Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Orang RI Mulai Cemas, Kudu Mikir 1.000 Kali Untuk Belanja! Sri Mulyani Justru Diam Seribu Bahasa

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 16 April 2025 | 11:23 WIB
Orang RI Mulai Cemas, Kudu Mikir 1.000 Kali Untuk Belanja! Sri Mulyani Justru Diam Seribu Bahasa
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diam seribu bahasa menanggapi hasil survei Indeks Keyakinan Konsumen yang menunjukkan tren penurunan sejak awal 2025. Selama Januari - Maret, IKK tercatat terus mengalami penurunan.

Namun, Menkeu enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyampaikan bahwa pemerintah akan meningkatkan keyakinan konsumen akan ekonomi Indonesia.

"Kita akan tingkatkan (keyakinan konsumen),” ujar Sri Mulyani di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, dikutip Rabu (16/4/2025).

Sementara saat ditanya terkait langkah pemerintah untuk memperkuat keyakinan konsumen, Sri Mulyani memilih diam seribu bahasa.

Kabut ketidakpastian mulai menyelimuti benak rakyat Indonesia. Rangkaian data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menukik tajam sejak awal tahun 2025, bagai alarm dini yang membangkitkan kegelisahan mendalam akan turbulensi ekonomi yang mungkin menghadang.

Di tengah atmosfer kecemasan yang kian pekat, Menteri Keuangan Sri Mulyani justru memlih diam seribu bahasa.

Respons Sri Mulyani terhadap tren penurunan IKK ini terkesan minimalis dan kurang menggigit. Usai menghadiri sebuah acara di Gedung Kemendiktisaintek pada Selasa (15/4), sang Menkeu hanya melontarkan janji normatif untuk meningkatkan kembali keyakinan konsumen.

"Kita akan tingkatkan (keyakinan konsumen),” ujarnya singkat, tanpa memberikan rincian strategi atau langkah konkret yang akan diambil pemerintah untuk meredam ombak pesimisme yang tengah menyebar di kalangan masyarakat.

Respons sepotong-sepotong dan terkesan menggantung dari Sri Mulyani ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa di saat indikator kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan selama tiga bulan berturut-turut (Januari-Maret), sang penjaga fiskal negara justru memilih bermain aman dengan kalimat-kalimat datar?

Ketidakjelasan ini justru berpotensi memperdalam kerisauan masyarakat. Penurunan IKK sendiri bukanlah sekadar angka statistik belaka. Ia adalah cerminan psikologis kolektif yang menggambarkan persepsi dan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan proyeksinya ke depan.

Penurunan yang berkelanjutan mengindikasikan adanya keraguan terhadap stabilitas pendapatan, peluang kerja, dan daya beli, yang pada akhirnya dapat mengerem laju konsumsi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Sebelumnya, kabar suram datang dari data survei Bank Indonesia (BI). Pasalnya, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) edisi Maret 2025 menunjukkan penurunan yang cukup mencolok, menyentuh angka 121,1. Angka ini terpangkas 5,3 poin dari catatan manis bulan sebelumnya yang bertengger di level 126,4.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa kerutan di dahi konsumen pada Maret ini bersumber dari melemahnya pandangan terhadap kondisi ekonomi saat ini dan proyeksi masa depan.

Bak anak panah yang melesat turun, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut merasakan gravitasi penurunan. IKE tercatat sebesar 121,7, terjun bebas dari angka sebelumnya yang mencapai 138,7. Sementara itu, IEK berada di level 110,6, tergerus dari posisi 114,2 pada Februari lalu.

Kendati demikian, di tengah redupnya keyakinan, secercah harapan masih terpancar. Denny menegaskan bahwa bara optimisme konsumen pada Maret 2025 sejatinya masih terjaga. Hal ini lantaran IKE dan IEK masih angkuh bertengger di atas garis psikologis 100, menandakan bahwa mayoritas responden masih memiliki pandangan positif terhadap kondisi ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Pak Prabowo! Orang RI Kini Cemas, Mau Belanja Kudu Mikir 1.000 Kali

Dear Pak Prabowo! Orang RI Kini Cemas, Mau Belanja Kudu Mikir 1.000 Kali

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 10:47 WIB

Detik-detik Pemerintah Umumkan Tukin Dosen dan ASN Akan Cair Juli 2025

Detik-detik Pemerintah Umumkan Tukin Dosen dan ASN Akan Cair Juli 2025

Foto | Selasa, 15 April 2025 | 19:33 WIB

Modal Impor Mahal, Harga Jual Naik: Apakah Daya Beli Konsumen Stabil?

Modal Impor Mahal, Harga Jual Naik: Apakah Daya Beli Konsumen Stabil?

Your Say | Selasa, 15 April 2025 | 16:36 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB