BKPM Dorong Sentra Vokasi Terbesar di Indonesia Buka Akses Kerja Disabilitas

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 24 April 2025 | 11:26 WIB
BKPM Dorong Sentra Vokasi Terbesar di Indonesia Buka Akses Kerja Disabilitas
Ilustrasi disabilitas / difabel (pixabay.com)

Suara.com - Komitmen kuat untuk mewujudkan ekosistem kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas kembali ditegaskan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas kementerian tersebut, Agus Diono, menunjukkan langkah nyata melalui kunjungan kerja strategis ke Sentra Terpadu Inten Soeweno di Cibinong, Bogor, pada Rabu (23/4/2025).

Kunjungan ini tidak hanya dilakukan seorang diri, melainkan juga menggandeng Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, serta perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), menandakan sinergi lintas sektor yang solid dalam upaya memperluas gerbang kesempatan kerja bagi kelompok rentan ini.

Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Agus Diono, menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan ekosistem kerja inklusif.
Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Agus Diono, menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan ekosistem kerja inklusif.

Sentra Terpadu Inten Soeweno, yang dikenal sebagai pusat pelatihan vokasi terbesar dan terlengkap di Indonesia, menjadi fokus utama kunjungan. Agus Diono bersama rombongan melakukan peninjauan mendalam terhadap berbagai fasilitas pelatihan yang tersedia. Saat ini, sentra tersebut mengoperasikan tujuh program vokasi dengan kapasitas maksimal 120 peserta. Meskipun terdapat penyesuaian fokus pada program prioritas pemerintah tahun ini, komitmen terhadap inklusi disabilitas tetap menjadi landasan utama dalam setiap inisiatif yang dijalankan.

Veronica Tan, dalam tinjauannya, memberikan penekanan pada pentingnya kesinambungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan riil di dunia industri. "Kita tidak hanya ingin melihat proses pelatihan, namun memastikan bahwa setiap lulusan memiliki peluang nyata untuk terserap dalam dunia kerja. Ini adalah tentang membangun jembatan yang kokoh antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri," tegas Wamen PPPA, menyoroti krusialnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan sektor swasta.

Agus Diono sendiri aktif mengevaluasi efektivitas strategi job matching yang selama ini diterapkan oleh sentra. Kemitraan erat dengan berbagai perusahaan dan industri menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa pelatihan yang diberikan relevan dengan permintaan pasar kerja. Sentra Inten Soeweno telah menjalin berbagai Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak swasta dan tengah mengembangkan program percontohan penyaluran tenaga kerja vokasi lintas lembaga. Inisiatif ini menjadi bukti nyata upaya kolaborasi multisektor yang didorong oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Sebagai garda terdepan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam mengarusutamakan isu disabilitas, Agus Diono menyampaikan visi yang jelas untuk mentransformasikan isu ini menjadi peluang ekonomi yang konkret. "Fokus kita adalah mentransformasikan isu disabilitas menjadi peluang ekonomi yang nyata. Penyandang disabilitas bukan lagi sekadar penerima manfaat, melainkan aset tenaga kerja ahli yang siap berkontribusi. Inilah esensi dari dignity yang kita perjuangkan," kata Agus Diono dengan nada penuh optimisme dan semangat.

Lebih lanjut, Agus Diono menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Deputi Bappenas yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyoroti data yang menunjukkan bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja disabilitas di Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 30% dari total 3 juta angkatan kerja penyandang disabilitas. "Diperlukan langkah terkoordinasi di tingkat Menteri Koordinator untuk mengatasi tantangan ini," ujarnya, menggarisbawahi perlunya sinergi kebijakan di tingkat yang lebih tinggi.

Agus Diono juga mengingatkan akan amanat Asta Cipta Presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto, yang memberikan perhatian khusus pada fasilitasi penyandang disabilitas di dunia kerja. Komitmen inilah yang menjadi landasan kuat pembentukan Staf Khusus Menteri (SKM) Bidang Disabilitas di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Bapak Rosan Roeslani. Pembentukan unit khusus ini menunjukkan keseriusan kementerian dalam mengintegrasikan isu disabilitas ke dalam agenda investasi dan hilirisasi nasional.

Dengan harapan agar Sentra Terpadu Inten Soeweno dapat menjadi model nasional bagi 18 kabupaten/kota yang berada di bawah naungannya, Agus Diono menutup kunjungan dengan penegasan komitmen Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. "Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM siap membuka pintu kerjasama seluas-luasnya untuk mewujudkan akses kerja yang inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ormas 'Obok-obok' Proyek Pabrik BYD, BKPM: Ini Citra Buruk, Indonesia Seolah Jadi Sarang Preman

Ormas 'Obok-obok' Proyek Pabrik BYD, BKPM: Ini Citra Buruk, Indonesia Seolah Jadi Sarang Preman

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 13:47 WIB

Investasi RI Bisa Terancam Gara-gara Ada Isu Oknum Ormas Minta THR ke Pengusaha

Investasi RI Bisa Terancam Gara-gara Ada Isu Oknum Ormas Minta THR ke Pengusaha

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 13:29 WIB

Rosan Roeslani 'Double Job', Wamen Investasi Sebut Bukan Masalah: Biar Konsolidasinya Makin Cepat!

Rosan Roeslani 'Double Job', Wamen Investasi Sebut Bukan Masalah: Biar Konsolidasinya Makin Cepat!

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 18:27 WIB

Terkini

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:54 WIB

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 10:49 WIB

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:45 WIB

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:44 WIB

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:41 WIB

×