Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 April 2025 | 14:22 WIB
Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi
Ilustrasi. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan pasar surat utang korporasi masih akan cukup solid pada 2025. (Shutterstock)

Suara.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan pasar surat utang korporasi masih akan cukup solid pada 2025 di tengah gejolak ekonomi dunia.

Penerbitan baru surat utang pada tahun ini diperkirakan berkisar Rp139,29-Rp155,43 triliun dengan titik tengah Rp143,91 triliun.

"Kami masih belum mengubah proyeksi tersebut. Memang kalau kita lihat, realisasi di kuartal pertama ini cukup baik penerbitannya, bahkan bisa dibilang sangat baik karena tumbuhnya signifikan sekali dari yang sebelumnya hanya Rp26,35 triliun tumbuh menjadi Rp46,75 triliun atau kenaikannya sekitar 77,4 persen secara year on year," ujar Ekonom atau Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto dalam konferensi pers yang diadakan secara virtual dikutip Antara, Selasa (15/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, dia memaparkan sejumlah peluang dan tantangan terkait penerbitan surat korporasi pada tahun 2025.

Pertama, kebutuhan refinancing diperkirakan masih tinggi seiring nilai surat utang jatuh tempo yang masih besar yakni Rp161,22 triliun, usai tingginya penerbitan bertenor pendek di 2024.

Pada tahun lalu, cukup banyak tenor pendek yang diminati, mulai dari tenor tiga dan satu tahun. Karena banyak tenor satu tahun, maka surat utang akan jatuh tempo dan kemungkinan akan dilakukan refinancing, sejalan dengan strategi korporasi dalam menghadapi kondisi ketidakpastian dan suku bunga tinggi yang masih terus berlangsung.

"Dengan merebutkan surat utang jangka pendek atau yang biasanya bertenor satu tahun tersebut, mereka mengharapkan ketika mereka surat utangnya jatuh tempo di tahun ini, dengan adanya prospek pelonggaran moneter yang lebih jauh di tahun ini, mereka bisa me-refinancing surat utang tersebut dengan yang kuponnya lebih rendah," kata dia.

Kedua, aktivitas sektor riil masih solid dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran rata-rata secara historis yang relatif kondusif mendukung dunia usaha. Ekonomi domestik dianggap bisa menjaga struktur ekonomi Indonesia yang cenderung ditopang sisi konsumsi dan investasi.

Kemudian, pelonggaran kebijakan moneter diperkirakan masih berlanjut, sejalan dengan ruang penurunan suku bunga yang terbuka. Bank Indonesia (BI) disebut sedang mencermati momen yang tepat untuk melonggarkan moneter lebih lanjut. Dalam hal ini, Pefindo memperkirakan masih akan ada prospek kebijakan moneter lebih longgar lagi.

baca juga

Peluang keempat adalah perusahaan akan lebih cenderung mencari pendanaan di dalam negeri di tengah kondisi volatilitas nilai tukar dan suku bunga global yang masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, ucap dia, terdapat pergeseran perilaku korporasi yang sebelumnya mencari pendanaan ke luar negeri menjadi ke dalam negeri. Hal ini menimbang pasar dalam negeri relatif menguntungkan (favorable) dibandingkan luar negeri yang mahal (costly).

Terakhir, likuiditas lembaga keuangan relatif ketat dan potensi pertumbuhan permintaan bisnis mendorong perusahaan mencari alternatif dana dengan tenor lebih panjang daripada pinjaman perbankan, seperti obligasi korporasi, untuk mendukung asset-liability keuangan.

Di samping berbagai peluang tersebut, Pefindo juga melihat beberapa tantangan yang sebagian berasal dari global.

Pertama yaitu risiko geopolitik diperkirakan masih tinggi seiring perang masih berlanjut di Timur Tengah dan Eropa Timur, sehingga membuat pasar lebih volatile dan premi yang lebih besar.

Selanjutnya, ketidakpastian meningkat akibat kebijakan ekonomi global, terutama karena perang dagang dan pelonggaran moneter Amerika Serikat (AS) yang lebih lambat, berpotensi menyebabkan nilai tukar maupun yield tertahan untuk turun.

Ketiga yakni rencana penerbitan surat utang pemerintah yang akan lebih besar menahan yield untuk bisa turun lebih jauh. Hal ini mengingat nilai surat utang jatuh tempo pada tahun 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, serta adanya kebutuhan untuk menutup defisit anggaran yang ditargetkan lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Hakim Ditangkap Kejagung Gegara Kasus Suap, DPR Minta Mahkamah Agung Berbenah

Sejumlah Hakim Ditangkap Kejagung Gegara Kasus Suap, DPR Minta Mahkamah Agung Berbenah

News | Senin, 14 April 2025 | 12:26 WIB

Utang Jumbo, WIKA Sedang Alami Tekanan Finansial

Utang Jumbo, WIKA Sedang Alami Tekanan Finansial

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 11:23 WIB

Transaksi Surat Utang di Pasar Alternatif BEI Tembus Rp246 Triliun

Transaksi Surat Utang di Pasar Alternatif BEI Tembus Rp246 Triliun

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2025 | 17:17 WIB

Terkini

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:05 WIB

×