Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Kisah Heroik Sugianto, WNI yang Jadi 'Pahlawan' dalam Tragedi Kebakaran Korea Selatan

M Nurhadi

Selasa, 01 April 2025 | 18:07 WIB
Kisah Heroik Sugianto, WNI yang Jadi 'Pahlawan' dalam Tragedi Kebakaran Korea Selatan
Sugianto (31), WNI yang selamatkan nenek - nenek dari ancaman kebakaran di Korea Selatan (Dok. Twitter/Naver)

Suara.com - Kisah haru dan membanggakan kembali ditorehkan pekerja Indonesia di luar negeri. Kali ini viral di Twitter atau X seorang WNI menjadi pahlawan di Korea Selatan lantaran menyelamatkan warga lansia lokal dari kebakaran.

Warga Indonesia yang menyelamatkan lansia di Korea saat kebakaran hutan terjadi adalah Sugianto (31 tahun). Sehari – hari dia bekerja sebagai nelayan di daerah Yeongdeok-gu.

Pada pukul sebelas malam, Sugianto bersama kepala desa berlari dari rumah ke rumah untuk menginformasikan kepada warga bahwa api akan datang ke desa tersebut. Sugianto berteriak membangunkan warga "Nenek Ada Api Di Gunung, Kita Harus Mengungsi," katanya kepada para lansia dengan bahasa setempat.

Sugianto bersama kepala desa menggendong para warga yang lansia dengan punggung mereka sejuah 300 meter ke pembatas laut. Total, dia menggendong tujuh lansia ke tempat yang lebih aman. Para lansia tersebut memang telah kesulitan berjalan, sehingga diperlukan bantuan untuk mengevaluasi. Terlebih, kondisi desa dengan medan penuh tanjakan sehingga para lansia kerepotan untuk menyelamatkan diri.

Beruntungnya berkat Sugianto, ketika api sampai ke desa para warga telah sampai ke bibir pantai, tempat yang jauh lebih aman. Termasuk para lansia. Mereka menelpon Coast Guard yang datang membawa kapal untuk menyelamatkan para lansia. Karena kapalnya kurang, Coast Guard menghubungi kapten kapal di daerah terdekat untuk datang membawa kapal penangkap ikan dan semua jenis kapal yang bisa berangkat untuk menyelamatkan warga desa.

Sayangnya, kapal tidak bisa merapat ke bibir pantai terdekat dari desa. Kapal – kapal yang disiapkan untuk evakuasi hanya bisa bersandar di pelabuhan terdekat. Akhirnya seorang kapten kapal meminjam mobil pikap di pelabuhan dan menyetirnya sendiri untuk menjemput para warga satu per satu.

Warga desa, terutama para lansia, diangkut menggunakan truk, naik ke kapal kecil sebelum naik ke kapal ikan yang lebih besar hingga semuanya berhasil diselamatkan ke pelabuhan Chuksan.

Seorang warga berusia 90 tahun lebih mengatakan kalau bukan karena Sugianto, kita semua sudah mati. Sang nenek sedang dalam keadaan tertidur di depan televisi ketika peringatan kebakaran itu diteriakkan, salah satunya oleh Sugianto. “Saya mendengar teriakan bahwa ada api, saya melihat ke luar dan ada Sugianto. Saya bisa menyelamatkan diri karena digendong oleh Sugianto," kata sang nenek.

Sugianto mengatakan dirinya tidak ingat bagaimana awal mula berlari bersama kepala desa ke rumah – rumah warga. Dirinya kemudian menggendong para nenek yang terbangun setelah dirinya berteriak “ppali ppali” atau berarti bergegas. Kemudian dirinya menggendong para nenek hingga turun ke tempat yang aman. “Saya sempat ketakutan ketika melihat api di luar salah satu warung, tapi saya memberanikan diri," ujar dia.

Sugianto sudah bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan sejak delapan tahun lalu menggunakan visa kerja. Sugianto sudah lancar berkomunikasi dengan warga lokal menggunakan bahasa Korea. Bahkan dirinya menilai desa tempat tinggalnya ditempati oleh orang – orang yang ramah layaknya rumah sendiri. "Korea bagus, warga desa di sini sudah seperti keluarga bagi saya," katanya.

Bukan cuma fasih berbahasa Korea, Sugianto juga menguasai dialek Gyeongsang, distrik di mana dia tinggal. Sugianto bercerita di sana nenek – nenek tidak bisa berjalan cepat, jadi dia memutuskan untuk menggendong mereka satu-persatu dari rumah ke tempat yang lebih aman.

Meski lama tinggal di Korea Selatan, dia tak membawa serta keluarganya. Sugianto memiliki seorang anak berusia lima tahun yang tinggal bersama istrinya di Indonesia. "Saya pulang kampung setiap 3 tahun, saya barusan mendapat telpon dari istri di kampung halaman dan bilang dia bangga sama saya. Saya jadi ikut ngerasa bangga bahwa tidak ada yang terluka karena kebakaran hutan," kata dia.

Desa tersebut memiliki 60 warga. Dengan bantuan Sugianto, semua masyarakat berhasil dievakuasi menuju pesisir pantai. Warga desa sekali lagi berterimakasih kepada Sugianto "Kalau bukan karena Sugianto dan kepala desa, kita akan mengalami masalah besar. Kita berharap kita bisa terus bekerja dan tinggal bersama anak muda yang sangat hebat dan penuh amanah,"demikian para warga mengucapkan terima kasih.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Satu Grup Arisan dengan Lisa Mariana, Netizen Ini Ungkap Fakta Mengejutkan Begini

Ngaku Satu Grup Arisan dengan Lisa Mariana, Netizen Ini Ungkap Fakta Mengejutkan Begini

Tekno | Selasa, 01 April 2025 | 17:33 WIB

Viral Video Nenek dan Cucunya Selamat dari Maut usai 15 Jam Terjebak di Reruntuhan Gempa Myanmar

Viral Video Nenek dan Cucunya Selamat dari Maut usai 15 Jam Terjebak di Reruntuhan Gempa Myanmar

News | Selasa, 01 April 2025 | 15:36 WIB

Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors

Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors

News | Selasa, 01 April 2025 | 15:13 WIB

Raffi Ahmad Ngaku Mudik Pakai Bus Biar Dicontoh Masyarakat, Aksi Patwal Kembali Jadi Cibiran

Raffi Ahmad Ngaku Mudik Pakai Bus Biar Dicontoh Masyarakat, Aksi Patwal Kembali Jadi Cibiran

Tekno | Senin, 31 Maret 2025 | 11:05 WIB

Bandara Soetta Bantah Isu Kebakaran, Deputi Komunikasi Sebut Ada Pabrik Plastik yang Terbakar

Bandara Soetta Bantah Isu Kebakaran, Deputi Komunikasi Sebut Ada Pabrik Plastik yang Terbakar

News | Minggu, 30 Maret 2025 | 22:20 WIB

Ritual Leluhur Berujung Tragis: Pria Ini Diduga Picu Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah Korsel

Ritual Leluhur Berujung Tragis: Pria Ini Diduga Picu Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah Korsel

News | Minggu, 30 Maret 2025 | 17:25 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB