Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rekor Catatan Kerugian Keuangan Garuda Indonesia dari Waktu ke Waktu

M Nurhadi

Rabu, 07 Mei 2025 | 16:49 WIB
Rekor Catatan Kerugian Keuangan Garuda Indonesia dari Waktu ke Waktu
Pesawat Garuda Indonesia

Suara.com - Rekor catatan kerugian Garuda Indonesia dari waktu ke waktu menarik perhatian publik. Institusi pelat merah yang konsisten terjun bebas ini kembali mencatatkan kerugian bersih pada kuartal I tahun 2025. Kerugian bersih yang dibukukan mencapai USD75,93 juta atau sekitar Rp1,21 triliun, turun 12,54 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencatat rugi bersih USD86,82 juta atau sekitar Rp1,39 triliun. Sementara itu, rekor kerugian beberapa tahun belakangan tercatat terjadi pada kuartal III 2024 yang mencapai USD 131 juta atau setara Rp2 triliun.

Tekanan finansial masih datang dari sisi beban keuangan yang cukup besar, yaitu USD124,57 juta atau sekitar Rp1,99 triliun. Beban ini terutama berasal dari komitmen restrukturisasi pembiayaan, yang merupakan bagian dari strategi turnaround jangka panjang perusahaan.

Total pendapatan operasional konsolidasian Garuda Indonesia per 31 Maret 2025 tercatat sebesar USD723,56 juta atau sekitar Rp11,58 triliun, tumbuh 1,63 persen dibandingkan kuartal I 2024. Pendapatan ini juga didorong oleh peningkatan volume penumpang dan angkutan kargo.

Adapun, maskapai pelat merah ini merai peningkatan pendapatan, khususnya dari segmen penerbangan charter (tidak berjadwal). Sepanjang kuartal pertama 2025, Garuda mencatat lonjakan pendapatan dari pasar charter umrah yang naik signifikan sebesar 92,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai pendapatan dari segmen ini mencapai USD37,96 juta atau sekitar Rp607,36 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menyatakan bahwa capaian ini menjadi bagian penting dari transformasi bisnis Garuda.

"Penguatan kinerja charter ini menjadi fondasi penting dalam strategi diversifikasi pendapatan kami. Permintaan yang meningkat, khususnya pada segmen umrah dan perjalanan grup, turut memperkuat posisi Garuda sebagai penyedia layanan penerbangan yang adaptif terhadap dinamika pasar," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/5/2025).

Sepanjang kuartal pertama 2025, Garuda Indonesia Group melayani 5,12 juta penumpang, terdiri dari 2,64 juta penumpang Garuda dan 2,48 juta penumpang Citilink. Tingkat keterisian kursi (seat load factor) juga meningkat menjadi 78,8 persen, naik 5 persen dari tahun sebelumnya.

Di sisi logistik, volume angkutan kargo naik 5% menjadi 58.145 ton, terdiri dari 34.715 ton oleh Garuda Indonesia dan 23.430 ton oleh Citilink. Rata-rata ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance) tercatat di angka 88,19%, menjadikan Garuda salah satu maskapai dengan performa terbaik di regional.

Namun demikian, Garuda mencatat perbaikan signifikan pada arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar USD162,27 juta atau setara Rp2,6 triliun, meningkat 87,15 persen dibandingkan kuartal I 2024.

baca juga

"Kami menyikapi tren pertumbuhan ini dengan optimisme. Kinerja charter yang melonjak menjadi katalis penting dalam memperkuat pondasi bisnis. Di saat yang sama, kami juga tengah mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target mencapai 100 pesawat hingga akhir 2025," imbuh Wamildan.

Garuda juga tengah menjalankan berbagai transformasi internal yang mencakup optimalisasi armada, refocusing anggaran, hingga peningkatan kualitas layanan. Di sisi organisasi, Garuda juga melakukan pembaruan sistem tunjangan dan pelatihan awak berbasis kinerja.

"Dengan tren arus kas yang positif dan dukungan kesiapan sinking fund yang proporsional, kami tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan finansial dan pemenuhan kewajiban usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Wamildan.

Maskapai juga telah mengandangkan 15 pesawat yang kekinian tidak lagi dioperasikan. Menurut manajemen Garuda Indonesia, para pesawat tersebut memang tengah dalam perawatan besar di bengkel pesawat.

Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmat Hanafi mengatakan, 15 pesawat itu terdiri dari 1 armada Garuda Indonesia dan 14 armada Citilink. Pesawat tersebut tengah menunggu percepatan penjadwalan perawatan rutin berupa proses heavy maintenance, termasuk penggantian suku cadang, untuk kembali siap beroperasi.

"Keseluruhan proses perawatan armada tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/5/2025).

Menurut Rahmat, lambatnya proses perawatan 15 pesawat ini, imbas suku cadang pesawat yang terbatas. Dia menyebut, yidak dapat dipungkiri kondisi keterbatasan supply chain atas suku cadang saat ini tengah dihadapi hampir seluruh pelaku industri penerbangan.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamildan Tsani Buka Suara Usai 15 Pesawat "Dikandangkan" Akibat Kesulitan Bayar Biaya Perawatan

Wamildan Tsani Buka Suara Usai 15 Pesawat "Dikandangkan" Akibat Kesulitan Bayar Biaya Perawatan

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 15:01 WIB

Dapat Guyuran Dividen Triliunan Rupiah, Danantara Bersiap Buyback Saham Bank BUMN

Dapat Guyuran Dividen Triliunan Rupiah, Danantara Bersiap Buyback Saham Bank BUMN

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 14:31 WIB

UU BUMN Cabut Status Penyelenggara Negara: Apa Dampaknya untuk Rakyat?

UU BUMN Cabut Status Penyelenggara Negara: Apa Dampaknya untuk Rakyat?

Your Say | Rabu, 07 Mei 2025 | 13:24 WIB

Danantara dan Rp17 Ribu Triliun: Kekayaan Negara yang Tak Sampai ke Rakyat

Danantara dan Rp17 Ribu Triliun: Kekayaan Negara yang Tak Sampai ke Rakyat

Your Say | Rabu, 07 Mei 2025 | 11:32 WIB

UMKM Rempah-rempah RI Tembus Pasar Kanada

UMKM Rempah-rempah RI Tembus Pasar Kanada

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 08:15 WIB

Baru Kuartal I-2025, Garuda Indonesia Sudah Tekor Rp1,2 Triliun

Baru Kuartal I-2025, Garuda Indonesia Sudah Tekor Rp1,2 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 08:03 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×