Harga Koin Kuno Indonesia Tahun 1000 Disebut Mencapai Jutaan, Harta Karun?

Rifan Aditya Suara.Com
Senin, 26 Mei 2025 | 15:52 WIB
Harga Koin Kuno Indonesia Tahun 1000 Disebut Mencapai Jutaan, Harta Karun?
Ilustrasi harga koin kuno Indonesia tahun 1000 (freepik)

Bila menilik sejarah, pada tahun 1000 Masehi, wilayah Nusantara belum memiliki sistem mata uang seperti sekarang.

Namun, kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya, Medang Kamulan, hingga Mataram Kuno telah mengenal alat tukar dalam bentuk logam. 

Beberapa temuan arkeologi menunjukkan adanya keping emas kecil, potongan perunggu, serta logam perak dengan tulisan aksara kuno seperti Pallawa atau Nagari. Keping emas kecil tersebut dikenal dengan istilah ma atau masa.

Meski tidak mencantumkan tahun pembuatan secara eksplisit, para ahli memperkirakan benda-benda tersebut berasal dari abad ke-10 hingga ke-11 Masehi, yang kerap disebut sebagai “koin tahun 1000” oleh masyarakat awam.

Jenis Koin Kuno dari Era Tersebut

Beberapa jenis koin kuno dari masa tersebut meliputi koin emas ma, keping logam perunggu dari kerajaan Medang, hingga uang-uang logam kecil yang ditemukan di situs arkeologi seperti di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Di kemudian hari, muncul juga jenis gobog wayang yang populer di era Majapahit, meskipun usianya lebih muda dibanding era tahun 1000.

Gobog wayang sendiri sering disalah artikan sebagai peninggalan dari abad ke-10, padahal sebagian besar berasal dari masa Majapahit hingga Mataram Islam, atau sekitar abad ke-13 hingga ke-17.

Harga Koin Kuno di Pasaran Kolektor

Berbicara soal harga, nilai koin kuno dari masa sekitar tahun 1000 sangat bergantung pada keaslian, kondisi, kelangkaan, dan permintaan pasar.

Misalnya, koin emas ma dengan berat sekitar 0,5 gram bisa dihargai mulai dari Rp 500 ribu hingga lebih dari Rp 1,5 juta per keping, tergantung pada bentuk dan kualitasnya.

Baca Juga: Koin Berusia 2.000 Tahun Senilai Rp14,8 Miliar Dikembalikan ke Israel

Sementara itu, keping perunggu yang diyakini berasal dari era Medang atau Sriwijaya bisa dibanderol antara Rp300 ribu hingga Rp800 ribu.

Koin perak dengan aksara kuno yang lebih langka bahkan bisa mencapai harga Rp2 juta, terutama jika detail ukiran dan bentuknya masih terjaga dengan baik.

Sedangkan gobog wayang yang banyak beredar di pasar antik umumnya dijual dengan harga yang lebih terjangkau, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per keping, tergantung motif dan kondisi.

Jika tertarik untuk mulai mengoleksi koin kuno Indonesia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan mengenali ciri-ciri koin asli berdasarkan bentuk, bahan, dan aksara yang digunakan.

Kedua, mintalah pendapat dari kolektor atau komunitas numismatik sebelum memutuskan membeli. Hindari pembelian impulsif, karena banyak replika yang dijual dengan klaim “kuno” namun sebenarnya produksi modern.

Lebih baik lagi jika penjual menyediakan sertifikat keaslian atau bukti sejarah barang. Hal ini penting agar investasi dalam dunia koleksi benar-benar memiliki nilai jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI