Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Pengamat Minta Semua Waspada Harga BBM Pertalite Bisa Naik Imbas Konflik Iran-Israel

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Juni 2025 | 10:40 WIB
Pengamat Minta Semua Waspada Harga BBM Pertalite Bisa Naik Imbas Konflik Iran-Israel
Pengendara melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina, Jakarta, Selasa (10/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Konflik antara Iran dan Israel ini membuat ketidakpastian bagi harga komoditas, salah satunya harga minyak mentah dunia. Apalagi, jika harga minyak mentah itu melesat akan berimbas pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.

Sebab, harga minyak dunia merupakan salah satu acuan bagi pemerintah maupun PT Pertamina (Persero) untuk menentukan harga BBM di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar, meminta semua waspada atas lonjakan harga minyak mentah dunia itu. Karena akan sangat memengaruhi struktur harga BBM nasional, termasuk jenis subsidi seperti Pertalite.

"Sangat berpengaruh pada harga BBM, dampak perang tersebut akan langsung dirasakan oleh Indonesia karena akan mengerek naik harga minyak mentah dunia dan itu akan pengaruh langsung pada harga BBM," ujar Bisman saat dihubungi Suara.com, Selasa (24/6/2025).

Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Bisman menyebut kemungkinan kenaikan harga BBM, baik yang termasuk Public Service Obligation (PSO) seperti Pertalite dan Solar, maupun non-PSO seperti Pertamax, sangat besar jika kondisi konflik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.

"Sangat besar kemungkinan kenaikan harga BBM, baik harga BBM PSO (subsidi) maupun BBM non PSO. Jika kondisi beberapa hari ini konflik Iran-Israel tidak mereda dan harga minyak mentah dunia naik, maka kemungkinan BBM akan naik terutama BBM non PSO," imbuh dia.

Menurutnya, meskipun pemerintah kemungkinan besar masih akan menahan kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat, hal itu tetap membawa konsekuensi fiskal yang serius.

Beban subsidi yang membengkak akibat harga minyak dunia yang tinggi bisa memperparah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang saat ini juga sedang dalam tekanan.

"Untuk harga BBM subsidi (PSO) ada kemungkinan naik juga, namun pasti pemerintah akan berpikir panjang. Untuk sementara belum akan naik sehingga beban subsidi semakin besar dan akan ditanggung oleh APBN yang juga sedang tidak baik kondisinya. Namun jika kenaikan terus meningkat saya kira tidak ada pilihan bagi Pemerintah selain juga menaikkan harga BBM PSO," kata Bisman.

baca juga

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100

Bisman menekankan, harga minyak mentah dunia sangat sensitif terhadap ketegangan geopolitik, terlebih jika terjadi gangguan langsung terhadap produksi atau distribusi dari negara penghasil minyak utama seperti Iran.

"Harga minyak mentah dunia sangat sensitif terhadap kondisi geopolitik dan konflik global, jadi dipastikan konflik Iran vs Israel yang semakin memanas akan mempengaruhi dan menjadi pemicu kenaikan harga crude oil. Apalagi Iran merupakan produsen besar minyak bumi yang apabila proses produksi atau jalur distribusi di Iran kena dampak, maka akan semakin potensial terjadi kenaikan signifikan," imbuh dia.

Menurutnya, keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik ini akan memperluas cakupan eskalasi dan berdampak langsung pada pasar energi global. Dengan ketidakpastian yang tinggi terhadap masa depan jalur distribusi minyak, seperti di Selat Hormuz, maka potensi harga minyak dunia menembus USD 100 per barel bahkan lebih sangat terbuka.

"Perkembangannya konflik perang tersebut semakin memanas, apalagi AS ikut-ikutan juga yang berarti konflik global semakin meluas, apalagi juga sudah pengaruh pada fasilitas produksi dan distribusi minyak bumi, jadi sangat memungkinkan harga akan tembus USD 100 bahkan bisa jadi lebih," imbuh Bisman.

Harga Minyak Dunia Turun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel, Wall Street Langsung Meroket

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel, Wall Street Langsung Meroket

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 08:44 WIB

Selat Hormuz Batal Ditutup, Harga Emas Tiba-tiba Anjlok Hingga Level Terendah

Selat Hormuz Batal Ditutup, Harga Emas Tiba-tiba Anjlok Hingga Level Terendah

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 07:50 WIB

Serang Iran, Amerika Diramal Alami Inflasi Tinggi dan Ekonomi Lesu

Serang Iran, Amerika Diramal Alami Inflasi Tinggi dan Ekonomi Lesu

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 07:29 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB