Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Harta Karun Gas Ditemukan di Area Southeast Benuang

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 10 Juni 2025 | 16:14 WIB
Harta Karun Gas Ditemukan di Area Southeast Benuang
Ilustrasi blok migas.

Suara.com - PT Pertamina EP (PEP) Adera Field sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra menemukan potensi gas di sumur BNG-068 (BNG-D11) yang berlokasi di Area Southeast Benuang.

Uji produksi awal mencatatkan hasil yang signifikan, dengan minyak sebesar 300 BCPD dan gas mencapai 10,51 MMSCFD.

Kontribusi produksi dari sumur ini membuat produksi gas Adera Field mencapai 27,05 MMS. CFD, atau meningkat 324% dari target produksi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 8,35 MMSCFD.

General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto menjelaskan, strategi utama dalam meningkatkan produksi di Adera Field adalah dengan mempertahankan produksi eksisting dan mempercepat program pemboran di Cluster Benuang.

"Keberhasilan pemboran di kawasan ini melampaui target, dengan 5 sumur telah dibor pada semester I 2025 dan perkiraan 9 sumur baru akan onstream hingga akhir tahun," ujarnya seperti yang dikutip, Selasa (10/6/2025).

Dengan penemuan sumur BNG-068, Adera Field mencatat penjualan gas rata-rata pada Mei 2025 sebesar 21,61 MMSCFD, meningkat 26% dibandingkan bulan sebelumnya.

Guna mengoptimalkan pemanfaatan gas dari sumur eksisting dan hasil pemboran baru, Adera Field tengah menambahkan gas compressor untuk meningkatkan tekanan gas agar dapat dijual secara optimal kepada konsumen.

Eksekusi program ini dilakukan dengan mengutamakan aspek HSSE sebagai prioritas utama dalam seluruh tahapan operasional.

Pencapaian ini juga merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, serta bentuk nyata komitmen PEP Adera Field dalam mendukung program Swasembada Energi yang dicanangkan oleh pemerintah melalui delapan program Asta Cita.

baca juga

Pemerintah dan SKK Migas menetapkan target ambisius untuk produksi migas Indonesia tahun 2025, yakni mencapai 1,61 juta barel minyak setara minyak per hari (BOEPD). Target ini terdiri dari 605.000 barel minyak mentah per hari dan 1.005.000 BOEPD dari gas.

Pencapaian ini didasarkan pada data Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang mengacu pada asumsi lifting minyak sebesar 605.000 BOPD dan gas 1,005 juta BOEPD.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan keyakinannya terhadap strategi peningkatan produksi melalui pengeboran masif, optimalisasi sumur idle, dan penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Pada kuartal pertama 2025, realisasi lifting minyak nasional mencapai 580.000 BOPD, atau 96% dari target RAPBN, sedangkan lifting gas melampaui target dengan capaian lebih dari 100% pada periode sama. Ini memberi sinyal positif bahwa target tahunan 1,61 juta BOEPD masih dalam jalur pencapaian.

Untuk mencapai target tersebut, SKK Migas menyusun tiga pilar strategi utama yaitu pertama, optimisasi produksi sumur existing, termasuk penerapan EOR dan Improved Oil Recovery (IOR), serta menghindari shutdown tak terencana.

Kedua, reaktivasi sumur dan lapangan idle, dengan ribuan sumur siap dikelola kembali dan opsi kerjasama dengan pihak ketiga. Dan ketiga, peningkatan eksplorasi, termasuk penerapan survei seismik 2D dan 3D, dan target pemboran sumur eksplorasi sebanyak 46 serta sumur pengembangan hampir 1.000 pada 2025.

Langkah-langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat penemuan cadangan baru, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mendukung pengoperasian kilang baru hingga 1 juta BOPD.

Gas adalah salah satu dari tiga wujud zat yang paling umum, bersama dengan padat dan cair. Gas dicirikan oleh kemampuannya untuk mengisi seluruh ruang yang tersedia, tidak memiliki bentuk atau volume tetap.

Partikel-partikel gas bergerak secara acak dan terus-menerus, menyebabkan mereka bertabrakan satu sama lain dan dengan dinding wadah. Gas memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari.

Udara yang kita hirup adalah campuran gas, terutama nitrogen dan oksigen. Gas alam digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan memanaskan rumah.

Gas juga digunakan dalam berbagai industri, seperti pembuatan pupuk, plastik, dan bahan kimia lainnya. Memahami sifat dan perilaku gas sangat penting dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PGN Group Bagikan 955 Hewan Kurban untuk Masyarakat, Berbagi Berkah dan Kebahagiaan Iduladha 1446 H

PGN Group Bagikan 955 Hewan Kurban untuk Masyarakat, Berbagi Berkah dan Kebahagiaan Iduladha 1446 H

Bisnis | Sabtu, 07 Juni 2025 | 13:13 WIB

PGAS Mau Bangun 200 Ribu Sambungan Jargas di 2025, Segini Realisasinya Sekarang

PGAS Mau Bangun 200 Ribu Sambungan Jargas di 2025, Segini Realisasinya Sekarang

Bisnis | Minggu, 01 Juni 2025 | 11:49 WIB

Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya

Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 16:06 WIB

Terkini

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB