Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 17.990

Meski Harganya Anjlok, Pendiri Pi Network Justru Masuk dalam Deretan Milarder

Achmad Fauzi

Minggu, 27 April 2025 | 15:45 WIB
Meski Harganya Anjlok, Pendiri Pi Network Justru Masuk dalam Deretan Milarder
Ilustrasi Aset Kripto Pi Network/(Instagram)

Suara.com - Di tengah anjloknya harga Pi Network hingga hampir 80 persen dari puncaknya pada Februari lalu, pendiri proyek ini, Nicolas Kokkalis dan Chengdiao Fan, justru berhasil mencatatkan diri sebagai miliarder kripto. Meskipun kapitalisasi pasar Pi Network terus menurun, valuasi kekayaan mereka tetap bertahan di angka fantastis.

Seperti dilansir dari Cryptonews, Minggu (27/4/2025), kekinian kapitalisasi pasar Pi Network tercatat sekitar USD4,62 miliar, jauh turun dari puncak USD19 miliar beberapa bulan lalu. Sementara itu, valuasi sepenuhnya terdilusi (fully diluted valuation/FDV) jaringan ini juga ambruk dari lebih dari USD300 miliar menjadi hanya USD66 miliar. Penurunan ini terjadi seiring dengan memburuknya sentimen pasar terhadap aset-aset kripto yang belum meluncurkan mainnet terbuka.

Namun demikian, laporan terbaru mengungkapkan fakta menarik di balik kejatuhan tersebut. Berdasarkan data publik, Pi Network memiliki total pasokan maksimum 100 miliar token. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 miliar token telah dialokasikan untuk para "pelopor" dan komunitas globalnya.

Yang mencengangkan, 20 miliar token lainnya telah dialokasikan untuk tim inti, yang terdiri dari Kokkalis dan Fan. Berdasarkan valuasi FDV saat ini, 20 miliar token tersebut setara dengan nilai sekitar USD13,2 miliar. Jika dibagi rata, masing-masing pendiri memiliki kekayaan bersih sekitar USD6,6 miliar hanya dari kepemilikan token Pi.

Selain alokasi untuk tim inti, Pi Network Foundation juga mendapatkan alokasi sebesar 10 miliar token, yang saat ini bernilai lebih dari USD6,6 miliar. Meski struktur kepemilikan yayasan tersebut belum dipublikasikan secara resmi, dalam banyak proyek kripto, pendiri biasanya memiliki pengaruh besar terhadap dana cadangan ini, yang berpotensi menambah lagi kekayaan pribadi mereka.

Tak hanya itu, ada spekulasi bahwa Kokkalis dan Fan juga mungkin memegang sebagian dari 65 miliar token yang dibagikan kepada komunitas, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini.

Kendati demikian, akses terhadap kekayaan ini tidak langsung dapat dinikmati. Menurut data dari PiScan, sebagian besar token tersebut masih dalam status terkunci. Pi Network akan membuka token secara bertahap hingga Mei 2028, dengan rata-rata pembukaan bulanan sebesar 131,2 juta koin, atau senilai sekitar USD87 juta dengan harga saat ini.

Proyeksi Pi Network

Setelah sebulan penuh tekanan dan volatilitas, harga Pi Network (PI) menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang memberi secercah harapan bagi para investor.

baca juga

Seperti dilansir dari Beincrypto, Dalam tujuh hari terakhir, PI berhasil mencatat kenaikan sebesar 4,7 persen. Meski masih tertinggal akibat koreksi tajam sebesar 31,5 persen selama 30 hari terakhir, pergerakan harga terbaru ini memberi sinyal bahwa pasar mulai menemukan keseimbangannya.

Namun, situasi pasar masih jauh dari pasti. Beberapa indikator teknikal menunjukkan bahwa kekuatan tren mulai terbentuk, sementara indikator lainnya justru masih memperlihatkan tekanan bearish yang belum benar-benar menghilang.

Dengan pembeli dan penjual yang terus tarik-menarik di zona penting, arah harga PI dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada apakah level support atau resistance utama akan ditembus terlebih dahulu.

Secara teknikal, Indikator Directional Movement Index (DMI) mengisyaratkan bahwa kekuatan tren Pi Network mulai tumbuh. ADX (Average Directional Index), yang mengukur kekuatan tren tanpa memperhatikan arah, naik dari 12,24 menjadi 17,17.

Meski belum menembus ambang penting 20, kenaikan ini bisa dianggap sebagai tanda awal bahwa pasar mulai mengarah ke satu sisi dengan lebih kuat.

Komponen bullish DMI, yaitu +DI, juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 25,36 sebelum sedikit terkoreksi. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan beli masih lebih kuat dibanding tekanan jual, meski ada sedikit pelemahan dalam beberapa jam terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pi Network dan Pi Coin Mencuri Perhatian Lagi, Intip Fakta-Fakta Uniknya

Pi Network dan Pi Coin Mencuri Perhatian Lagi, Intip Fakta-Fakta Uniknya

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 14:27 WIB

Profil Pencipta Pi Coin atau Pi Network, Pesaing Baru Ethereum?

Profil Pencipta Pi Coin atau Pi Network, Pesaing Baru Ethereum?

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 08:40 WIB

Pengamat Bocorkan Strategi Rahasia Pi Network Menjelang Consensus 2025

Pengamat Bocorkan Strategi Rahasia Pi Network Menjelang Consensus 2025

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 22:09 WIB

Terkini

Mimi OH MY GIRL Siap Debut Solo, Tunjukkan Warna Musik Lewat Single Perdana

Mimi OH MY GIRL Siap Debut Solo, Tunjukkan Warna Musik Lewat Single Perdana

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Akhir Pekan Tetap Menarik!

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Akhir Pekan Tetap Menarik!

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain

Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:41 WIB

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN

Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Fan Meeting Win Metawin di Jakarta Penuh Momen Manis, dari Blusukan Hingga Panggil Penggemar Sayang

Fan Meeting Win Metawin di Jakarta Penuh Momen Manis, dari Blusukan Hingga Panggil Penggemar Sayang

Entertainment | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Kas Seret, WIKA Tunda Bayar Imbal Hasil Obligasi

Kas Seret, WIKA Tunda Bayar Imbal Hasil Obligasi

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO

Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:30 WIB

×