Anggaran MBG Terlalu Besar, Indonesia Terancam Gagal Bayar Utang?

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Rabu, 28 Mei 2025 | 16:49 WIB
Anggaran MBG Terlalu Besar, Indonesia Terancam Gagal Bayar Utang?
Program makan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut gagal. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti mengenai program makan bergizi gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Adapun, selama lima bulan berlangsung program ini dinilai gagal.

Kepala Pusat Ekonomi Digital dan UKM INDEF, Izzudin Al Farras Adha, membeberkan alasan bahwa program MBG ini dinilai gagal dikarenakan banyaknya kasus keracunan makanan pada pelajar Indonesia. Tentunya ini harus segera dievaluasi oleh pemerintah.

"Yang mana ternyata sudah terjadi, soal keterbatasan anggaran, di mana Indonesia sedang menjajaki kerjasama dengan China misalnya, dan juga beberapa negara lainnya, bahkan keracunan makanan sudah terjadi kepada sejumlah anak-anak di berbagai daerah, di Tarakan, di Serabia, dan lain-lain. Jadi ini sebenarnya sudah patut dibilang gagal," kata Izzudin dalam diskusi virtual tahunan Indef, Rabu (28/5/2025).

Kata dia, dalam 5 bulan terakhir berjalannya MBG banyak yang berubah dari perencanaan.

Salah satunya mengenai perubahan target jumlah penerima hingga total anggaran yang terus bertambah. Hal ini tentunya bisa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Apalagi, dalam APBN 2025 tertulis dengan jelas bahwa target penerima manfaat itu adalah sebesar 19 juta penerima manfaat dengan total anggaran Rp 71 triliun.

Ternyata per minggu ke-2 Januari atas permintaan Presiden Prabowo, diperluas penerima manfaatnya yang kemudian berimplikasi kepada kebutuhan anggarannya.

"Jadi baru 2 minggu berjalan, kalau nggak salah tanggal 12 Januari itu sudah ada perubahan. Jadi artinya ini perencanaan sangat tidak matang," bebernya.

Dia pun merinci rencana awal 2025 itu ditargetkan kepada 19,40 juta penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp 7,1 triliun dari APBN seluruhnya.

baca juga

Namun, diperluas kepada seluruh penerima manfaat per akhir tahun 2025, yang mana tentu sudah dijelaskan juga sejak awal bahwa kalau penerima manfaat ini seluruh peserta didik begitu ditargetkan sebesar 82 juta penerima manfaat itu akan memakan anggaran sebesar Rp 400 triliun.

Anggaran ini tentunya bisa membebani APBN bahkan bisa terancam gagal bayar utang.

"Jadi hanya untuk satu program sudah memakan hampir 10 persen APBN kita, yang mana ini tentu sangat membahayakan kesinambungan fiskal kita, dimana kita masih banyak butuh membayar utang, tidak hanya pokoknya tapi juga bunganya yang jumlahnya sangat tinggi dalam tahun ini dan juga tahun depan, belum lagi program-program pemerintah lainnya," kata dia.

Sejumlah penggerak SPPG bertugas membuat Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tridadi, Sleman, Kamis (8/5/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut membebani APBN. [Hiskia/Suarajogja]

"Sehingga perluasan penerima manfaat kepada seluruh penerima manfaat di tahun 2025 ini berimplikasi sangat berbahaya terhadap keseimbangan," Izzudin menambahkan.

Sementara itu, Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF Salsabila Azkia Farhani menyampaikan, bila melihat angka kemiskinan dalam satu dekade, angka kemiskinan Indonesia mudah mengalami peningkatan saat terjadi pandemi Covid-19.

“Pada 2020 kemarin, ternyata persentase jumlah kemiskinan meningkat signifikan. Artinya Indonesia gampang terguncang ketika ada guncangan eksternal,” tutur Salsabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Ungkap Peran Budi Gunawan, Bukan Kader Tapi Jadi Jembatan PDIP dengan Pemerintah

Analis Ungkap Peran Budi Gunawan, Bukan Kader Tapi Jadi Jembatan PDIP dengan Pemerintah

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:45 WIB

Prabowo: Indonesia Siap Akui Israel Sebagai Negara dan Buka Hubungan Diplomatik, Asal...

Prabowo: Indonesia Siap Akui Israel Sebagai Negara dan Buka Hubungan Diplomatik, Asal...

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:41 WIB

Hasan Nasbi Klaim Presiden Prabowo Telah Laksanakan Janji Kampanye: Kami Sudah Kerja Keras

Hasan Nasbi Klaim Presiden Prabowo Telah Laksanakan Janji Kampanye: Kami Sudah Kerja Keras

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:33 WIB

Besok, Prabowo Ajak Presiden Macron ke Akmil Magelang: Pamer Prajurit Mahir Bahasa Prancis!

Besok, Prabowo Ajak Presiden Macron ke Akmil Magelang: Pamer Prajurit Mahir Bahasa Prancis!

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 12:27 WIB

Lukisan Soekarno di Istana Bikin Salfok! Presiden Macron ke Prabowo: This Is Your?

Lukisan Soekarno di Istana Bikin Salfok! Presiden Macron ke Prabowo: This Is Your?

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 11:14 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×