Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dampak Perang Dagang, DPR Dorong Impor Gas untuk Pasok Kebutuhan Industri Nasional

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 29 April 2025 | 08:37 WIB
Dampak Perang Dagang, DPR Dorong Impor Gas untuk Pasok Kebutuhan Industri Nasional
Ilustrasi kilang minyak. [Antara]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, mengungkapkan bahwa opsi impor gas bumi menjadi peluang strategis yang perlu dipertimbangkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pernyataan ini muncul di tengah potensi penurunan harga gas sebagai dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.   

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas, PT PLN, dan PT PGN pada Senin (28/4/2025), Sugeng menyoroti adanya peluang impor gas yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan pasokan dalam negeri. "Saya kira menarik ini apakah ada peluang impor kalau memang ada short (kekurangan) di dalam negeri dan seterusnya," ujarnya.   

Penurunan harga gas dan minyak mentah global, menurut Sugeng, merupakan konsekuensi dari penolakan ekspor gas AS ke China. "Terbukti crude (minyak mentah) anjlok, gas juga anjlok. Agak luar biasa ini. Sementara kita bisa impor, mungkin. Tapi sekali lagi pemanfaatan gas dalam negeri kan jadi perhatian sebagaimana komitmen pemerintahan Prabowo – Gibran," jelasnya.   

Namun, Sugeng menekankan bahwa pemanfaatan gas dalam negeri tetap menjadi prioritas sesuai dengan komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menjaga ketahanan energi dan pangan nasional.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah ketimpangan antara pasokan dan permintaan gas bumi. Penurunan pasokan gas pipa dari sumber gas eksisting akibat natural declining menjadi tantangan serius. Di sisi lain, kebutuhan gas sebagai bahan bakar industri, pembangkit listrik, dan bahan baku pupuk terus meningkat. "Bukan hanya karena berkaitan ketahanan energi tetapi juga ketahanan pangan," tegas Sugeng.   

Saat ini, permasalahan utama yang dihadapi adalah ketimpangan antara pasokan dan permintaan gas bumi. Penurunan pasokan gas pipa dari sumber gas eksisting akibat natural declining menjadi tantangan serius. Di sisi lain, kebutuhan gas sebagai bahan bakar industri, pembangkit listrik, dan bahan baku pupuk terus meningkat. 

Opsi impor gas bumi ini dipandang sebagai solusi sementara untuk mengatasi kekurangan pasokan, sambil menunggu pengembangan infrastruktur gas dalam negeri. Pembangunan infrastruktur, termasuk integrasi pipa gas wilayah Barat dan Timur serta produksi di sumber gas baru di wilayah Timur Indonesia, menjadi kunci untuk jangka panjang.   

Anggota Komisi XII dari Fraksi PKB, Iyeth Bustami, menekankan pentingnya kelancaran pasokan gas dalam masa transisi ini. "Maka yang terpenting untuk sementara ini bagaimana supaya pasokannya menjadi lancar," ucapnya.

Senada dengan itu, Alfons Manibui dari Fraksi Golkar menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur gas harus memajukan seluruh wilayah Indonesia secara merata. "Memajukan seluruh Indonesia, bukan sebagian Indonesia. Ibaratnya sekarang timbangannya lebih berat di Barat. Harus membuat timbangannya menjadi setara, itu baru kita dapatkan majunya. Ini aspek filosofis yang menurut saya penting," ujarnya.

baca juga

RDP tersebut menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting. Pertama, Komisi XII mendukung Dirjen Migas dan SKK Migas untuk mempercepat on-stream proyek lapangan gas baru dan mengatur keseimbangan antara pasokan gas untuk pasar domestik dan internasional, termasuk kebijakan realokasi dan swap gas.

Kedua, Komisi XII DPR RI meminta Kementerian ESDM, Dirut PLN, dan Dirut PGN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur gas, baik pipa maupun regasifikasi, guna menjamin keandalan pasokan gas bumi untuk kebutuhan industri pupuk, industri lainnya, dan pembangkit listrik.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketahanan energi nasional dan memastikan ketersediaan gas yang stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mempertimbangkan opsi impor dan mempercepat pembangunan infrastruktur dalam negeri, Indonesia berupaya untuk mengamankan pasokan energi di tengah dinamika pasar global.   

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 5 Hal Penting yang Harus Diwaspadai Pebisnis saat Perang Dagang

Ini 5 Hal Penting yang Harus Diwaspadai Pebisnis saat Perang Dagang

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 19:47 WIB

Bentuk 3 Satgas, Prabowo Tawarkan Win-win Solution Nego Dagang dengan Trump

Bentuk 3 Satgas, Prabowo Tawarkan Win-win Solution Nego Dagang dengan Trump

News | Senin, 28 April 2025 | 16:53 WIB

Ekspor Perdana ke AS Sukses! DRMA Optimis Raup Cuan Lebih Banyak di Era Trump

Ekspor Perdana ke AS Sukses! DRMA Optimis Raup Cuan Lebih Banyak di Era Trump

Video | Senin, 28 April 2025 | 14:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×