Perang Iran-Israel Reda? Harga Minyak Dunia Langsung Merosot

Achmad Fauzi

Selasa, 17 Juni 2025 | 07:39 WIB
Perang Iran-Israel Reda? Harga Minyak Dunia Langsung Merosot
Salah satu kilang minyak di Iran. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Senin, 16 Juni 2025. Kondisi ini menghentikan reli yang terjadi pekan lalu seiring meningkatnya eskalasi militer antara Israel dan Iran.

Penurunan ini dipicu oleh tanda-tanda bahwa Iran menginginkan gencatan senjata dengan Israel, memberikan harapan akan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah yang krusial bagi pasokan energi global.

Seperti dilansir CNBC, Selasa, 17 Juni 2025, minyak mentah berjangka AS (WTI) tercatat turun USD 1,21 atau 1,66 persen, dan ditutup pada level USD 71,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan global, juga melemah USD 1 atau 1,35 persen menjadi USD 73,23 per barel.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 7 persen pada Jumat lalu setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas rudal balistik, nuklir, dan sasaran militer penting di Iran. Lonjakan tersebut sempat membawa harga minyak AS menyentuh puncak intraday di level USD 77,49 per barel.

Harga minyak dunia naik tipis [Foto: ANTARA]
Harga minyak dunia naik tipis [Foto: ANTARA]

Namun, optimisme pasar mulai terbentuk setelah muncul laporan bahwa Iran menyampaikan sinyal ingin meredakan konflik kepada Amerika Serikat melalui sejumlah negara perantara seperti Qatar, Arab Saudi, Oman, Turki, dan beberapa negara Eropa.

"Iran telah meminta Qatar, Arab Saudi, Oman, Turki, dan beberapa negara Eropa untuk mendesak Presiden Donald Trump agar menekan Israel agar melakukan gencatan senjata. Teheran telah menjanjikan fleksibilitas dalam perundingan nuklir sebagai gantinya, kata seorang diplomat Timur Tengah yang mengetahui masalah tersebut

Presiden AS Donald Trump pun mengonfirmasi hal tersebut dalam pernyataannya pada KTT G7 di Kanada. "Mereka ingin berbicara, tetapi mereka seharusnya sudah melakukannya sebelumnya. Mereka seharusnya berbicara dan mereka seharusnya berbicara segera sebelum terlambat," kata Trump kepada wartawan.

Meski terdapat sinyal diplomatik, aksi militer masih terus berlangsung. Pada hari keempat serangan Senin kemarin, militer Israel mengklaim telah mencapai 'superioritas udara' atas Iran.

Pesawat nirawak Israel disebut telah menyerang ladang gas South Pars di Iran selatan pada Sabtu, menghantam dua fasilitas pemrosesan gas alam. Selain itu, depot minyak utama dekat Teheran juga menjadi sasaran, sementara rudal Iran dikabarkan merusak kilang minyak di Haifa, Israel.

baca juga

Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran akan ancaman terhadap infrastruktur energi di wilayah Teluk dan potensi gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Komandan senior dan anggota parlemen Iran, Esmail Kowsari, menyatakan bahwa Iran sedang mempertimbangkan untuk menutup Selat Hormuz. Menurut Goldman Sachs, langkah itu bisa mendorong harga minyak menembus USD 100 per barel.

Namun, hal tersebut dinilai tidak mudah dilakukan. "Iran akan mengalami kesulitan untuk menutup selat tersebut karena keberadaan Armada Kelima AS di Bahrain," ujar Helima Croft, Kepala Strategi Komoditas Global di RBC Capital Markets.

"Namun, mereka dapat menargetkan kapal tanker di sana, mereka dapat menambang selat tersebut," tambahnya.

Proyeksi Harga

Meskipun situasi masih panas, sejumlah analis memproyeksikan bahwa harga minyak tidak akan menembus level USD 80 per barel dalam waktu dekat. Rystad Energy menilai bahwa konflik kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).
Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).

"Kami tetap berpandangan bahwa konflik ini kemungkinan akan berlangsung singkat, karena eskalasi lebih lanjut berisiko melampaui kendali para pemangku kepentingan utama," kata Janiv Shah, Wakil Presiden Pasar Komoditas di Rystad.

Lebih lanjut, Shah menyebutkan bahwa pemerintahan Trump juga memiliki kepentingan untuk menjaga harga energi tetap stabil di kisaran USD 50 per barel, sehingga dapat mendorong pendekatan diplomatik guna menahan eskalasi.

Namun, Helima Croft memperingatkan bahwa risiko konflik berkepanjangan masih ada. "Israel tampaknya bersiap menghadapi konflik yang lebih panjang," ujarnya.

"Konflik yang berlarut-larut menimbulkan kemungkinan bahwa fasilitas dan infrastruktur ekspor minyak di wilayah tersebut dapat menjadi sasaran," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Israel-Iran Memicu Ledakan Harga Minyak Dunia, Sudah Naik 7 Persen

Perang Israel-Iran Memicu Ledakan Harga Minyak Dunia, Sudah Naik 7 Persen

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 08:20 WIB

Israel Serang Iran, Harga Emas Bisa Sentuh US$3.500

Israel Serang Iran, Harga Emas Bisa Sentuh US$3.500

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:23 WIB

Konflik Israel vs Iran Goyang Pasar Kripto, Investor Ikuti Pergerakan Global

Konflik Israel vs Iran Goyang Pasar Kripto, Investor Ikuti Pergerakan Global

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:37 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×