Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Indonesia Pacu Investasi Energi Hijau, KADIN Bakal Gelar Green Energy Investment Summit

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 03 Maret 2025 | 12:32 WIB
Indonesia Pacu Investasi Energi Hijau, KADIN Bakal Gelar Green Energy Investment Summit
KADIN Indonesia bersiap menggelar serangkaian roadshow atau kegiatan lanjutan yang bertujuan memperkuat ekosistem investasi energi hijau di Indonesia.

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersiap menggelar serangkaian roadshow atau kegiatan lanjutan yang bertujuan memperkuat ekosistem investasi energi hijau di Indonesia.

Ketua Harian Kelompok Kerja Transisi Energi KADIN Anthony Utomo mengatakan, puncak dari rangkaian acara roadshow tersebut adalah pelaksanaan Green Energy Summit atau Green Energy Investment Day.

Acara ini akan menjadi ajang bagi para pemangku kepentingan untuk mengumumkan proyek-proyek energi hijau yang memiliki dampak nyata bagi perekonomian Indonesia.

“Gong-nya adalah Green Energy Investment Summit yang merupakan hajatan kemitraan. Kemudian ada peluncuran proyek-proyek yang benar-benar real dampaknya ke ekonomi Indonesia. Kira-kira rencana kerja yang bisa kita lakukan itu,” tutur Anthony ditulis Senin (3/3/2025).

Sebelumnya, hal yang sama disampaikan Wakil Ketua Umum bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kadin Aryo Djojohadikusumo dalam Indonesia Green Energy Investment Dialogue 2025 bersama Katadata Green yang digelar di Hotel St.Regis Jakarta pada 27 Februari 2025.

“Di acara nanti (Green Energy Investment Day), kami tidak lagi dialog tetapi sudah ada hasil dari kerja nyata, misalnya kesepakatan di bidang bisnis untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan,” tegas Aryo.

Anthony mengungkapkan, ada tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam roadshow menjelang Green Energy Investment Summit, yaitu upaya untuk meningkatkan permintaan energi hijau; kolaborasi teknologi dan rantai pasok; serta upaya untuk mengundang lebih banyak pengembang di sektor energi hijau untuk masuk ke Indonesia.

“Bicara energi hijau kalau tidak ada yang pakai untuk apa? Jadi harus ada demand-nya seperti data center dan pabrik penghasil green product yang nantinya bisa menyerap pembangkit-pembangkit baru yang akan dibangun,” ujar Anthony.

Kedua, ia melanjutkan, adanya teknologi dan rantai pasok yang nantinya bisa berinvestasi dan bermitra dengan pelaku-pelaku usaha di Indonesia.

“Ketiga, mendorong lebih banyak pengembang untuk ke Indonesia supaya bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan sumber pembiayaan yang lebih terjangkau,” kata Anthony.

Dalam upaya mencari mitra teknologi terbaik, KADIN mengakui bahwa beberapa negara memiliki keunggulan spesifik dalam industri energi terbarukan. 

“Misalnya Denmark dan Jerman itu kuat di industri Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), kemudian kalau China itu mendominasi di industri Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” terang Anthony.

Meski China masih menjadi pemain dominan, KADIN berupaya mengembangkan kemitraan dengan lebih banyak negara agar tidak terlalu bergantung pada satu pihak. Diversifikasi ini juga penting untuk memastikan proses transfer teknologi berjalan optimal dan selaras dengan kepentingan strategis Indonesia di kancah global.

“Makanya kita juga coba agar punya mitra-mitra penyedia teknologi dari negara lain supaya ketergantungan kita dan transfer of technology ini bisa berjalan dengan baik tanpa harus meninggalkan kepentingan hubungan di tataran global,” lanjut Anthony.

Sebelumnya, rangkaian agenda strategis transisi energi KADIN ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Pertahanan (UNHAN). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Investasi Saham Pandu Sjahrir Petinggi Danantara: GoTo, Shopee, Hingga Tambang Nikel

Jejak Investasi Saham Pandu Sjahrir Petinggi Danantara: GoTo, Shopee, Hingga Tambang Nikel

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 19:04 WIB

Dituding Berebut Kekuasaan dengan Rosan Roeslani di Danantara, Erick Thohir Buka Suara

Dituding Berebut Kekuasaan dengan Rosan Roeslani di Danantara, Erick Thohir Buka Suara

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 17:22 WIB

Cuan Mengalir Tanpa Kerja Keras, Ini 5 Ide Bisnis Pasif di Indonesia

Cuan Mengalir Tanpa Kerja Keras, Ini 5 Ide Bisnis Pasif di Indonesia

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 15:48 WIB

Terkini

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:56 WIB