SMGR Borong Produk Dalam Negeri Senilai Rp23 Triliun Sepanjang 2024

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 29 April 2025 | 08:17 WIB
SMGR Borong Produk Dalam Negeri Senilai Rp23 Triliun Sepanjang 2024
Karyawan PT Semen Gresik anak usaha SIG melakukan pengontrolan di area Pabrik Rembang. [Dok Semen Gresik]

Suara.com - Dukungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk kemajuan industri tanah air yang mandiri dan berdaya saing, kembali dibuktikan dengan belanja produk dalam negeri Perusahaan pada 2024 yang mencapai Rp23,06 triliun atau setara 93,01% dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp24,79 triliun.

Capaian ini merupakan wujud kontribusi SIG terhadap upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi global yang menantang.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, belanja produk dalam negeri menjadi langkah strategis SIG yang tidak hanya membantu pengembangan usaha lokal, tetapi juga menjaga keterandalan operasi karena pengadaan yang bersumber dari dalam negeri atau lokal. “Industri tanah air yang maju dan berkembang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Vita Mahreyni dalam keterangan dikutip Selasa (29/4/2025).

Secara khusus, Vita Mahreyni menggaris bawahi, bahwa program SIG untuk peningkatan hilirisasi dan industrialisasi di dalam negeri melalui penggunaan suku cadang lokal berbasis pemberdayaan UKM dan kerja sama dengan industri dalam negeri terus menunjukkan pencapaian membanggakan. Pada tahun 2024, realisasi penggunaan suku cadang lokal di seluruh pabrik SIG meningkat signifikan sebesar 20,70% atau senilai Rp787 miliar dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp652 miliar, bahkan naik 157% dari baseline 2020 sebesar Rp306 miliar.

Pencapaian tersebut menjadi dukungan nyata SIG terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam Peningkatan Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Meningkatkan Nilai Tambah di Dalam Negeri. Tidak berhenti di situ, jumlah UKM binaan SIG yang berhasil memproduksi suku cadang untuk pabrik-pabrik SIG juga mengalami peningkatan menjadi 17 UKM dari sebelumnya sebanyak 8 UKM. Peningkatan ini tak lepas dari pendampingan secara menyeluruh yang dilakukan oleh SIG, mulai dari edukasi spesifikasi produk, pembuatan prototipe, proses uji coba, hingga tes performa di pabrik SIG.

Sebanyak 17 UKM tersebut antara lain PT Papaja Maju Mandiri, PT 3S International, PT Kawani Tekno Nusantara, PT Bimuda Karya Teknik, PT Sari Teknindo Perkasa, CV Desra Teknik, PT Aneka Mitra Indoguna, PT Ganding Toolsindo, PT Cahaya Abadi Technic, CV Rejeki Abadi Machinery, PT Putra Bungsu Makmur, PT Baja Kurnia, PT Kito Multi Industri, PT Utama Karya Techindo, PT Harapan Jaya Globalindo, PT Granada Andalusia Perkasa, dan PT Mustajaya.

“Melalui program substitusi suku cadang impor dengan beralih pada produk berbasis UKM, SIG menciptakan ekosistem bisnis berkelanjutan yang saling menguntungkan. SIG dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dengan mendapatkan produk suku cadang yang andal secara teknis maupun ekonomis. Di sisi lain, para pegiat UKM mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari rantai pasok Perusahaan, serta di saat yang bersamaan, meningkatkan daya saing mereka dalam menghadapi persaingan bisnis,” ujar Vita Mahreyni.

Disisi lain emiten dengan kode saham SMGR ini pada 2024 mengemas laba Rp719,76 miliar. Turun 67 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan koleksi laba Rp2,17 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian melorot ke level Rp107 dari sebelumnya Rp321. 

Pendapatan Rp36,18 triliun menyusut 6,39 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp38,65 triliun. Beban pokok pendapatan Rp28,25 triliun, turun tipis dari sebelumnya Rp28,47 triliun. Laba kotor terkumpul Rp7,93 triliun, anjlok 22 persen dari posisi sama tahun lalu Rp10,17 triliun. 

Beban penjualan Rp2,13 triliun, susut dari Rp2,51 triliun. Beban umum dan administrasi Rp3,46 triliun, bengkak dari Rp3,34 triliun. Penghasilan keuangan Rp259,81 miliar, melonjak dari akhir tahun sebbelumnya Rp207,34 miliar. Beban keuangan Rp1,2 triliun, berkurang dari Rp1,39 triliun. 

Bagian atas hasil bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp11,83 miliar, turun dari Rp16,94 miliar. Beban operasi lainnya Rp127,82 miliar, anjlok parah dari laba Rp191,22 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp1,25 triliun, menukik dari Rp3,3 triliun. Beban pajak penghasilan Rp479,52 miliar, berkurang signifikan dari Rp1 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

No Buy Challenge: Strategi Ampuh Menghemat Uang di Tengah Tren Belanja Online

No Buy Challenge: Strategi Ampuh Menghemat Uang di Tengah Tren Belanja Online

Lifestyle | Senin, 28 April 2025 | 16:06 WIB

Kode Promo Tokopedia Terbaru: Cara Hemat Belanja Online Setiap Hari

Kode Promo Tokopedia Terbaru: Cara Hemat Belanja Online Setiap Hari

Lifestyle | Kamis, 24 April 2025 | 07:23 WIB

Dompet Aman, Checkout Jalan Terus: Cara Baru Hemat Belanja Online

Dompet Aman, Checkout Jalan Terus: Cara Baru Hemat Belanja Online

Lifestyle | Rabu, 23 April 2025 | 17:31 WIB

Terkini

Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:50 WIB

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:28 WIB

Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Simak Jadwal Bursa Saham saat Nyepi dan Idulfitri

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Simak Jadwal Bursa Saham saat Nyepi dan Idulfitri

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:09 WIB

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:06 WIB

Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya

Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Antam Naik di Libur Lebaran, Cek Deretannya

Harga Emas Antam Naik di Libur Lebaran, Cek Deretannya

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:49 WIB

Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri

Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:47 WIB

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:27 WIB