Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Ini 5 Hal Penting yang Harus Diwaspadai Pebisnis saat Perang Dagang

Achmad Fauzi

Senin, 28 April 2025 | 19:47 WIB
Ini 5 Hal Penting yang Harus Diwaspadai Pebisnis saat Perang Dagang
Ilustrasi bisnis (Pexels/nappy)

Suara.com - Ketegangan perdagangan global kembali memanas, mendorong para pebisnis di Indonesia untuk lebih waspada dalam menyusun strategi pertumbuhan.

Tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap berbagai produk dari negara berkembang memperparah ketidakpastian ekonomi, sekaligus menekan daya saing bisnis nasional. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, perlambatan investasi teknologi, serta lonjakan biaya operasional, dunia usaha kini dihadapkan pada tantangan besar.

Dalam situasi ini, pendekatan bisnis mulai bergeser dari ekspansi agresif menjadi evaluasi mendalam terhadap proses internal. Fokus utama bergeser pada efisiensi operasional, penguatan loyalitas pelanggan, dan ketahanan jangka panjang, terutama dalam mengelola customer journey dari akuisisi hingga retensi.

Ada lima hal penting yang harus diwaspadai pebisnis Indonesia di tahun 2025 dalam menjaga akuisisi dan retensi pelanggan.

Pertama, biaya akuisisi pelanggan yang terus meningkat menjadi tantangan nyata. Studi global mengungkapkan bahwa Customer Acquisition Cost (CAC) telah melonjak lebih dari 60% dalam lima tahun terakhir. Pelanggan semakin selektif dalam memilih brand, sementara pasar customer engagement global diperkirakan tumbuh dari USD 22,3 miliar pada 2024 menjadi USD 48,5 miliar pada 2032. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk mengadopsi strategi akuisisi yang lebih efisien dan bernilai tinggi.

Kedua, loyalitas pelanggan semakin rapuh di era digital-first. Penelitian mencatat bahwa 80 persen konsumen lebih memilih brand yang mampu memberikan pengalaman personalisasi. Namun, banyak perusahaan masih kesulitan memenuhi harapan layanan yang cepat, personal, dan konsisten. Tanpa strategi engagement yang kuat, satu pengalaman buruk saja bisa membuat pelanggan beralih ke kompetitor.

Ketiga, fragmentasi channel masih menjadi batu sandungan besar. Banyak tim bisnis masih bergantung pada tools terpisah antara marketing, sales, dan customer service, menyebabkan data tersebar dan respon terhadap kebutuhan pelanggan menjadi lambat. Padahal, perusahaan dengan strategi omnichannel yang kuat mampu mempertahankan hingga 89% pelanggannya, jauh di atas rata-rata industri.

Keempat, kurangnya integrasi antar tim yang berinteraksi langsung dengan pelanggan. Ketika tim sales dan support bekerja dalam silo, risiko miskomunikasi dan duplikasi kerja meningkat. Ini tidak hanya memperlambat proses bisnis, tetapi juga menciptakan pengalaman pelanggan yang tidak konsisten, merusak kepercayaan dalam jangka panjang.

Kelima, tekanan ekonomi memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi tanpa mengorbankan pengalaman pelanggan. Di tengah tarif AS, depresiasi rupiah, dan biaya impor yang melonjak, adopsi teknologi berbasis AI menjadi sangat penting. Teknologi ini mampu meningkatkan personalisasi layanan, mempercepat respon, serta memperkuat retensi pelanggan dengan biaya lebih terkendali. Pasar CRM di Indonesia sendiri diprediksi tumbuh dari USD 1,47 miliar pada 2025 menjadi USD 1,91 miliar di 2030, sejalan dengan percepatan digitalisasi bisnis.

Melihat berbagai tantangan tersebut, kebutuhan akan solusi bisnis yang efisien, adaptif, dan menyeluruh menjadi semakin mendesak. Perusahaan tidak lagi cukup hanya menggunakan tools yang terfragmentasi; mereka butuh platform yang mampu menyatukan seluruh proses bisnis dalam satu ekosistem terpadu.

Menjawab tantangan ini, Mekari Qontak memperkenalkan reposisi strategisnya untuk 2025. Dari yang sebelumnya hanya dikenal sebagai platform CRM dan Omnichannel, Mekari Qontak kini berevolusi menjadi Intelligent Customer Platform, yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan produktif di tengah tekanan biaya dan meningkatnya ekspektasi pelanggan. Platform ini menghadirkan solusi berbasis AI mulai dari akuisisi hingga retensi pelanggan.

"Dulu kami hanya gunakan omnichannel dari Mekari Qontak untuk menangani inquiry pelanggan. Sekarang, kami juga memanfaatkan CRM-nya untuk pelaporan internal sesuai regulasi. Koordinasi antar tim jadi lebih cepat dan komplain bisa langsung terdistribusi ke tim terkait. Lebih efiisien dan interaktifi," ujar Faradila Utami, Marketing Analyst and Strategist di IDS Medical Systems, seperti dikutip, Senin (28/4/2025).

Reposisi ini memperkuat fokus Mekari Qontak dalam mendukung tiga fungsi utama bisnis yakni Marketing, Sales, dan Support.

"Reposisi Mekari Qontak tak lepas dari perubahan mendasar dalam perilaku konsumen dan arah pasar global serta mempertegas misi Mekari Qontak: to empowering businesses to reach, interact, win, and serve their customers,” kata Brendan Rakhphongphairoj, Chief Marketing Officer (CMO) Mekari.

Dengan integrasi kecerdasan buatan, otomatisasi proses, dan workflow yang fleksibel, Mekari Qontak kini menawarkan alternatif strategis terhadap tools yang terfragmentasi, membantu perusahaan membangun keterlibatan pelanggan yang berkelanjutan di era persaingan yang semakin ketat dan dinamis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Incar Pasar Ekspor BRICS di Tengah Dinamika Perdagangan Global

Indonesia Incar Pasar Ekspor BRICS di Tengah Dinamika Perdagangan Global

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 16:21 WIB

Trump Melunak! Siap Negosiasi Besar dengan China, Pasar Global Bereaksi Positif

Trump Melunak! Siap Negosiasi Besar dengan China, Pasar Global Bereaksi Positif

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 06:54 WIB

Tak Peduli Perang Dagang, IHSG Terus Melaju Naik di Perdagangan Hari Ini

Tak Peduli Perang Dagang, IHSG Terus Melaju Naik di Perdagangan Hari Ini

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 16:30 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:55 WIB

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:15 WIB

Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:54 WIB

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:37 WIB

Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Indodax Gencarkan Edukasi Anti-Phishing

Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Indodax Gencarkan Edukasi Anti-Phishing

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:00 WIB

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:45 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:21 WIB