadin Aryo Djojohadikusumo dalam Indonesia Green Energy Investment Dialogue 2025 bersama Katadata Green yang digelar di Hotel St.Regis Jakarta pada 27 Februari 2025.

“Di acara nanti (Green Energy Investment Day), kami tidak lagi dialog tetapi sudah ada hasil dari kerja nyata, misalnya kesepakatan di bidang bisnis untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan,” tegas Aryo.

Anthony mengungkapkan, ada tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam roadshow menjelang Green Energy Investment Summit, yaitu upaya untuk meningkatkan permintaan energi hijau; kolaborasi teknologi dan rantai pasok; serta upaya untuk mengundang lebih banyak pengembang di sektor energi hijau untuk masuk ke Indonesia.

“Bicara energi hijau kalau tidak ada yang pakai untuk apa? Jadi harus ada demand-nya seperti data center dan pabrik penghasil green product yang nantinya bisa menyerap pembangkit-pembangkit baru yang akan dibangun,” ujar Anthony.

Kedua, ia melanjutkan, adanya teknologi dan rantai pasok yang nantinya bisa berinvestasi dan bermitra dengan pelaku-pelaku usaha di Indonesia.

baca juga

“Ketiga, mendorong lebih banyak pengembang untuk ke Indonesia supaya bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan sumber pembiayaan yang lebih terjangkau,” kata Anthony.

Dalam upaya mencari mitra teknologi terbaik, KADIN mengakui bahwa beberapa negara memiliki keunggulan spesifik dalam industri energi terbarukan. 

“Misalnya Denmark dan Jerman itu kuat di industri Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), kemudian kalau China itu mendominasi di industri Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” terang Anthony.

Meski China masih menjadi pemain dominan, KADIN berupaya mengembangkan kemitraan dengan lebih banyak negara agar tidak terlalu bergantung pada satu pihak. Diversifikasi ini juga penting untuk memastikan proses transfer teknologi berjalan optimal dan selaras dengan kepentingan strategis Indonesia di kancah global.

“Makanya kita juga coba agar punya mitra-mitra penyedia teknologi dari negara lain supaya ketergantungan kita dan transfer of technology ini bisa berjalan dengan baik tanpa harus meninggalkan kepentingan hubungan di tataran global,” lanjut Anthony.

Sebelumnya, rangkaian agenda strategis transisi energi KADIN ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Pertahanan (UNHAN). 

Kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan aspek ketahanan energi nasional serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi hijau.

Dengan dukungan akademisi dan penelitian strategis dari UNHAN, KADIN berharap dapat memperkuat landasan kebijakan dan implementasi transisi energi yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan UNHAN dan mitra teknologi global, KADIN optimis bahwa Indonesia dapat mencapai ekosistem energi hijau yang lebih kuat dan berkelanjutan. Agenda tahun 2025 ini menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan masa depan energi yang lebih bersih dan inklusif bagi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Investasi Saham Pandu Sjahrir Petinggi Danantara: GoTo, Shopee, Hingga Tambang Nikel

Jejak Investasi Saham Pandu Sjahrir Petinggi Danantara: GoTo, Shopee, Hingga Tambang Nikel

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 19:04 WIB

Dituding Berebut Kekuasaan dengan Rosan Roeslani di Danantara, Erick Thohir Buka Suara

Dituding Berebut Kekuasaan dengan Rosan Roeslani di Danantara, Erick Thohir Buka Suara

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 17:22 WIB

Cuan Mengalir Tanpa Kerja Keras, Ini 5 Ide Bisnis Pasif di Indonesia

Cuan Mengalir Tanpa Kerja Keras, Ini 5 Ide Bisnis Pasif di Indonesia

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 15:48 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×