Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Babak Baru Perang Dagang AS vs China Mengintai

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 25 April 2025 | 07:52 WIB
IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Babak Baru Perang Dagang AS vs China Mengintai
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Bursa saham Wall Street mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Kamis (24/4), dengan seluruh indeks utama bergerak menguat signifikan. Indeks S&P 500 memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar 2,03%, diikuti oleh Nasdaq Composite yang melesat 2,74%, dan Dow Jones Industrial Average yang naik 1,23%. Sentimen positif ini terutama didorong oleh penguatan harga saham sejumlah raksasa teknologi yang mendominasi pasar.

Saham-saham teknologi seperti Nvidia, Meta (sebelumnya Facebook), Amazon, Tesla, dan Microsoft, semuanya mencatatkan kinerja yang solid dan menjadi motor penggerak kenaikan indeks. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya sektor teknologi sempat mengalami tekanan akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Sikap agresif pemerintah AS terhadap isu perdagangan dengan Tiongkok menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen investor terhadap saham-saham teknologi yang memiliki eksposur signifikan terhadap pasar China.

Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, muncul sinyalemen kontradiktif terkait prospek negosiasi dagang AS-China. Kementerian Perdagangan China melalui juru bicaranya, He Yadong, mengeluarkan pernyataan tegas yang membantah adanya negosiasi dagang bilateral yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Ia bahkan menyebut seluruh kabar mengenai kemajuan dalam pembicaraan kedua negara sebagai informasi yang ‘tidak dapat dipercaya’ dan mendesak AS untuk segera membatalkan seluruh tarif impor sepihak yang telah diberlakukan terhadap produk-produk Tiongkok.

Pernyataan keras dari pihak China ini bertolak belakang dengan retorika yang sempat dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump sebelumnya, yang mengisyaratkan kesediaan untuk kembali membuka dialog dengan Beijing terkait isu perdagangan.

Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga sempat memberikan angin segar kepada pasar dengan menyebutkan adanya peluang untuk tercapainya kesepakatan dagang yang lebih komprehensif antara kedua negara. Saat ini, tarif impor AS terhadap berbagai produk asal China tercatat mencapai 145%, sebuah angka yang signifikan dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Di tengah ketidakpastian dan keraguan terhadap kelanjutan negosiasi dagang dengan China, kabar positif justru datang dari kawasan Asia Timur lainnya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengindikasikan kemungkinan tercapainya 'kesepahaman dagang' dengan Korea Selatan dalam waktu dekat, paling cepat pada pekan depan. Prospek kesepakatan dagang dengan Korea Selatan ini memberikan harapan baru bagi pasar dan berpotensi meredakan sebagian kekhawatiran terkait isu perdagangan global.

Bursa Asia Pasifik Bergerak Variatif Mengikuti Sentimen Wall Street

Pergerakan positif di Wall Street pada Kamis (24/4/2025) kemarin memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham di kawasan Asia Pasifik pada perdagangan hari ini. Secara umum, sentimen positif dari Wall Street, yang didorong oleh meredanya sebagian kekhawatiran akan perang dagang AS-China, turut mempengaruhi optimisme investor di Asia.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,49%, dan indeks Topix juga menguat sebesar 0,32%. Sementara itu, pasar saham Korea Selatan menunjukkan kinerja yang lebih lemah, dengan indeks Kospi terkoreksi tipis sebesar 0,13%, sedangkan indeks Kosdaq bergerak cenderung datar.

Australia mencatatkan kinerja yang positif dengan indeks S&P/ASX 200 naik sebesar 0,60%. Sebaliknya, bursa saham Taiwan mengalami tekanan jual dengan indeks Taiex melemah sebesar 0,82%. Di kawasan Hong Kong, indeks Hang Seng juga tercatat turun sebesar 0,74%. Sementara itu, bursa saham China menunjukkan pergerakan yang minim dengan indeks Shanghai Composite naik tipis sebesar 0,03%.

Selain sentimen global, data ekonomi regional juga turut mempengaruhi pergerakan pasar di Asia Pasifik. Data terbaru dari Korea Selatan menunjukkan adanya kontraksi produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,1% pada kuartal pertama tahun 2025. Angka ini meleset dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya pertumbuhan sebesar 0,1%. Data ekonomi yang kurang menggembirakan ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju kenaikan bursa saham Korea Selatan.

Prospek IHSG Hari Ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garudafood (GOOD) Tebar Dividen Rp350 Miliar ke Pemegang Saham

Garudafood (GOOD) Tebar Dividen Rp350 Miliar ke Pemegang Saham

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 07:25 WIB

IHSG Akhirnya Terkoreksi di Akhir Perdagangan Hari Ini, Setelah Lama Nyaman di Zona Hijau

IHSG Akhirnya Terkoreksi di Akhir Perdagangan Hari Ini, Setelah Lama Nyaman di Zona Hijau

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 16:36 WIB

2 Respon Presiden Prabowo Subianto Terhadap Tekanan Pasar Saham

2 Respon Presiden Prabowo Subianto Terhadap Tekanan Pasar Saham

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 10:21 WIB

IHSG Terbang Tinggi di Pembukaan Perdagangan, Saham-Saham Ini Jadi Motor Penggeraknya

IHSG Terbang Tinggi di Pembukaan Perdagangan, Saham-Saham Ini Jadi Motor Penggeraknya

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 09:18 WIB

IHSG Terus-terusan Bisa Melaju Naik di Perdagangan Kamis, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Terus-terusan Bisa Melaju Naik di Perdagangan Kamis, Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 08:31 WIB

Bos BCA Salahkan Kejutan Trump yang Bikin Saham Perbankan Sempat Amblas

Bos BCA Salahkan Kejutan Trump yang Bikin Saham Perbankan Sempat Amblas

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 19:58 WIB

Terkini

Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T

Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 18:18 WIB

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 18:06 WIB

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Makin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih "The Asset Triple A di Hong Kong

Makin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih "The Asset Triple A di Hong Kong

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:35 WIB

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:04 WIB

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:59 WIB

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:39 WIB

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:36 WIB