RUPS Pertamina Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Posisi Simon Aloysius Mantiri Tak Berubah

Kamis, 12 Juni 2025 | 21:42 WIB
RUPS Pertamina Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Posisi Simon Aloysius Mantiri Tak Berubah
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama Pertamina dalam RUPS yang digelar di Jakarta, Kamis (12/6/2025). (Suara.com/Moh Reynaldi Risahondua)

Suara.com - PT Pertamina (Persero) terkena perombakan jajaran komisaris dan direksi, yang ditentukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (12/6/2025).

Ada beberapa nama baru yang masuk ke jajaran petinggi Pertamina, tetapi jabatan Direktur Utama Pertamina masih dipegang oleh Simon Aloysius Mantiri.

Dari jajaran komisaris, para pemegang saham sepakat menunjuk Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu sebagai Wakil Komisaris Utama perseroan.

Posisi pengawas perusahaan tertinggi atau Komisaris Utama masih diduduki oleh Rachmat Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

Kemudian, hasil RUPS menyepakati Nanik S Deyang sebagai Komisaris Independen serta memberhentikan Iggi H Achsien dan Alexander Lay dari kursi Komisaris Independen.

Sedangkan dari sisi jajaran direksi, perombakan juga terjadi. Hasil RUPS mengangkat Oki Muraza sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut), menggeser Wiko Migantoro.

Selain itu, Jaffee Arizon Suardin ditunjuk sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur, menggeser Alfian Nasution. Selanjutnya, Andy Arvianto mengemban tugas sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), menggantikan M Erry Sugiharto.

Perseroan juga menambah nomenlaktur direksi dalam RUPS ini, di mana ada posisi Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis yang diisi oleh Agung Wicaksono.

Berikut susunan Komisaris-Direksi Pertamina yang baru sesuai hasil RUPS.

Baca Juga: Pertamina Gelar RUPS Tahunan, Rombak Direksi?

Komisaris

  • Komisaris Utama dan Independen: Mochammad Iriawan
  • Wakil Komisaris Utama: Todotua Pasaribu (baru)
  • Komisaris Independen: Condro Kirono
  • Komisaris Independen: Raden Ajeng Sondaryani
  • Komisaris Independen: Nanik S. Deyang (baru)
  • Komisaris: Bambang Suswantono
  • Komisaris: Heru Pambudi.

Direksi

  • Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
  • Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
  • Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
  • Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha: A. Salyadi Dariah Saputra
  • Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
  • Direktur Keuangan: Emma Sri Martini
  • Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto
  • Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
  • Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto

Kinerja Positif

Pada kesempatan yang sama VP Corporate Communication PT Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengumumkan perseroan mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 baik di bidang finansial maupun operasional.

Di tahun 2024, Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar 75,33 miliar dolar AS atau setara Rp 1.194 triliun, EBITDA senilai 10,79 miliar dolar AS setara Rp 171,04 triliun dan laba bersih senilai 3,13 miliar dolar AS atau setara dengan Rp49,54 triliun.

Produksi migas Pertamina telah berhasil menembus 1 juta barrel setara minyak, menjadikan Pertamina kontributor 69 persen minyak nasional dan 37 persen gas nasional.

Pertamina juga berhasil menjadi kontributor utama produksi BBM nasional.

"Di tahun 2024 produksi migas terjaga solid di angka 1 juta barrel setara minyak. Selain itu, produksi BBM Kilang Pertamina berhasil memenuhi 70 persen kebutuhan BBM nasional, bahkan kebutuhan avtur dan diesel 100 persen dipenuhi dari kilang domestik,” kata Fadjar.

Pertamina terus memperkuat infrastruktur distribusi energi hingga saat ini lebih dari 15.000 titik retail BBM, 260.000 titik pangkalan LPG, 6.700 gerai Pertashop, 573 lokasi BBM Satu Harga dan distribusi energi juga disokong 288 kapal.

Pertamina mengoperasikan lebih dari 33.000 km pipa transmisi dan distribusi gas serta sekitar 820.000 sambungan jargas. Sedangkan dari sisi pengembangan bisnis terbarukan, Pertamina juga menjadi kontributor utama bisnis rendah karbon.

Pertamina mengelola 13 wilayah kerja geothermal, PLTGU dan PLTS dengan total kapasitas 2.502,12 megawatt. Pertamina juga memproduksi biofuel B35, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Pertamax Green 95 dan proyek Used Cooking Oil (UCO) untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Menurut Fadjar, kontribusi Pertamina kepada penerimaan negara juga terus meningkat. Sepanjang 2024, kontribusi Pertamina sebesar Rp 401,73 triliun baik dari pajak, PNBP maupun dividen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI