IHSG Kembali di Zona Hijau di Kamis Pagi, Ini Saham Pendorongnya

Achmad Fauzi

Jum'at, 25 April 2025 | 09:17 WIB
IHSG Kembali di Zona Hijau di Kamis Pagi, Ini Saham Pendorongnya
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik masuk zona hijau pada pembukaan perdagangan Jumat (25/4/2025). IHSG dibuka menguat di level 6.660.

Mengutip data RTI Business, pada pukul 09.08 WIB, IHSG terus merangkak naik sebesar 52,25 poin atau naik 0,79 persen menuju ke level 6.665.

Pada perdagangan waktu itu, sebanyak 1,76 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp808,9 miliar, serta frekuensi sebanyak 88,2 ribu kali.

Dalam perdagangan hari, sebanyak 284 saham bergerak naik, sedangkan 103 saham mengalami penurunan, dan 202 saham tidak mengalami pergerakan.

Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, FORU, NICL, CGAS, UNVR, PGEO, VKTR, TAPG, MYOR, DOOH, INET, dan CENT.

Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, NETV, MEJA, NAYZ, CINT, MINE, BBKP, TNCA, SMIL, WAPO, dan ITMA.

Proyeksi Hari Ini

IHSG diprediksikan bisa berbalik menguat pada perdagangan pada Jumat (25/4/2025) ini.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam risetnya mengatakan, banyak faktor yang bisa membuat IHSG kembali di zona hijau.

baca juga

Meskipun melemah, tapi aksi jual asing masih terus berlangsung, sebesar Rp382 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBNI, UNTR, ASII dan ADRO.

"IHSG hari ini potensi melanjutkan kenaikan sepanjang masih kuat bertahan di atas 6.530," ujar Fanny seperti dikutip, Jumat (25/4/2025).

Dari pasar global, Indeks-indeks Wall Street melesat pada Kamis (24/4). Indeks S&P 500 naik 2,03 persen, Nasdaq Composite meningkat 2,74 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,23 persen.

Kenaikan tersebut didorong oleh penguatan saham raksasa teknologi seperti Nvidia, Meta, Amazon, Tesla, dan Microsoft, yang semuanya mencatat kinerja positif. Saham sektor teknologi sebelumnya sempat tertekan akibat sikap pemerintah AS yang semakin agresif terhadap China dalam isu perdagangan.

Sementara itu, pernyataan dari Kementerian Perdagangan China mempertegas bahwa tidak ada negosiasi dagang yang sedang berlangsung dengan AS. Juru bicara He Yadong menyebut seluruh kabar terkait kemajuan bilateral ‘tidak dapat dipercaya’ dan mendesak pembatalan seluruh tarif sepihak dari AS. Padahal, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat melontarkan sikap yang lebih lunak, menyatakan kesiapan untuk berdialog.

"Menambah sentimen pasar, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyebut ada peluang tercapainya kesepakatan dagang besar. Saat ini, tarif impor AS terhadap produk China mencapai 145 persen. Di tengah keraguan terhadap negosiasi dengan China, kabar baik datang dari Asia Timur lainnya. Menteri Keuangan AS Bessent menyebut kemungkinan dicapainya 'kesepahaman dagang' dengan Korea Selatan paling cepat pekan depan," kata Fanny.

Sementara, beber dia, pasar saham Asia-Pasifik bergerak mixed pada Kamis (24/4), mengikuti tren positif Wall Street. Penguatan tersebut disebabkan oleh meredanya kekhawatiran atas perang dagang antara AS dan China, yang mendorong optimisme di kalangan investor.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,49 persen, dan Topix menguat 0,32 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,13 persen, sedangkan Kosdaq bergerak datar. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,60 persen, Taiex Taiwan melemah 0,82 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,74 persen dan Shanghai Composite naik tipis 0,03 persen.

Di sisi lain, data ekonomi dari Korea Selatan menunjukkan kontraksi produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,1% pada 1Q25, angka tersebut meleset dari ekspektasi kenaikan sebesar 0,1 persen.

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas, Valdy memproyeksikan, IHSG cenderung bergerak independen terhadap indeks global, khususnya Wall Street. Dia bilang, meski Wall Street menguat signifikan malam tadi (24/4), perlu mewaspadai adanya koreksi lanjutan pada IHSG.

"Secara teknikal, koreksi Kamis (24/4) mendorong terbentuknya death cross di overbought area pada Stochastic RSI. Selain itu, Investor Asing juga kembali lanjutkan net Sell, bahkan cenderung meningkat (Rp514 miliar) di Kamis (24/4)," kata Valdy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bisa Berbalik Bangkit Hari Ini, Ini Daftar Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Bisa Berbalik Bangkit Hari Ini, Ini Daftar Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 08:28 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Babak Baru Perang Dagang AS vs China Mengintai

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Babak Baru Perang Dagang AS vs China Mengintai

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 07:52 WIB

Garudafood (GOOD) Tebar Dividen Rp350 Miliar ke Pemegang Saham

Garudafood (GOOD) Tebar Dividen Rp350 Miliar ke Pemegang Saham

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 07:25 WIB

Terkini

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

×