Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Pengusaha Kapal Keluhkan Pengalihan Truk dari Merak ke Ciwandan Tak Sesuai SKB

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 26 Maret 2025 | 20:58 WIB
Pengusaha Kapal Keluhkan Pengalihan Truk dari Merak ke Ciwandan Tak Sesuai SKB
Antrean kendaraan arus mudik Lebaran 2024 di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Minggu (7/4/2024). [Yandi Sofyan/Suara.com].

Suara.com - Pelaku usaha kapal penyeberangan mengeluhkan kondisi angkutan lebaran di Pelabuhan Utama Merak, Banten saat ini. Hal ini setelah pemindahan truk dari Merak ke Pelabuhan Ciwandan dilakukan dengan jadwal yang tidak sesuai dengan. Surat Keputusan Bersama (SKB).

Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menyatakan para pengusaha kapal penyeberangan sedang prihatin dengan kondisi dan situasi Pelabuhan Utama Penyeberangan Merak, Banten saat ini. Sebab, pada musim angkutan Lebaran 1446 Hijriah yang ditunggu-tunggu bakal ramai, justru memprihatinkan.

"Justru saat angleb (angkutan lebaran) yang ditunggu, kondisi lapangan pada siang hari masih kosong dan hanya memuat rata rata 30 persen kendaraan kecil," ujar Khoiri di Jakarta yang dikutip, Rabu (26/3/2025).

Kondisi itu, bilang dia, kontras dengan kondisi pada pelabuhan BBJ dan pelabuhan Ciwandan yang penuh antri panjang 24 jam. "Kami sudah melayangkan Surat ke Menhub Dudy Purwaghandi dan WA ke semua pejabat pembuat kebijakan kemarin, namun belum ada respon positif agar pengaturan pembagian arus kendaraan dibuat lebih fleksible," jelas Khoiri.

Dia menyebut, surat yang disampaikan tersebut berupa laporan dan masukan terkait pengaturan arus kendaraan di Pelabuhan Ciwandan dan Merak, khususnya dalam pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pengalihan kendaraan truk ke Pelabuhan Ciwandan.

Adapun hal-hal yang disampaikan Gapasdap adalah sebagai berikut. Pertama, perpindahan truk ke Pelabuhan Ciwandan sebelum waktunya dimana pada tanggal 24 Maret 2025, truk-truk sudah mulai digeser ke Pelabuhan Ciwandan. Padahal menurut SKB, pelaksanaan pengalihan baru dimulai pada tanggal 26 Maret 2025.

Jika pelaksanaan SKB ini bersifat fleksibel, tentu Gapasdap memaklumi. Namun, akibat perpindahan tersebut, kemarin sempat terjadi antrean sepanjang 1,2 km yang keluar hingga ke area luar Pelabuhan Ciwandan.

Upaya penggeseran kembali truk ke Pelabuhan Merak baru dilakukan sore hingga malam hari, yang sayangnya terlambat, karena pada malam hari kendaraan dari arah lain mulai berdatangan. Akibatnya, hanya sekitar 100 unit truk yang berhasil digeser.

Kedua, kondisi pagi hingga siang pada tanggal 25 Maret 2025 di Pelabuhan Merak dalam kondisi kosong, sedangkan antrean di Pelabuhan Ciwandan masih mengular. Mengingat saat itu masih siang hari, di mana arus kendaraan menuju Merak cenderung lebih rendah, kami mengusulkan agar area parkir Ciwandan dikosongkan terlebih dahulu dengan membagi muatan ke Pelabuhan Merak.

Ketiga, Fleksibilitas pengaturan arus kendaraan dimana jika nantinya pada malam hari atau di hari-hari berikutnya Pelabuhan Merak tidak mampu menampung kendaraan Kelas Kecil (KK), maka sebagiannya dapat dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan - setelah Ciwandan dalam kondisi kosong. Dengan demikian, arus kendaraan dapat diatur lebih fleksibel, truk tidak hanya terpusat di Ciwandan, dan sebaliknya kendaraan KK tidak hanya terpusat di Merak, sehingga diharapkan antrean kendaraan bisa diminimalisasi.

Keempat, Kebijakan Pengalihan Truk dan Kapasitas Pelabuhan dimana kebijakan Menteri Perhubungan yang melarang truk dari arah Jakarta untuk langsung melewati tol menuju Pelabuhan Merak, dan mengharuskan truk dialihkan ke Pelabuhan BBJ di Bojanegara serta Pelabuhan Ciwandan, perlu dipertimbangkan kembali.

Hal ini karena Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan utama yang memiliki 7 pasang dermaga MB full kompatibel, yang mampu melayani segala jenis kendaraan dengan lebih efisien. Berbeda dengan Pelabuhan BBJ dan Ciwandan yang memang tidak dirancang untuk melayani kapal Roro dengan kemampuan bongkar muat yang sangat cepat.

"Kapal Roro di Merak dilengkapi dengan rampdoor di haluan dan buritan kapal, memungkinkan kendaraan keluar masuk secara cepat dan efektif. Sementara itu, kapasitas BBJ dan Ciwandan terbatas, sehingga berpotensi menimbulkan antrean panjang," beber Khoiri dalam suratnya itu.

Khoiri berharap agar Menhub Dudy Purwaghandi berkenan mempertimbangkan dan mengambil keputusan terbaik demi kelancaran arus transportasi di Pelabuhan Ciwandan dan Merak. "Kami berharap Pak Menhub memperhatikan masukan kami itu," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Regulasi Angkutan Barang Lebaran 2025: Lokasi, Kriteria Kendaraan dan Periode Berlaku

Regulasi Angkutan Barang Lebaran 2025: Lokasi, Kriteria Kendaraan dan Periode Berlaku

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2025 | 15:17 WIB

Truk Gandeng Dibatasi saat Mudik Lebaran 2025, Ini Ketentuan Operasional Angkutan Barang

Truk Gandeng Dibatasi saat Mudik Lebaran 2025, Ini Ketentuan Operasional Angkutan Barang

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 10:46 WIB

Menhub 'Senyum' Gegara WFA Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Merak

Menhub 'Senyum' Gegara WFA Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Merak

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 09:33 WIB

Terkini

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB