Pabrik Nikel PT GNI Asal China yang Diresmikan Jokowi Terancam Tutup Total

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 20 Maret 2025 | 11:15 WIB
Pabrik Nikel PT GNI Asal China yang Diresmikan Jokowi Terancam Tutup Total
Lokasi PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang berada di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Dok. PT GNI)

Suara.com - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), salah satu perusahaan pemurnian nikel terbesar di Asia Tenggara, dikabarkan tengah menghadapi krisis yang cukup serius.

Pabrik nikel yang diresmikan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ini dilaporkan telah memangkas produksi secara signifikan dan bahkan terancam menutup total pabrik fasilitas pemurnian nikelnya.

Kabar ini mencuat akibat dari kebangkrutan perusahaan induknya, Jiangsu Delong Nickel Industry Co. Ltd, pada pertengahan tahun 2024, serta dampak dari anjloknya harga nikel global.

Menurut laporan dari Bloomberg yang dikutip pada Kamis (20/3/2025), PT GNI yang memiliki kapasitas produksi 1,8 juta ton nikel pig iron per tahun, telah menutup sebagian besar lini produksinya sejak awal tahun.

Dari lebih dari 20 lini produksi yang dimiliki, hanya beberapa saja yang masih beroperasi. Selain itu, perusahaan juga dilaporkan telah menunda pembayaran kepada pemasok nikel lokal, yang mengakibatkan terhambatnya pasokan bijih nikel untuk operasional pabrik.

“Hal itu memperburuk keadaan Gunbuster, yang sudah menderita akibat kebangkrutan perusahaan induknya, Delong,” lanjut laporan Bloomberg.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza sendiri mengatakan bahwa persoalan yang dihadapi PT GNI berkaitan dengan masalah di negara asalnya, China.

"Itu ada problem di negara asalnya," ujar Faisol di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Lebih lanjut, Faisol menjelaskan bahwa akan ada proses takeover atau pengambilalihan perusahaan. Namun, ia tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai siapa yang akan mengambil alih PT GNI. Ia meminta semua pihak untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dari perusahaan tersebut sambil menahan diri dari isu-isu yang tak relevan.

baca juga

"Pasti akan ada takeover. Tunggu saja," katanya.

Pernyataan Wamenperin ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai nasib ribuan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada PT GNI. Selain itu, kelangsungan industri nikel di Indonesia juga menjadi sorotan, mengingat PT GNI merupakan salah satu pemain kunci dalam sektor ini.

Sebelumnya, Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mengajukan usulan penting kepada pemerintah terkait kondisi industri nikel nasional. Mereka meminta agar pemerintah menunda pemberlakuan kenaikan royalti nikel.

Usulan ini dilatarbelakangi oleh kondisi pasar nikel global yang sedang mengalami tekanan berat.

Diketahui saat ini harga jua nikel di pasar internasional anjlok ke titik terendah sejak 2020.

Sebagai mitra pemerintah, FINI pun berkomitmen untuk menyukseskan hilirisasi nikel dan turunannya. FINI memaparkan sejumlah tantangan berat seperti harga yang sedang jatuh plus tantangan berat akibat perang dagang Cina-Amerika.

Oleh karenanya FINI memandang penundaan pemberlakuan kenaikan royalti akan menjadi insentif berharga untuk mendukung tetap eksisnya industri nikel dalam negeri di tengah tantangan global.

"Untuk menjaga iklim investasi dan daya saing produk hilirisasi nikel Indonesia di tengah situasi dunia yang tidak menentu, kami mengusulkan agar kenaikan royalti tidak dilakukan pada saat ini," ujar Ketua Umum FINI, Alexander Barus lewat keterangan resminya, Jumat (14/3/2025).

FINI memandang dukungan pemerintah dengan menunda pemberlakuan kenaikan royalti akan menimbulkan multiplier effect yang positif. Selain mempertahankan iklim investasi dan daya saing produk hilirisasi, sehatnya industri nikel juga akan memberi sumbangsih berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang maksimal.

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan PNBP sub sektor mineral dan batu bara dengan mempertimbangkan tantangan saat ini maka solusinya yaitu dengan memberlakukan tarif royalti saat ini termasuk royalti batu bara IUPK dan PKP2B," ujar Alexander.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Lancar Ngobrol Bahasa Inggris dengan Bule, Publik Sentil Mantan Presiden

Anies Lancar Ngobrol Bahasa Inggris dengan Bule, Publik Sentil Mantan Presiden

Tekno | Rabu, 19 Maret 2025 | 09:58 WIB

Drama Jokowi Vs PDIP Berlanjut: Sudahi! Puan Maharani Turun Tangan Jadi Penengah

Drama Jokowi Vs PDIP Berlanjut: Sudahi! Puan Maharani Turun Tangan Jadi Penengah

Video | Rabu, 19 Maret 2025 | 12:39 WIB

Psikolog Politik Bongkar Strategi Framing di Balik Pernyataan Projo Soal Jokowi dan PDIP

Psikolog Politik Bongkar Strategi Framing di Balik Pernyataan Projo Soal Jokowi dan PDIP

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 14:34 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×