Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Pelaku Usaha Industri Maritim Dunia Bakal Ngumpul di Indonesia, Mau Apa?

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 25 April 2025 | 15:48 WIB
Pelaku Usaha Industri Maritim Dunia Bakal Ngumpul di Indonesia, Mau Apa?
Direktur Utama PT Kshatriya Piningit Kamulyan, Johnson W Sutjipto/ist

Suara.com - Para pelaku usaha industri maritim dunia bakal memadati Indonesia untuk mencari peluang bisnis. Peluang bisnis itu bakal diperoleh dari ajang pameran dan konferensi maritim terbesar di Tanah Air, Sea Indonesia, kembali digelar.

Bertajuk "SEA INDONESIA 2025: Maritime One Stop Shop (MOSS), The Most Exclusive Maritime Exhibition & Conference", perhelatan akbar ini akan berlangsung pada 14–16 Mei 2025 di Hall B1-B2, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.

Bukan sekadar ajang pameran, Sea Indonesia 2025 menjadi tempat berkumpulnya para pelaku industri maritim dari berbagai penjuru dunia. Lebih dari 150 exhibitor dari dalam dan luar negeri telah memastikan keikutsertaan mereka untuk memamerkan produk, teknologi, dan layanan unggulan kepada para pengunjung.

Direktur Utama PT Kshatriya Piningit Kamulyan, Johnson W Sutjipto selaku penyelenggara acara mengatakan, event ini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha kemaritiman Indonesia untuk menjalin kolaborasi global dan membuka akses kerja sama bisnis serta investasi.

"Event ini menyediakan segala yang diperlukan untuk mendukung terwujudnya kerja sama bisnis dan investasi," ujarnya di Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Johnson juga menekankan bahwa ajang ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang membutuhkan konektivitas maritim yang kuat untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen dalam lima tahun ke depan.

Dalam ekosistem maritim global, nama-nama yang hadir merupakan representasi dari rantai bisnis, mulai dari perusahaan pelayaran, galangan kapal, firma hukum, lembaga keuangan, pengelola pelabuhan, hingga institusi pendidikan maritim. Negara-negara seperti China, Jepang, Singapura, Belanda, Denmark, Jerman, Norwegia, dan Amerika Serikat juga ambil bagian, membawa serta teknologi dan inovasi terbaru di bidang kemaritiman.

Adapun, dua paviliun negara akan menjadi magnet perhatian, yakni Japan Pavilion yang diprakarsai oleh Japan Ship Machinery and Equipment Association (JSMEA), serta China Pavilion yang menghadirkan berbagai perusahaan unggulan di bidang desain dan pembangunan kapal, teknologi navigasi, dan sistem otomatisasi.

JSMEA sendiri akan menyuguhkan berbagai topik menarik lewat sesi seminar dari anggotanya, yang kini berjumlah lebih dari 244 anggota korporat dan 75 organisasi pendukung.

Pameran ini tak hanya diisi oleh korporasi besar, tetapi juga didukung oleh empat asosiasi nasional, IPERINDO, PIKKI, APBMI, dan ISAA. Institusi pendidikan pun ambil bagian, termasuk Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan PPSDM Perhubungan Laut.

Tak kalah penting adalah Sea Indonesia Conference, yang akan digelar secara paralel selama tiga hari. Forum ini akan menghadirkan para pemangku kepentingan dan praktisi dari dalam maupun luar negeri. Narasumber yang dikonfirmasi antara lain berasal dari Bank Mandiri, MAN Energy Solutions, Rina South Asia Pacific, Sinarmas LDA Maritime, SHELL, Class NK Indonesia, hingga Universitas Indonesia.

Pelaksanaan Sea Indonesia 2025 juga bertepatan dengan 20 tahun implementasi asas cabotage di Indonesia, sejalan dengan Instruksi Presiden No. 5 tahun 2005 yang menekankan pemberdayaan industri pelayaran nasional.

"Event ini adalah wujud dukungan masyarakat maritim Indonesia terhadap program pemberdayaan industri maritim Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," kata Johnson.

Sementara itu, Siana A Surya, Komisaris PT Kshatriya Piningit Kamulyan, menambahkan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan Sea Indonesia adalah untuk memfasilitasi interaksi dan jejaring antara pelaku industri nasional dan global.

"Event ini juga menjadi ajang untuk menjalin koneksi dan jaringan bisnis baru, membuka pintu kemungkinan-kemungkinan kerja sama baru dan beragam peluang usaha di bidang bisnis dan investasi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerminan Kartini Masa Kini, Ini Mantri Perempuan BRI yang Pantang Menyerah dalam Berdayakan UMKM

Cerminan Kartini Masa Kini, Ini Mantri Perempuan BRI yang Pantang Menyerah dalam Berdayakan UMKM

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 12:48 WIB

66 Pelaku Usaha MinyaKita Nakal Diciduk Kemendag, Ini Modusnya

66 Pelaku Usaha MinyaKita Nakal Diciduk Kemendag, Ini Modusnya

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 08:13 WIB

Pelaku Usaha Diminta Saling Kolaborasi Agar Bisnis Bisa Bertahan dari Tantangan Ekonomi Global

Pelaku Usaha Diminta Saling Kolaborasi Agar Bisnis Bisa Bertahan dari Tantangan Ekonomi Global

Bisnis | Rabu, 05 Maret 2025 | 15:34 WIB

Terkini

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:56 WIB