Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Perang Israel-Iran Memicu Ledakan Harga Minyak Dunia, Sudah Naik 7 Persen

Achmad Fauzi

Senin, 16 Juni 2025 | 08:20 WIB
Perang Israel-Iran Memicu Ledakan Harga Minyak Dunia, Sudah Naik 7 Persen
Ilustrasi pengeboran minyak mentah

Suara.com - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam lebih dari 3 persen pada Minggu (15/6/2025) menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan harga dipicu oleh serangan udara Israel terhadap dua fasilitas gas alam di Iran, yang memperkuat kekhawatiran bahwa konflik yang terus memanas akan menyebar ke infrastruktur energi dan mengganggu pasokan minyak global.

Seperti dinukil dari CNBC, Senin, 16 Juni 2025, minyak mentah Amerika Serikat tercatat naik sebesar USD 2,72 atau 3,7 persen menjadi USD 75,67 per barel. Sementara itu, harga acuan global Brent melonjak lebih tinggi, naik sebesar USD 3,67 atau 4,94 persen menjadi USD 77,90 per barel.

Kendaraan udara nirawak (drone) milik Israel dilaporkan menyerang ladang gas South Pars di Iran bagian selatan pada Sabtu, menurut laporan media pemerintah Iran. Serangan tersebut mengenai dua fasilitas pemrosesan gas alam yang merupakan bagian dari salah satu ladang gas alam terbesar di dunia. Tak hanya itu, Israel juga disebut menyerang depot minyak utama di dekat ibu kota Teheran, sebagaimana dilaporkan oleh The Jerusalem Post.

Pelatih Korban Shin Tae-yong Terjebak di Perang Iran vs Israel [Tangkap layar X]
Pelatih Korban Shin Tae-yong Terjebak di Perang Iran vs Israel [Tangkap layar X]

Di sisi lain, The Times of Israel melaporkan bahwa rudal-rudal Iran telah merusak salah satu kilang minyak utama milik Israel yang terletak di Haifa. Serangan balasan ini memperkuat eskalasi konflik dan meningkatkan risiko gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi di kawasan tersebut.

Harga minyak sebenarnya telah ditutup menguat lebih dari 7 persen pada perdagangan Jumat sebelumnya. Kenaikan tajam ini terjadi setelah Israel meluncurkan gelombang serangan udara yang menargetkan program rudal balistik dan nuklir Iran serta tokoh-tokoh senior militernya.

Lonjakan harga tersebut menjadi pergerakan terbesar dalam satu hari untuk pasar minyak sejak Maret 2022, saat Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina. Dalam sepekan terakhir, minyak mentah Amerika Serikat mencatatkan lonjakan total sebesar 13 persen.

Konflik antara kedua negara telah memasuki hari ketiga tanpa tanda-tanda deeskalasi. Israel dan Iran terus saling melancarkan serangan rudal sepanjang akhir pekan, menambah ketegangan geopolitik di kawasan yang sangat vital bagi pasokan energi global.

Yang lebih mengkhawatirkan, seorang komandan senior Iran pada hari Sabtu menyatakan bahwa Iran sedang mempertimbangkan untuk menutup Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia ke pasar energi global. Sekitar 20 persen minyak dunia melewati selat tersebut dalam perjalanan menuju konsumen internasional, menurut laporan dari Goldman Sachs.

Goldman memperkirakan bahwa jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, harga minyak bisa melonjak hingga di atas USD 100 per barel, memperburuk tekanan inflasi global dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dunia.

Namun, sejumlah analis meragukan bahwa Iran benar-benar mampu menutup Selat Hormuz secara efektif.

"Saya mendengar penilaian bahwa akan sangat sulit bagi Iran untuk menutup Selat Hormuz, mengingat keberadaan Armada Kelima AS di Bahrain,” kata Helima Croft, Kepala Strategi Komoditas Global di RBC Capital Markets, kepada program “Squawk Box” CNBC pada Jumat.

"Namun mereka bisa menargetkan kapal tanker di sana, mereka bisa menambang selat tersebut," tambah Croft.

Untuk diketahui, Iran tetap menjadi negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, tetapi outputnya dibatasi oleh sanksi ekonomi dari negara-negara Barat. Produksi Iran saat ini berkisar antara 2 hingga 3 juta barel per hari.

Sementara, Amerika Serikat merupakan produsen minyak terbesar di dunia. Negeri tersebut memproduksi lebih dari 12 juta barel per hari, terutama berkat kemajuan teknologi pengeboran minyak serpih (shale oil). Produksi utama datang dari negara bagian Texas, North Dakota, dan New Mexico.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gedung Luluh Lantak, Begini Penampakan Kota Tel Aviv Israel Usai Dihujani Rudal Iran

Gedung Luluh Lantak, Begini Penampakan Kota Tel Aviv Israel Usai Dihujani Rudal Iran

News | Minggu, 15 Juni 2025 | 20:48 WIB

Trump Kasih Paham Iran Jika Berani Serang AS: Sentuh Sedikit, Kami Balas Seribu Kali Lebih Dahsyat

Trump Kasih Paham Iran Jika Berani Serang AS: Sentuh Sedikit, Kami Balas Seribu Kali Lebih Dahsyat

News | Minggu, 15 Juni 2025 | 18:57 WIB

Jusuf Kalla: Krisis Global Hantui Indonesia Akibat Perang

Jusuf Kalla: Krisis Global Hantui Indonesia Akibat Perang

Video | Minggu, 15 Juni 2025 | 19:52 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB