Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 29 April 2026 | 12:13 WIB
Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah
YLKI mempertanyakan keandalan infrastruktur, sistem peringatan dini alias early warning, dan mekanisme pengamanan PT KAI usai kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek dengan di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. [Antara]
baca 10 detik
  • Masyarakat Transportasi Indonesia mendesak pemisahan jalur kereta di Bekasi-Cikarang pasca insiden kecelakaan KRL dan kereta jarak jauh.
  • Pembangunan jalur ganda atau double-double track diperlukan agar operasional KRL dan kereta antarkota tidak lagi saling mengganggu.
  • Pihak MTI juga menuntut audit sistem pengendalian perjalanan kereta secara menyeluruh guna mencegah risiko kecelakaan akibat volume lalu lintas.

Suara.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemisahan jalur antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan kereta jarak jauh (KJJ) di lintas Bekasi-Cikarang usai kecelakaan KRL beruntun di Bekasi Timur yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

Ketua Forum Perkeretaapian MTI Deddy Herlambang menilai jalur padat berbasis mixed traffic atau penggunaan bersama antara KRL dan kereta antarkota di koridor tersebut memiliki risiko keselamatan lebih tinggi jika tidak segera dipisahkan.

“Khusus lintas lalu lintas perjalanan Kereta Api padat yang over kapasitas lintas segera dilanjutkan dibangun double-double track dari Bekasi ke Cikarang untuk pemisah perjalanan (Track Segregation Policy) KRL dan Kereta Api antar kota,” kata Deddy Herlambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, lintas Bekasi-Cikarang menjadi salah satu jalur tersibuk karena melayani perjalanan komuter harian sekaligus kereta jarak jauh dalam satu koridor, sehingga kompleksitas operasional meningkat dan risiko gangguan berantai lebih besar ketika terjadi insiden.

MTI menilai pemisahan jalur bukan sekadar proyek penambahan kapasitas, tetapi bagian dari strategi keselamatan jangka panjang agar perjalanan KRL dan KJJ tidak saling mengganggu.

“Sehingga terjamin keselamatan perjalanan Kereta Api,” ujarnya.

Deddy mengatakan kecelakaan Bekasi Timur menjadi pengingat bahwa jalur campuran dengan volume tinggi menyimpan kerentanan sistemik, terutama jika gangguan di satu titik memicu efek domino pada rangkaian lain.

Karena itu, MTI mendorong percepatan pembangunan double-double track sebagai bentuk segregasi jalur agar kereta komuter dan kereta antarkota memiliki ruang operasi yang lebih aman dan terpisah.

“Dalam Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKT) diperlukan audit segera, apakah tepat memantau posisi dan mengatur lalu lintas kereta di lintas Bekasi-Cikarang melalui layar dan panel kendali,” tutur Deddy.

baca juga

Selain pembangunan jalur terpisah, MTI juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian perjalanan di koridor padat tersebut, termasuk kemampuan mitigasi saat terjadi kondisi darurat.

Bagi MTI, tanpa reformasi infrastruktur dan sistem operasi, pertumbuhan volume perjalanan di jalur Bekasi-Cikarang berpotensi meningkatkan risiko keselamatan di masa depan.

“KKA pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan adanya kerentanan sistemik dalam penyelenggaraan perkeretaapian nasional, khususnya pada lintas padat berbasis mixed traffic,” pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:40 WIB

Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Fotonya Termenung di Samping Bangkai KRL Viral

Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Fotonya Termenung di Samping Bangkai KRL Viral

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 11:37 WIB

Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?

Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 11:25 WIB

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:16 WIB

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:06 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×