Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Industri Tekstil Berdarah-darah, Bank Diminta Hati-hati Beri Kredit

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 Mei 2025 | 12:46 WIB
Industri Tekstil Berdarah-darah, Bank Diminta Hati-hati Beri Kredit
Pengunjung melihat pameran industri tekstil di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (17/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penekanan kepada industri perbankan untuk senantiasa mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur, serta memegang teguh prinsip kehati-hatian (prudent) dalam menyalurkan kredit kepada sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Meskipun industri ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, kewaspadaan tetap menjadi kunci dalam menjaga kualitas aset perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan data terkini mengenai penyaluran kredit perbankan ke industri pengolahan TPT, yang meliputi tekstil, pakaian jadi, kulit, dan alas kaki.

"Berdasarkan catatan OJK, posisi Februari 2025 menunjukkan angka sebesar Rp103.549,1 miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 0,19 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan posisi Februari 2024," kata Dian dikutip Antara, Jumat (2/5/2025).

Lebih lanjut, Dian merinci bahwa pertumbuhan kredit pada subsektor pengolahan kulit dan alas kaki menunjukkan tren yang menggembirakan, dengan masing-masing mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 14,14 persen yoy dan 3,54 persen yoy. Hal ini mengindikasikan adanya geliat aktivitas ekonomi yang positif pada kedua subsektor tersebut.

Kendati demikian, OJK tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi risiko kredit di sektor TPT secara keseluruhan. Dian mengungkapkan bahwa industri perbankan telah mengambil langkah-langkah mitigasi risiko yang diperlukan untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit di sektor ini. Salah satu langkah strategis yang telah diimplementasikan adalah pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas kredit bermasalah di sektor tekstil. Tingkat coverage CKPN yang mencapai 80-90 persen dari total kredit bermasalah menunjukkan keseriusan perbankan dalam mengelola potensi risiko kerugian.

Di sisi lain, Dian juga memberikan pandangannya mengenai prospek industri TPT di Indonesia yang dinilai masih cukup menjanjikan. Keyakinan ini didasarkan pada peningkatan realisasi investasi di sektor TPT yang mencapai angka Rp39,21 triliun pada tahun 2024. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 31,1 persen dibandingkan dengan realisasi investasi pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp29,92 triliun.

Tren positif ini berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2025. Dian mengungkapkan bahwa sebanyak empat perusahaan di sektor tekstil dan pakaian jadi telah berhasil mengantongi Surat Keterangan Usaha (SKU) dengan total nilai investasi yang mencapai Rp304,43 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya minat dan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan industri TPT di Indonesia.

Lebih jauh lagi, industri TPT memiliki peran yang sangat signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sektor ini mampu menyerap sebanyak 3,87 juta tenaga kerja, yang setara dengan 20,51 persen dari total serapan tenaga kerja di sektor manufaktur. Angka ini menegaskan bahwa industri TPT merupakan salah satu sektor padat karya yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga memberikan indikasi positif terkait kinerja ekspor sektor TPT. Tercatat bahwa ekspor TPT mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Februari 2025, mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen secara bulanan. Capaian ini menunjukkan bahwa produk TPT Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global.

OJK menilai bahwa industri TPT, termasuk subsektor kulit dan alas kaki, memiliki peran krusial sebagai penopang ekonomi nasional. Selain kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga menjadi salah satu yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, keberlangsungan dan perkembangan industri TPT memiliki implikasi yang luas bagi perekonomian dan sosial di Indonesia.

Dalam konteks ini, Dian menekankan pentingnya dukungan regulasi pemerintah terkait kebijakan perdagangan (trade policy), kebijakan industri (industrial policy), dan kebijakan investasi (investment policy) untuk mengatasi berbagai disrupsi yang dihadapi industri TPT. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah tingginya biaya produksi dan maraknya impor tekstil ilegal. Permasalahan-permasalahan ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kredit bagi industri perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada sektor TPT.

Menutup keterangannya, Dian Ediana Rae menyampaikan, "Seiring dengan kondisi dinamika dan tantangan perekonomian nasional dan global saat ini serta masih berlangsungnya pertumbuhan pada industri TPT tersebut, dukungan stakeholders termasuk sinergi dengan perbankan akan mendukung pengembangan industri TPT yang merupakan salah satu penopang dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur serta prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit." katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hardiknas, BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui BRI Peduli Ini Sekolahku

Hardiknas, BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui BRI Peduli Ini Sekolahku

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 12:08 WIB

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 07:38 WIB

OJK Dorong Bank DKI Segera IPO, Ini Alasannya

OJK Dorong Bank DKI Segera IPO, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Mei 2025 | 19:00 WIB

Terkini

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 15:11 WIB

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:56 WIB

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB