Mana Lebih Tinggi Transaksi Judol atau Kripto?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:26 WIB
Mana Lebih Tinggi Transaksi Judol atau Kripto?
Warga melihat iklan judi online melalui gawainya di Jakarta, Rabu (19/6/2024). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk pemberantasan praktik haram judi online (judol) yang mencoreng lanskap digital, secercah harapan justru terpancar dari sektor aset kripto. Ibarat dua sisi mata uang digital, data kontras dari lembaga negara memperlihatkan jurang yang menganga antara aktivitas ilegal yang merugikan dengan inovasi keuangan yang berpotensi menjadi tulang punggung baru perekonomian digital Indonesia.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru-baru ini merilis data yang kembali menggarisbawahi betapa masifnya perputaran uang haram di balik layar judi online. Pada kuartal pertama (Q1) 2025, aliran dana judol tercatat mencapai Rp47 triliun. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp90 triliun, nominal tersebut tetap menjadi momok yang menakutkan. Aktivitas ilegal ini tidak hanya menggerogoti keuangan masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak sosial yang destruktif.

Berbanding terbalik dengan transaksi judol, industri aset kripto justru memancarkan cahaya optimisme. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan lonjakan transaksi kripto yang fantastis selama periode yang sama, menembus angka Rp109,3 triliun. Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari daya tarik aset digital yang kian kuat di mata masyarakat Indonesia. Partisipasi aktif pun tak main-main, dengan 13,71 juta konsumen tercatat aktif dalam ekosistem kripto hingga Maret 2025. Angka ini menunjukkan kepercayaan dan minat yang besar dari berbagai lapisan masyarakat terhadap potensi aset digital.

Lebih dari sekadar aktivitas transaksional, industri kripto juga memberikan kontribusi nyata bagi kas negara. Sejak pemberlakuan pajak aset kripto pada tahun 2022 hingga Maret 2025, total penerimaan pajak dari sektor ini telah mencapai Rp1,2 triliun. Khusus untuk tahun 2025 saja, pundi-pundi pajak kripto yang berhasil dihimpun sudah mencapai Rp115,1 miliar. Kontribusi pajak ini membuktikan bahwa aset kripto, dalam kerangka regulasi yang tepat, dapat menjadi sumber pendapatan negara yang signifikan.

Pandangan senada diungkapkan oleh CMO Tokocrypto, Wan Iqbal. Ia dengan tegas menyatakan bahwa kripto jauh melampaui sekadar instrumen spekulasi. Menurutnya, aset digital telah bertransformasi menjadi fondasi baru dalam inovasi keuangan global, membuka pintu bagi peluang ekonomi yang nyata dan legal bagi masyarakat.

"Industri kripto memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain sebagai alat investasi, kripto juga membuka lapangan kerja, mendorong literasi keuangan digital, serta berkontribusi langsung pada penerimaan negara lewat pajak. Ini berbeda dengan judi online yang hanya memindahkan uang tanpa nilai tambah," ujar Iqbal dalam analisanya, Sabtu (10/5/2025).

Iqbal menambahkan bahwa industri kripto menawarkan potensi ekonomi yang jauh lebih sehat, legal, dan berkelanjutan dibandingkan dengan bisnis haram judi online. Aset kripto telah menjelma menjadi inovasi yang mendefinisikan ulang konsep nilai dan transaksi keuangan. "Saat ini, kita berada pada era di mana teknologi bukan sekadar pelengkap ekonomi, tapi menjadi tulang punggung dari perekonomian itu sendiri," tegasnya, menyoroti peran sentral teknologi blockchain dalam transformasi ekonomi digital.

Lebih jauh, Iqbal menjelaskan bahwa dengan penguatan regulasi dan edukasi yang terus berkembang, kripto memiliki peluang besar untuk mendorong inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Lebih dari sekadar alat transaksi atau instrumen investasi, aset kripto berpotensi menjadi jembatan bagi masyarakat unbanked—mereka yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan konvensional—untuk mengakses ekosistem finansial global secara mudah, cepat, dan aman.

"Teknologi blockchain memungkinkan transparansi dan efisiensi tinggi dalam pengelolaan aset, bahkan untuk pelaku usaha mikro dan individu di daerah terpencil. Jika didukung dengan kebijakan yang pro-inovasi serta program literasi yang masif, kripto berpotensi menjadi motor utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif," tuturnya, menggambarkan potensi transformatif teknologi blockchain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Ungkap Jaringan Kripto Indonesia Terafiliasi Asing, Siapa Saja?

OJK Ungkap Jaringan Kripto Indonesia Terafiliasi Asing, Siapa Saja?

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 10:29 WIB

Pi Network Kini Mudah Diakses Lewat Bursa Kripto, Momentum Menuju Harga US$ 1?

Pi Network Kini Mudah Diakses Lewat Bursa Kripto, Momentum Menuju Harga US$ 1?

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 09:38 WIB

Legislator Soroti Gerak Cepat Kapolri Sikat Premanisme hingga Judi Online

Legislator Soroti Gerak Cepat Kapolri Sikat Premanisme hingga Judi Online

News | Sabtu, 10 Mei 2025 | 00:53 WIB

Terkini

Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi

Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:57 WIB

Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle

Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:55 WIB

Bank di Jakarta Bangkrut, OJK Langsung Cabut Izin Usaha

Bank di Jakarta Bangkrut, OJK Langsung Cabut Izin Usaha

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:51 WIB

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:25 WIB

Harga Pangan Nasional Pascalebaran: Cabai dan Bawang Kompak Turun

Harga Pangan Nasional Pascalebaran: Cabai dan Bawang Kompak Turun

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:14 WIB

Beredar Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat Lamaran ke OJK

Beredar Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat Lamaran ke OJK

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:00 WIB

Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia

Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:47 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:47 WIB

Jangan Terkecoh Bandar, Investor Ritel Diingatkan Bahaya Broker Summary

Jangan Terkecoh Bandar, Investor Ritel Diingatkan Bahaya Broker Summary

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:40 WIB

Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Dibanderol Rp 2,82 Juta/Gram

Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Dibanderol Rp 2,82 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:34 WIB