Selat Hormuz Batal Ditutup, Harga Emas Tiba-tiba Anjlok Hingga Level Terendah

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Juni 2025 | 07:50 WIB
Selat Hormuz Batal Ditutup, Harga Emas Tiba-tiba Anjlok Hingga Level Terendah
Ilustrasi: Kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia merosot hingga 7 persen pada Senin 23 Juni 2025, atau turun USD 5 per barel setelah Iran memutuskan untuk tidak menutup Selat Hormuz.

Sebagai gantinya, Iran membalas serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklirnya dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar.

Seperti dinukil Reuters, Selasa, 24 Juni 2025, minyak mentah Brent ditutup turun sebesar USD 5,53 atau 7,2 persen ke level USD 71,48 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga jatuh USD 5,53 atau 7,2 persen menjadi USD 68,51.

Kondisi Ini menjadi penurunan harian tertajam bagi Brent sejak Agustus 2022.

“Aliran minyak saat ini bukanlah target utama dan kemungkinan tidak akan terdampak. Saya kira akan ada pembalasan militer terhadap pangkalan-pangkalan AS dan/atau upaya untuk menyerang lebih banyak target sipil Israel,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital.

Ilustrasi peta Selat Hormuz. (ist)
Ilustrasi peta Selat Hormuz. (ist)

Di awal perdagangan Asia, harga Brent sempat melonjak hampir 6 persen karena kekhawatiran pasar bahwa Iran akan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di mana sekitar 20 persen pasokan minyak global dikirimkan.

Namun, tidak adanya aksi nyata dari Iran terhadap jalur tersebut membuat kekhawatiran pasar mereda dan harga minyak berbalik arah.

Iran yang merupakan produsen minyak terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), sebelumnya mengancam akan menutup Selat Hormuz. Meski begitu, serangan balasan yang dilakukan lebih mengarah pada target militer, bukan infrastruktur energi global.

Serangan rudal terhadap pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar, instalasi militer terbesar milik AS di Timur Tengah, tidak menyebabkan korban jiwa. Dua pejabat AS mengonfirmasi kepada Reuters bahwa tidak ada personel yang tewas atau terluka dalam insiden tersebut.

baca juga

Menurut Energy Aspects, serangan yang tidak menimbulkan korban ini bisa menjadi peluang awal untuk deeskalasi ketegangan.

"Kecuali ada indikasi pembalasan Iran lebih lanjut atau eskalasi oleh Israel/AS, maka kita mungkin melihat beberapa premi risiko geopolitik keluar dari harga pada hari-hari berikutnya," tulis mereka dalam analisisnya.

Seorang sumber yang mengetahui langsung situasi menyebut tidak ada gangguan pada pengiriman atau produksi energi QatarEnergy, dan belum terdeteksi adanya serangan lain di pangkalan militer AS selain di Qatar. Hal ini membuat pasar semakin yakin bahwa pasokan energi tidak terganggu secara langsung.

Kendati begitu, kondisi di perairan sekitar Selat Hormuz masih menimbulkan ketidakpastian. Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya dua kapal tanker super mengubah arah di dekat wilayah tersebut, menandakan kehati-hatian pelaku industri logistik energi terhadap situasi keamanan di kawasan.

Presiden AS Donald Trump pun ikut angkat suara, menyatakan keinginannya agar harga minyak tetap rendah demi mencegah tekanan tambahan pada ekonomi global.

Melalui platform Truth Social, Trump menginstruksikan kepada Departemen Energi AS untuk mendukung peningkatan produksi domestik dengan slogan, "bor, sayang, bor," seraya menambahkan, "Maksud saya sekarang."

Di sisi lain, perusahaan minyak internasional seperti BP, TotalEnergies, dan Eni telah mengevakuasi sejumlah staf dari ladang minyak di Irak sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik.

Kilang minyak lepas pantai Pertamina (Antara)
Kilang minyak lepas pantai Pertamina (Antara)

Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, menilai bahwa penurunan harga minyak saat ini menggambarkan siklus ketegangan geopolitik yang sering kali terjadi di Timur Tengah.

"Dalam satu sisi, kita pernah melihat film ini sebelumnya. Semua ketegangan geopolitik yang telah kita lihat di Timur Tengah, baik itu Israel, Iran atau yang lain, kita belum melihat penutupan Selat Hormuz, meskipun isu tersebut selalu muncul," katanya.

Bank HSBC memperkirakan bahwa harga minyak Brent masih bisa naik di atas US$80 per barel jika terdapat indikasi penutupan Selat Hormuz atau gangguan signifikan lainnya terhadap suplai. Namun, bila ancaman tersebut tak terwujud, harga diprediksi kembali turun seiring meredanya premi risiko geopolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serang Iran, Amerika Diramal Alami Inflasi Tinggi dan Ekonomi Lesu

Serang Iran, Amerika Diramal Alami Inflasi Tinggi dan Ekonomi Lesu

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 07:29 WIB

AS Serang Iran, Kantor Sri Mulyani Kencangkan Ikat Pinggang

AS Serang Iran, Kantor Sri Mulyani Kencangkan Ikat Pinggang

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 18:50 WIB

Selat Hormuz Mau Ditutup Iran, Pasokan Minyak Mentah Pertamina Aman?

Selat Hormuz Mau Ditutup Iran, Pasokan Minyak Mentah Pertamina Aman?

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 13:36 WIB

Terkini

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

News | Minggu, 08 November 2026 | 06:24 WIB

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Entertainment | Minggu, 08 November 2026 | 06:05 WIB

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 05:55 WIB

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

×