Wamildan Tsani Buka Suara Usai 15 Pesawat "Dikandangkan" Akibat Kesulitan Bayar Biaya Perawatan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 07 Mei 2025 | 15:01 WIB
Wamildan Tsani Buka Suara Usai 15 Pesawat "Dikandangkan" Akibat Kesulitan Bayar Biaya Perawatan
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Wamildan Tsani(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan tegas membantah kabar yang beredar luas mengenai penghentian operasional (grounded) 15 armadanya akibat kesulitan finansial untuk membayar biaya perawatan.

Sanggahan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Wamildan meluruskan informasi yang dianggapnya kurang tepat tersebut. Ia menjelaskan bahwa ke-15 pesawat yang dimaksud sebenarnya telah terjadwal untuk menjalani perawatan rutin yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang. Jadi, tidak benar jika pesawat-pesawat tersebut "dikandangkan" secara tiba-tiba karena masalah pembayaran.

"Jadi memang kalau mau dibilang di-grounded 15 pesawat itu sebetulnya kurang pas, memang antrean (perawatan) itu masih tahun depan," ujar Wamildan dengan lugas di hadapan para anggota dewan.

Lebih lanjut, Wamildan mengungkapkan langkah proaktif yang tengah dilakukan perusahaan. Alih-alih menunggu jadwal perawatan reguler di tahun depan, Garuda Indonesia justru sedang mengakselerasi proses agar ke-15 pesawat tersebut dapat dimasukkan ke dalam antrean perawatan pada tahun ini.

Disisi lain, Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmat Hanafi mengatakan, 15 pesawat itu terdiri dari 1 armada Garuda Indonesia dan 14 armada Citilink. Pesawat tersebut tengah menunggu percepatan penjadwalan perawatan rutin berupa proses heavy maintenance, termasuk penggantian suku cadang, untuk kembali siap beroperasi.

"Keseluruhan proses perawatan armada tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/5/2025).

Pesawat Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia

Menurut Rahmat, lambatnya proses perawatan 15 pesawat ini, imbas suku cadang pesawat yang terbatas. Dia menyebut, yidak dapat dipungkiri kondisi keterbatasan supply chain atas suku cadang saat ini tengah dihadapi hampir seluruh pelaku industri penerbangan.

"Sehingga menyebabkan pelaksanaan heavy maintenance membutuhkan waktu yang lebih panjang," kata dia.

baca juga

Rahmat bilang, proses heavy maintenance sendiri diperlukan guna memastikan standar keselamatan dan kelaikan terbang tetap terjaga untuk pesawat yang akan dioperasikan.

Sebelumnya, kabar kurang menggembirakan kembali menerpa maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dikabarkan tak kuat untuk membayar biaya perawatan pesawat mereka.

Mengutip Bloomberg pada Senin (5/5/2025), emiten bersandi GIAA ini terpaksa harus menghentikan operasional sementara 15 pesawat dalam armadanya. Langkah drastis ini diduga kuat dipicu oleh kesulitan maskapai pelat merah tersebut dalam membayar biaya perawatan armada udaranya.

Sumber Bloomberg yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa penghentian operasional sejumlah pesawat ini menjadi pertanda mengkhawatirkan dan memunculkan spekulasi bahwa rencana kebangkitan Garuda Indonesia yang tengah diupayakan kemungkinan besar sedang menghadapi kendala serius.

Kondisi keuangan Garuda Indonesia yang belum sepenuhnya pulih pasca restrukturisasi utang tampaknya turut mempengaruhi kepercayaan para pemasok (supplier) maskapai penerbangan.

Laporan Bloomberg juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemasok kini bahkan meminta pembayaran di muka untuk suku cadang dan tenaga kerja, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko gagal bayar dari pihak Garuda.

Dalam laporan itu sebagian besar pesawat yang terdampak penghentian operasional sementara ini merupakan armada milik PT Citilink Indonesia, anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak di segmen penerbangan berbiaya rendah (Low-Cost Carrier/LCC).

Di tengah kabar kurang sedap ini, data terbaru dari perusahaan pelacak armada maskapai, Cirium, memberikan sedikit perspektif yang berbeda. Berdasarkan data Cirium, Garuda Indonesia tercatat memiliki 66 pesawat yang saat ini beroperasi dan 14 pesawat lainnya yang sedang disimpan (stored). Data ini menimbulkan interpretasi yang beragam, apakah 15 pesawat yang dikabarkan dihentikan operasionalnya termasuk dalam kategori "stored" atau merupakan penghentian operasional di luar status penyimpanan reguler.

Selain itu, permintaan pembayaran di muka dari para pemasok juga semakin memperberat beban keuangan Garuda Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan likuiditas dan kepercayaan dari para mitra bisnis masih menjadi batu sandungan utama dalam proses kebangkitan maskapai ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Kuartal I-2025, Garuda Indonesia Sudah Tekor Rp1,2 Triliun

Baru Kuartal I-2025, Garuda Indonesia Sudah Tekor Rp1,2 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 08:03 WIB

Dalih Garuda Indonesia Kandangkan 15 Pesawat

Dalih Garuda Indonesia Kandangkan 15 Pesawat

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 12:23 WIB

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, Erick Thohir Mau Panggil Wamildan Tsani

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, Erick Thohir Mau Panggil Wamildan Tsani

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:53 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×