Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Diborong Investor Kakap, Segini Harga Pi Network pada Rabu Ini

Achmad Fauzi

Rabu, 23 April 2025 | 11:41 WIB
Diborong Investor Kakap, Segini Harga Pi Network pada Rabu Ini
Ilustrasi Token Pi Network/(Instagram).

Suara.com - Pi Network kembali menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan investor kakap kripto setelah data on-chain terbaru mengungkapkan aktivitas masif dari para paus kripto.

Dalam waktu hanya dua hari, lebih dari 41 juta token PI, senilai sekitar USD27 juta, telah diakumulasi secara diam-diam. Salah satu investor kakap bahkan diketahui menyedot 48 juta token, senilai USD1 juta, langsung dari bursa OKX.

Analis mencatat bahwa arus keluar besar-besaran dari bursa umumnya mencerminkan akumulasi jangka panjang, bukan aksi jual. Langkah ini dipandang sebagai indikasi meningkatnya kepercayaan investor besar terhadap masa depan Pi Network.

"Akumulasi paus dalam jumlah besar seperti ini jarang terjadi secara kebetulan. Ini menunjukkan keyakinan bahwa harga Pi akan melonjak," ujar seorang analis dari PiScan, seperti dikutip, Brave New Coin, Rabu (23/4/2025).

Harga Pi Coin saat ini diperdagangkan di kisaran USD0,64, naik tipis 0,39 persen dalam 24 jam terakhir. Meskipun pergerakannya masih dalam pola menyamping, indikator teknikal mengindikasikan potensi breakout.

Pola double bottom terbentuk dengan resistensi kunci di USD0,645. Jika harga mampu menembus level ini, PI Coin berpotensi melesat ke level teknikal selanjutnya di USD0,7857, bahkan bisa menyentuh angka psikologis $1 dalam waktu dekat.

Model prediksi menunjukkan potensi harga mencapai USD2,08 pada 21 Mei 2025, mencerminkan kenaikan lebih dari 200 persen dari level saat ini.

Di sisi lain, tantangan fundamental tetap membayangi. Sekitar 1,5 miliar token PI diperkirakan akan dilepas ke pasar dalam 12 bulan mendatang, setara dengan suplai baru senilai USD83 juta berdasarkan harga saat ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai tekanan jual yang dapat menghambat kenaikan harga.

Sentralisasi pasokan juga menjadi perhatian besar. Dari total suplai, sekitar 35 persen masih berada di tangan tim inti, yang dapat menimbulkan risiko manipulasi pasar dan meredam minat institusi.

Para analis sepakat, jika Pi ingin menjaga momentum ini, maka adopsi di dunia nyata dan pengembangan ekosistem dApps di mainnet harus segera dilakukan. Tanpa utilitas konkret, Pi bisa tetap dianggap sebagai proyek spekulatif.

Harapan investor meningkat setelah bursa HTX memberi sinyal pencatatan, dengan menampilkan logo Pi di unggahan media sosial mereka.

Sementara itu, pendiri Pi Network, Nicolas Kokkalis, dijadwalkan tampil di konferensi Consensus 2025 di Toronto bulan Mei ini. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 20.000 peserta dan institusi pengelola aset triliunan dolar, yang berpotensi membawa Pi ke panggung utama kripto global.

Namun, agar potensi ini benar-benar terealisasi, pengembang Pi masih harus menyelesaikan isu mendasar seperti izin Know Your Business (KYB) dan memastikan dukungan penuh terhadap aplikasi di jaringan utama.

Apa Itu Pi Network?

Pi Network adalah proyek kripto inovatif yang dikembangkan oleh sekelompok lulusan Stanford, dipimpin oleh Dr. Nicolas Kokkalis. Proyek ini diluncurkan pada 14 Maret 2019, dengan misi menghadirkan mata uang kripto yang dapat ditambang melalui smartphone sebuah konsep yang sangat berbeda dari Bitcoin atau Ethereum yang membutuhkan perangkat keras canggih dan konsumsi listrik besar.

Dengan pendekatan yang ramah pengguna dan hemat energi, Pi Network menarik perhatian jutaan pengguna global. Hingga kini, komunitas Pi disebut "Pioneers" telah berkembang pesat dengan lebih dari 45 juta pengguna terdaftar.

Penambangan Pi dilakukan melalui aplikasi seluler, tanpa menguras baterai atau data. Aplikasi hanya memverifikasi kehadiran pengguna setiap 24 jam. Kontribusi keamanan jaringan dilakukan melalui sistem Social Trust Graph, di mana pengguna saling memverifikasi keaslian akun.

Pi menggunakan konsensus algoritma Stellar Consensus Protocol (SCP), yang memungkinkan validasi transaksi tanpa konsumsi daya besar seperti Proof of Work. Ini membuatnya jauh lebih berkelanjutan secara lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ugal-ugalan Buat Kebijakan, Para Taipan RI Ramai-ramai Larikan Kekayaan ke Luar Negeri

Prabowo Ugal-ugalan Buat Kebijakan, Para Taipan RI Ramai-ramai Larikan Kekayaan ke Luar Negeri

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 15:26 WIB

Rp 150 Ribu Menanti! Dapatkan Saldo DANA Kaget Gratis untuk Bayar Token Listrik

Rp 150 Ribu Menanti! Dapatkan Saldo DANA Kaget Gratis untuk Bayar Token Listrik

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 20:34 WIB

Diunduh 9 Juta Kali, Pintu Terus Dorong Akses Kripto untuk Semua

Diunduh 9 Juta Kali, Pintu Terus Dorong Akses Kripto untuk Semua

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 21:32 WIB

Terkini

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:33 WIB

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:27 WIB

BAT Indonesia Kembali Raih Penghargaan HR Asia Awards, 10 Tahun Berturut-turut

BAT Indonesia Kembali Raih Penghargaan HR Asia Awards, 10 Tahun Berturut-turut

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:20 WIB