Dear Pak Prabowo! Orang RI Kini Cemas, Mau Belanja Kudu Mikir 1.000 Kali

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 16 April 2025 | 10:47 WIB
Dear Pak Prabowo! Orang RI Kini Cemas, Mau Belanja Kudu Mikir 1.000 Kali
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/@prabowo)

Suara.com - Kabar suram datang dari data survei Bank Indonesia (BI). Pasalnya, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) edisi Maret 2025 menunjukkan penurunan yang cukup mencolok, menyentuh angka 121,1. Angka ini terpangkas 5,3 poin dari catatan manis bulan sebelumnya yang bertengger di level 126,4.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Rabu (16/4/2025), mengungkapkan bahwa kerutan di dahi konsumen pada Maret ini bersumber dari melemahnya pandangan terhadap kondisi ekonomi saat ini dan proyeksi masa depan.

Bak anak panah yang melesat turun, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut merasakan gravitasi penurunan. IKE tercatat sebesar 121,7, terjun bebas dari angka sebelumnya yang mencapai 138,7. Sementara itu, IEK berada di level 110,6, tergerus dari posisi 114,2 pada Februari lalu.

Kendati demikian, di tengah redupnya keyakinan, secercah harapan masih terpancar. Denny menegaskan bahwa bara optimisme konsumen pada Maret 2025 sejatinya masih terjaga. Hal ini lantaran IKE dan IEK masih angkuh bertengger di atas garis psikologis 100, menandakan bahwa mayoritas responden masih memiliki pandangan positif terhadap kondisi ekonomi.

"Ditopang oleh IKE dan IEK yang tetap berada pada level optimis (indeks >100)," ujar Denny, mencoba meredakan kekhawatiran pasar.

Meski demikian jika dibedah lebih dalam lagi mengenai penurunan IKE memperlihatkan bahwa ketiga fondasinya mengalami erosi. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) terkikis menjadi 121,3 (sebelumnya 122,7), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) menyusut ke 110,2 (sebelumnya 113,7), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) bahkan terancam stagnan di angka 100,3 (sebelumnya 106,2).

Angka-angka ini menggambarkan bagaimana konsumen merasakan tekanan pada dompet, menahan diri dari pembelian besar, dan mencemaskan prospek pekerjaan.

Senada dengan kondisi kini, ekspektasi konsumen terhadap masa depan pun tak lagi memancarkan optimisme yang sama. Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) tergelincir ke 137,0 (sebelumnya 143,3), Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) melorot ke 132,2 (sebelumnya 138,6), dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) terbenam di angka 125,9 (sebelumnya 134,2). Bayang-bayang ketidakpastian tampak menghantui benak para konsumen terkait prospek ekonomi ke depan.

Penurunan IKK yang cukup mengkhawatirkan ini menjadi sinyal peringatan bagi para pembuat kebijakan. Meskipun level optimisme masih di atas 100, tren penurunan yang tajam membutuhkan kajian mendalam dan respons sigap agar semangat konsumsi yang menjadi motor penggerak ekonomi tidak layu sebelum berkembang.

baca juga

Langkah-langkah strategis dan sentuhan kebijakan yang tepat dibutuhkan untuk membalikkan tren penurunan ini dan memastikan gelora optimisme konsumen kembali bernyala terang, demi menjaga momentum pemulihan ekonomi yang tengah berjalan. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kalimat Indonesia gelap yang ramai di media sosial, menurut dia narasi pesimisme tersebut bertolak belakang dengan kondisi yang ada.

Hal tersebut dikatakan Prabowo dalam acara sarasehan ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025), Prabowo dengan nada heran mempertanyakan dasar tuduhan tersebut.

"Saya juga heran ada orang yang mengatakan Indonesia gelap. Kalau dia merasa gelap ya itu hak dia. Tapi kalau saya bangun pagi saya lihat Indonesia cerah. Iya kan?" ujar Prabowo di hadapan para pengusaha dan investor yang hadir.

Pernyataan ini seolah menjadi antitesis dari berbagai kritik yang dilontarkan sejumlah pihak terkait kondisi ekonomi dan politik nasional. Prabowo menegaskan bahwa tidak semua orang memiliki pandangan pesimistis terhadap Indonesia. Ia bahkan mencontohkan para petani yang diklaimnya merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan.

"Alhamdulillah pupuk yang tadinya langka, diselundupkan, dikorupsi, sekarang sampai ke desa-desa," kata Prabowo, mengklaim keberhasilan pemerintah dalam memotong regulasi yang menyulitkan petani dan menata distribusi pupuk.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengakui bahwa Indonesia memang menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia menekankan bahwa situasi tersebut masih dalam kendali dan tidak separah yang digambarkan oleh beberapa pihak.

"Saya sih tidak akan melarang orang untuk selalu memandang kegelapan. Kalau ada orang yang mau lihat gelap-gelap ya monggo," ujarnya, seolah menyindir para pengkritiknya dengan nada sarkastis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misi Kemanusiaan Prabowo: Siapkah Indonesia Menampung Pengungsi Gaza?

Misi Kemanusiaan Prabowo: Siapkah Indonesia Menampung Pengungsi Gaza?

Your Say | Selasa, 15 April 2025 | 20:09 WIB

Soal Pertemuan dengan Jokowi, Bahlil Tegaskan Jajaran Menteri Satu Komando di Bawah Prabowo

Soal Pertemuan dengan Jokowi, Bahlil Tegaskan Jajaran Menteri Satu Komando di Bawah Prabowo

News | Selasa, 15 April 2025 | 18:52 WIB

Utus Wakil Perdana Menteri, Rusia Minta Prabowo Hadiri 2 Acara Penting Ini

Utus Wakil Perdana Menteri, Rusia Minta Prabowo Hadiri 2 Acara Penting Ini

News | Selasa, 15 April 2025 | 18:17 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×