Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Kenapa Pasar Properti Mewah Laris Manis?

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 19 Juni 2025 | 07:47 WIB
Kenapa Pasar Properti Mewah Laris Manis?
Properti mewah di kawasan premium seringkali dianggap sebagai simbol status dan investasi yang relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. (Foto ist)

Suara.com - Pasar properti mewah di kawasan premium sekitar Jakarta terus menunjukkan geliatnya, menarik minat para investor kakap dan kalangan berpunya yang mencari hunian eksklusif atau aset investasi yang menjanjikan. 

Properti mewah di kawasan premium seringkali dianggap sebagai simbol status dan investasi yang relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Salah satu pengembangan yang gencar melakukan pemasaran propertinya adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Emiten milik Sugianto Kusuma alias Aguan ini terus menawarkan produk propertinya bagi kalangan kelas atas.

Director of Sales & Marketing PANI Lucia Aditjakra mengatakan PIK2 merupakan satu-satunya waterfront city di Jakarta Utara dengan luas pengembangan lebih dari 6.000 hektar. 

"PIK2 bukan hanya menawarkan desain kawasan terbaik, tetapi juga menjawab kebutuhan pasar dan berdampak positif bagi masyarakat sekitarnya,” kata Lucia kepada wartawan, Rabu (18/7/2025).

Lucia menerangkan bahwa minat masyarakat terhadap properti milik perusahaan terus meningkat. Setiap kali peluncuran produk baru, antusiasme publik terbukti dengan cepatnya unit-unit terjual habis.

Lucia pun mencontohkan seperti acara Roadshow Property Week 2025 yang diselenggarakan perusahaan dimana antusias masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasan premium sangatlah tinggi.

"Melalui roadshow ini, masyarakat dapat mengenal lebih dekat kawasan PIK2 sekaligus mendapatkan penawaran menarik untuk memiliki hunian dengan proses mudah," katanya.

Saat ini PANI tengah menggelar Roadshow Property Week 2025 di sejumlah pusat perbelanjaan mulai dari Central Market, Living World Alam Sutera dan Lippo Mal Puri dari awal bulan ini hingga Juli 2025.

baca juga

Menurut dia salah satu faktor yang membuat kawasan ini memiliki nilai investasi yang baik karena konsep Integrated City. Lucia bilang PIK2 menyuguhkan kawasan modern yang menyatu dengan berbagai fasilitas utama-mulai dari transportasi publik, institusi pendidikan, pusat hiburan, layanan kesehatan, hingga area komersial dalam satu kawasan terpadu.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2025, emiten properti ini membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp49,57 miliar. Jumlah ini merosot 59,49 persen dibandingkan Rp122,38 miliar pada kuartal I/2024.

Penurunan laba bersih sejalan dengan kinerja pendapatan yang melemah 4,43 persen year on year (YoY) menjadi Rp611,97 miliar sepanjang Januari-Maret 2025. Perolehan tersebut sebagian besar dikontribusikan dari segmen usaha real estate. 

Seiring penurunan pendapatan, beban pokok PANI juga turun 0,44 persen YoY menjadi Rp267,98 miliar. Hasilnya, laba kotor tergerus 7,33 persen YoY menjadi Rp343,98 miliar.

PANI turut membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp161,79 miliar atau turun 41,49 persen secara tahunan. Melemahnya kinerja bottom line ini akhirnya membuat laba per saham PANI menyusut dari Rp7,83 menjadi Rp2,94.

Namun, dari sisi likuiditas, PANI menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kas dan setara kas akhir periode melonjak hampir tiga kali lipat mencapai Rp5,48 triliun pada akhir Maret 2025, dibandingkan Rp1,85 triliun pada tahun sebelumnya. 

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan, menyatakan bahwa manajemen tetap optimistis terhadap prospek sektor properti nasional. Menurutnya, segmen pasar middle-up yang menjadi fokus utama PANI memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat, didukung oleh perubahan preferensi konsumen dan permintaan terhadap kawasan terintegrasi berkualitas.

Menurutnya, segmen pasar middle-up yang menjadi fokus utama PANI memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat, didukung oleh perubahan preferensi konsumen dan permintaan terhadap kawasan terintegrasi berkualitas. 

“PIK2 kami yakini akan menjadi simbol masa depan kota modern yang terintegrasi. Dengan infrastruktur dan konektivitas yang mumpuni serta pembangunan fasilitas berskala nasional, kami optimistis PIK2 akan menjadi magnet investasi dan destinasi unggulan di Jabodetabek,” ujar Aguan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai-ramai BUMN Garap Proyek 3 Juta Rumah Prabowo

Ramai-ramai BUMN Garap Proyek 3 Juta Rumah Prabowo

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:42 WIB

Swancity Telah Genlontorkan Investasi Rp 1,2 Triliun Bangun Kawasan Hunian

Swancity Telah Genlontorkan Investasi Rp 1,2 Triliun Bangun Kawasan Hunian

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:01 WIB

Proyek HWB Sasar Keluarga Berpenghasilan Rendah

Proyek HWB Sasar Keluarga Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:28 WIB

Terkini

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB