IKAPEKSI: Jepang Buka 150 Ribu Lowongan Kerja

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 22 April 2025 | 09:25 WIB
IKAPEKSI: Jepang Buka 150 Ribu Lowongan Kerja
IKAPEKSI: Jepang Buka 150 Ribu Lowongan Kerja

Suara.com - Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (IKAPEKSI) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia agar semakin siap untuk bekerja atau mengikuti program magang di Jepang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan tenaga kerja di Negeri Sakura, terutama di sektor manufaktur dan konstruksi.

Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo, menyampaikan hal tersebut dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) IKAPEKSI yang diselenggarakan pada Senin (21/4/2025). Dalam kesempatan tersebut, Pranyoto mengungkapkan bahwa IKAPEKSI telah menjalankan berbagai program pendidikan dan pelatihan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional, termasuk Jepang.

"Program yang telah dijalankan dengan menyediakan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja internasional, termasuk di Jepang. Dengan pelatihan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, peluang pekerja Indonesia untuk berkarier di Jepang semakin terbuka lebar," ujar Pranyoto dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Pranyoto menjelaskan bahwa Jepang saat ini menghadapi kekurangan SDM yang signifikan, khususnya di sektor manufaktur yang meliputi berbagai bidang seperti pengecoran logam hingga industri otomotif. Selain itu, sektor konstruksi di Jepang juga membutuhkan pasokan tenaga kerja dalam jumlah besar untuk mendukung berbagai proyek pembangunan infrastruktur.

"Kami hadir untuk mendukung tenaga kerja di Indonesia yang saat ini masih kesulitan dalam mendapatkan kesempatan bekerja. Saat ini, Jepang membuka kesempatan bagi 150 ribu tenaga kerja untuk berkarir disana," paparnya, menggarisbawahi besarnya potensi yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia.

Untuk memastikan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dan berhasil di pasar kerja Jepang, IKAPEKSI menekankan pentingnya penguasaan bahasa Jepang. Pranyoto menjelaskan bahwa calon tenaga kerja yang baru lulus maupun yang berpengalaman wajib mengikuti pelatihan bahasa Jepang hingga mendapatkan sertifikasi Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level N4.

"Sertifikat JLPT N4 Bahasa Jepang adalah bukti resmi yang menunjukkan bahwa pemegangnya telah mencapai level kemampuan bahasa dasar, termasuk pemahaman kosakata, tata bahasa, pemahaman bacaan, dan pemahaman percakapan. Pengusaha di Jepang sangat menyukai tenaga kerja yang berasal dari Indonesia, peluangnya masih sangat besar," tegasnya. Sertifikasi ini menjadi modal penting bagi para calon pekerja untuk berkomunikasi secara efektif di lingkungan kerja dan sosial di Jepang.

Pranyoto juga menyoroti dampak positif program magang ke Jepang terhadap pengurangan angka pengangguran di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa partisipasi satu orang dalam program magang dapat secara signifikan mengurangi beban ekonomi keluarga.

"Dengan adanya program magang ke Jepang, satu anak yang magang ke Jepang otomatis akan mengurangi tiga orang yang menganggur. Pertama, anak itu sendiri, kedua Bapak atau Ibunya yang tidak memiliki usaha. Pasti anaknya akan membuatkan usaha bagi orang tuanya dari penghasilan bekerja di Jepang seperti membuka toko kelontong hingga membeli sawah atau kebun," tuturnya, menggambarkan bagaimana remitan dari pekerja magang di Jepang dapat memberdayakan keluarga di tanah air.

baca juga

Selain itu, Pranyoto juga menyampaikan bahwa tenaga kerja Indonesia yang telah menyelesaikan program magang selama tiga tahun di Jepang memiliki peluang untuk kembali bekerja di sana dengan penghasilan yang lebih tinggi. Pengalaman dan keterampilan yang telah mereka peroleh selama magang menjadi nilai tambah yang signifikan di mata perusahaan-perusahaan Jepang.

"Kultur di Indonesia masih kembali ke rumah, ada yang membuka usaha di sektor manufaktur di wilayah Bekasi dan Cikarang. Jika kembali bekerja ke Jepang, akan mendapatkan penghasilan mulai dari Rp 12 juta yang bekerja di sektor pertanian, tergantung upah di wilayahnya," jelas Pranyoto, memberikan gambaran mengenai potensi penghasilan yang menarik bagi para pekerja Indonesia di Jepang.

Komitmen IKAPEKSI dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia tidak hanya terbatas pada pelatihan bahasa dan keterampilan teknis. Organisasi ini juga berupaya untuk membekali para calon pekerja dengan pemahaman mengenai budaya kerja dan kehidupan di Jepang. Hal ini penting agar para pekerja dapat beradaptasi dengan baik dan sukses selama berada di Negeri Sakura.

IKAPEKSI juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta perusahaan-perusahaan di Jepang, untuk memastikan program-program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi tenaga kerja Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak ini menjadi pilar penting dalam upaya meningkatkan daya saing SDM Indonesia di kancah internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap Daftar, DKI Buka Lowongan 10 Ribu Tenaga Halal, Gaji Tembus Rp 10 Juta!

Siap-siap Daftar, DKI Buka Lowongan 10 Ribu Tenaga Halal, Gaji Tembus Rp 10 Juta!

News | Senin, 21 April 2025 | 20:09 WIB

Lowongan Kerja Terbaru di Alfamart Untuk Cabang Bogor dan Bekasi

Lowongan Kerja Terbaru di Alfamart Untuk Cabang Bogor dan Bekasi

Lifestyle | Senin, 21 April 2025 | 17:47 WIB

Erick Thohir Berandai-andai Timnas Indonesia Pecundangi Jepang, Mampukah?

Erick Thohir Berandai-andai Timnas Indonesia Pecundangi Jepang, Mampukah?

Bola | Minggu, 20 April 2025 | 14:32 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×