Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Pemerintah Siap Terbitkan Obligasi "Dimsum Bond" dan "Kangaroo Bond" Tahun Ini

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 26 Mei 2025 | 16:14 WIB
Pemerintah Siap Terbitkan Obligasi "Dimsum Bond" dan "Kangaroo Bond" Tahun Ini
Ilustrasi surat utang/bond. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Indonesia semakin serius dalam upaya diversifikasi pembiayaan anggaran dengan rencana penerbitan surat utang dalam mata uang Renminbi (RMB) yang dijuluki Dimsum Bond dan mata uang Dolar Australia (AUD) atau yang dikenal sebagai Kangaroo Bond.

Langkah strategis ini diharapkan dapat mengoptimalkan portofolio utang negara dari sisi biaya dan risiko, sekaligus memperluas basis investor.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi ini ditargetkan terlaksana pada tahun ini, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang kondusif.

"Insya Allah, rencananya tahun ini. We strongly consider to issue this year, subject to market condition," ujar Suminto.

Suminto menjelaskan bahwa alasan utama di balik penerbitan surat utang baru ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dan secara bersamaan mengelola portofolio utang yang optimal.

"Optimal kan dalam pengetahuan cost and risk. Cost of fund yang minimal, risiko yang terkelola, yang terkendalikan, gitu kan? Sehingga diversifikasi instrumen itu menjadi penting," tegasnya.

Diversifikasi instrumen ini juga akan memungkinkan pemerintah untuk memperluas basis investor. Penambahan denominasi mata uang, menurut Suminto, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, tetapi juga dalam konteks mengelola portofolio utang yang optimal.

"Diversifikasi instrumen akan memungkinkan kita mengelola portofolio yang lebih baik dalam konteks cost increase, termasuk dalam konteks perluasan basis investor," tambahnya.

Secara lebih umum, optimalisasi portofolio utang mencakup berbagai komposisi, mulai dari tenor, mata uang, hingga suku bunga (antara fixed rate dan floating), serta jenis instrumen (dalam negeri, luar negeri, pinjaman, obligasi, dan sebagainya).

Terkait potensi pengurangan porsi penerbitan surat utang domestik dengan adanya obligasi baru ini, Suminto menjelaskan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas untuk mendistribusikan penerbitan.

Dengan adanya instrumen domestik, asing, dan beragam mata uang asing, pemerintah dapat menyesuaikan strategi penerbitan.

"Kan mengenai size kan kita sebenarnya oportunistik aja kan? Makanya kan karena ini instrumen pasar kan sangat subject to market condition, mana yang lebih favorable, secara pricing lebih bagus, cost of fund lebih rendah, kan gitu kan?" jelas Suminto.

Jika kondisi pasar lebih menguntungkan untuk Dimsum Bond atau Kangaroo Bond, pemerintah bisa memperbesar porsinya, dan sebaliknya jika kurang menguntungkan. Ini adalah bagian dari fleksibilitas dalam strategi penerbitan utang pemerintah.

Surat utang, atau obligasi, adalah instrumen investasi yang memungkinkan investor meminjamkan dana kepada penerbit (pemerintah atau perusahaan) dengan imbalan bunga (kupon) yang dibayarkan secara berkala. Saat jatuh tempo, penerbit akan mengembalikan pokok pinjaman kepada investor.

Obligasi sering dianggap sebagai investasi yang lebih aman dibandingkan saham karena memberikan pendapatan tetap dan memiliki risiko gagal bayar yang relatif lebih rendah, terutama obligasi pemerintah.

Namun, penting untuk mempertimbangkan peringkat kredit penerbit obligasi sebagai indikator kemampuan mereka untuk membayar kembali pinjaman.

Keuntungan investasi obligasi meliputi potensi pendapatan pasif dari kupon, diversifikasi portofolio, dan potensi capital gain jika harga obligasi naik di pasar sekunder.

Harga obligasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suku bunga, inflasi, dan sentimen pasar. Sebelum berinvestasi dalam obligasi, penting untuk memahami profil risiko Anda, tujuan investasi, dan melakukan riset mendalam mengenai penerbit obligasi.

Konsultasikan dengan penasihat keuangan jika diperlukan untuk membantu Anda membuat keputusan investasi yang tepat.

Dengan pemahaman yang baik, surat utang dapat menjadi bagian penting dari strategi investasi yang seimbang dan menguntungkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Diprediksi Tembus 100.000 Dolar, Dipicu Buyback Obligasi AS

Harga Bitcoin Diprediksi Tembus 100.000 Dolar, Dipicu Buyback Obligasi AS

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 10:07 WIB

PTPP Lunasi Utang Obligasi III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II

PTPP Lunasi Utang Obligasi III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 15:57 WIB

Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi

Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 14:22 WIB

Terkini

Jakpro Buka Tender Sponsor Raksasa untuk Naming Rights JIS 5 Tahun

Jakpro Buka Tender Sponsor Raksasa untuk Naming Rights JIS 5 Tahun

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:02 WIB

Diam-diam Pertamina Kerek Harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Diam-diam Pertamina Kerek Harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 06:45 WIB

Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter

Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 05:39 WIB

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:56 WIB

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:57 WIB

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:24 WIB

Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana

Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:59 WIB

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:44 WIB

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:43 WIB

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:19 WIB