Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Kekayaan Djoko Susanto, Juragan Alfamart yang Beringas Borong Saham Lawson!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 16 Mei 2025 | 13:10 WIB
Kekayaan Djoko Susanto, Juragan Alfamart yang Beringas Borong Saham Lawson!
Djoko Susanto menggemparkan bursa dengan aksi borong saham PT Lancar Wiguna Sejahtera, pengelola jaringan minimarket Lawson, senilai Rp 200,45 miliar.

Suara.com - Kekayaan Djoko Susanto, sang "Raja Ritel" di balik gurita bisnis Alfamart, memang tak pernah surut. Terbaru, taipan yang dulunya merintis karier dari membantu orang tua berjualan kelontong ini kembali menunjukkan nafsu ekspansi yang membara.

Melalui PT Alfa Mitramart Utama (AMRT), induk perusahaan Alfamart, Djoko Susanto menggemparkan bursa dengan aksi borong saham PT Lancar Wiguna Sejahtera, pengelola jaringan minimarket Lawson, senilai Rp 200,45 miliar.

Langkah korporasi yang terungkap dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/5/2025) ini bukan sekadar transaksi biasa. Alfamart mengakuisisi 1,48 miliar lembar saham Lawson dengan harga Rp 135 per saham.

Hasilnya, Lawson yang sebelumnya berstatus sebagai cucu perusahaan AMRT, kini naik kelas menjadi anak perusahaan langsung. Sebuah manuver strategis yang semakin memperkokoh cengkeraman Djoko Susanto di kancah ritel Tanah Air.

Dari Pasar Tradisional Merajai Minimarket Modern

Kisah sukses Djoko Susanto memang layak disimak. Lahir dari keluarga sederhana yang berjualan kelontong di pasar tradisional Jakarta, jiwa dagangnya telah terasah sejak belia. Bersama orang tuanya, ia belajar seluk-beluk niaga, sebuah bekal berharga yang kelak mengantarkannya menjadi pemilik imperium ritel raksasa.

Langkah awal Alfamart dimulai pada tahun 1989 dengan pendirian PT Alfa Mitramart Utama yang fokus pada distribusi dan grosir. Namun, gebrakan besar terjadi pada tahun 1999 ketika Alfamart meluncurkan gerai minimarket pertamanya di Karawaci, Tangerang. Mengusung konsep ritel modern yang menyediakan segala kebutuhan pokok dan harian, Alfamart meledak di pasaran. Dari satu gerai di akhir 90-an, kini jaringannya merambah hingga ke negeri tetangga, Filipina.

Kekayaan Menggunung, Ambisi Tak Pernah Padam

Ketajaman bisnis Djoko Susanto tercermin dari pundi-pundi kekayaannya yang terus bertambah. Saat ini, kekayaannya ditaksir mencapai 3,5 miliar dollar AS, setara dengan Rp 57,96 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.561 per dollar AS). Bahkan, pada awal Februari lalu, namanya sempat nangkring di posisi 10 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan yang sempat menyentuh angka 4,2 miliar dollar AS atau setara Rp 68 triliun.

Lawson dalam Genggaman, Potensi Ekspansi Makin Liar

Sebelumnya, PT Lancar Wiguna Sejahtera yang menaungi Lawson merupakan anak usaha dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), yang juga terafiliasi dengan AMRT melalui kepemilikan mayoritas saham. Namun, dengan akuisisi langsung oleh Alfamart, integrasi Lawson ke dalam ekosistem bisnis Djoko Susanto menjadi semakin kuat.

Melalui PT Sigmantara Alfindo, Djoko Susanto mengendalikan dua raksasa ritel sekaligus: Alfamart dan Alfamidi. Kini, dengan bergabungnya Lawson secara resmi ke dalam manajemen AMRT, potensi ekspansi jaringan, inovasi produk, dan penetrasi pasar yang lebih dalam semakin terbuka lebar.

Langkah ini diyakini akan semakin memperkuat posisi Djoko Susanto sebagai pemain kunci yang mendominasi industri ritel modern di Indonesia. Aksi borong saham Lawson ini jelas bukan akhir dari kisah, melainkan babak baru dalam permainan besar sang raja ritel.

Informasi saja, Lawson masuk ke pasar Indonesia pada tahun 2011 melalui skema waralaba yang dikelola oleh MIDI. Meski berada dalam ekosistem Alfamart, Lawson menawarkan konsep berbeda, yakni menyajikan makanan dan minuman khas Jepang seperti oden, bento, onigiri, dan teh ocha.

Gerai Lawson juga mengusung konsep dine-in yang lebih nyaman, sehingga cocok bagi konsumen yang ingin menikmati makanan langsung di tempat. Ciri khas gerai Jepang yang efisien, hemat energi, dan berwawasan lingkungan turut diterapkan di Indonesia.

Hingga 2017, terdapat sekitar 36 gerai Lawson di Indonesia, dan jumlahnya terus bertambah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya dan kuliner Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BRIS Tertekan Usai Kabar Sunarso jadi Kandidat Utama Dirut BSI

Saham BRIS Tertekan Usai Kabar Sunarso jadi Kandidat Utama Dirut BSI

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 10:59 WIB

Sunarso Jadi Kandidat Kuat Dirut BSI, Sore Ini Dikukuhkan

Sunarso Jadi Kandidat Kuat Dirut BSI, Sore Ini Dikukuhkan

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 10:21 WIB

IHSG Lanjutkan Penguatan di Jumat Pagi, Ini Deretan Saham Pendorongnya

IHSG Lanjutkan Penguatan di Jumat Pagi, Ini Deretan Saham Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 09:24 WIB

Terkini

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB