Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Pemerintah Mau Bentuk 'Bulog' Perumahan, Harganya Bisa Lebih Murah?

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 25 Juli 2025 | 17:35 WIB
Pemerintah Mau Bentuk 'Bulog' Perumahan, Harganya Bisa Lebih Murah?
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). [ANTARA FOTO/Fauzan/YU

Suara.com - Pemerintah mau membuat lembaga khusus yang akan mengurusi sektor perumahan. Lembaga ini nantinya akan mengatur dan membeli perumahan yang telah dibangun oleh para pengembang.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Fahri Hamzah, menjelaskan selama ini sektor pangan telah memiliki Perum Bulog sebagai offtaker atau penyambung kebijakan pemerintah.

"Kita tinggal rumah nih, rumah ini belum ada bulog-nya. Sehingga saya tadi mengajukan usulan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk memikirkan berdirinya 'Bulog' untuk perumahan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Ilustrasi rumah subsidi di perumahan. [Gemini AI]
Ilustrasi rumah subsidi di perumahan. [Gemini AI]

Fahri menuturkan, lembaga baru ini fungsinya sama seperti Bulog yang menyerapnya gabah petani. Hanya saja, di sektor perumahan menyerap rumah-rumah yang telah dibangun oleh para pengembang.

Sebab, ia melihat, kekinian banyak yang mengatakan kekurangan jumlah rumah atau backlog, akan tetapi pemasaran rumah yang ada masih susah.

"Karena apapun harus ada off taker, supaya perusahaan-perusahaan konstruksi perumahan itu tidak perlu pusing. Katanya backlog ada 10 sampai 15 juta Tapi kok mesti pemasaran, kok mesti jungkir balik menjual, susah segala macam Ini kan pasti ada masalah," ucapnya.

Dengan lembaga baru ini, bilang Fahri, pemerintah juga akan memindahkan subsidi yang tadinya berbentuk cicilan berganti jadi subsidi tanah.

"Ya seperti bulog juga, dia mengambil gabah dari petani. Ya sama ini juga mengambil dari produsen-produsen perumahan Yang membangun rumah sosial atau rumah subsidi di lokasi yang mendapatkan perizinan dari pemerintah Yang kemungkinan besar nanti elemen subsidi nya itu berbasis tanah," jelasnya.

Namun demikian, Fahri enggan membeberkan kapan lembaga 'Bulog Perumahan' itu terbentuk. Sebab, perumusan pembetukan lembaga itu masih dalam tahap awal.

"Ini kan baru ngasih PR dulu. Mudah-mudahan (awal tahun depan)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik 50,98 Persen, Penyaluran KPR Rumah Subsidi Capai 129.773 Unit Hingga Juli

Naik 50,98 Persen, Penyaluran KPR Rumah Subsidi Capai 129.773 Unit Hingga Juli

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 08:38 WIB

30 Daftar Wamen Rangkap Jabatan Komisaris, Ada Fahri Hamzah Hingga Taufik Hidayat

30 Daftar Wamen Rangkap Jabatan Komisaris, Ada Fahri Hamzah Hingga Taufik Hidayat

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 07:34 WIB

Harga Rumah Subsidi Naik? Ini 5 Strategi KPR Aman di 2025

Harga Rumah Subsidi Naik? Ini 5 Strategi KPR Aman di 2025

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 20:46 WIB

Terkini

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:31 WIB

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:00 WIB

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:57 WIB

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:22 WIB