Obligasi Jadi Pilihan Utama Bank di Tengah Ketatnya Persaingan Pendanaan

Iwan Supriyatna

Selasa, 01 Juli 2025 | 07:11 WIB
Obligasi Jadi Pilihan Utama Bank di Tengah Ketatnya Persaingan Pendanaan
Ilustrasi: Obligasi. (Shutterstock)

Suara.com - Industri perbankan nasional terus melakukan inovasi dan memanfaatkan berbagai instrumen pasar modal sebagai alternatif pembiayaan jangka panjang yang semakin penting. Dalam konteks ini, penerbitan obligasi telah menjadi salah satu strategi yang lazim dan efektif, yang digunakan oleh sejumlah bank besar di Indonesia. 

Langkah ini diambil oleh Bank BUMN terkemuka seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Bank BNI akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai maksimal Rp 5 triliun, yang merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target total Rp 15 triliun. 

Kemudian, Bank BRI yang secara resmi menerbitkan social bond atau Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 sebesar Rp5 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Program Penawaran Umum Berkelanjutan I dengan target penghimpunan dana sebesar Rp20 triliun. 

Sementara Bank Mandiri juga tercatat telah menerbitkan Obligasi pada tahun 2025, khususnya Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap II, senilai Rp500 miliar dan telah dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 26 Maret 2025. Pada tanggal 21 Maret 2025, Bank Mandiri juga menerbitkan global bond atau obligasi internasional senilai US$ 800 juta. 

Selain itu, Bank BTN di tahun 2025 ini juga berencana menerbitkan obligasi untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya. Rencana ini termasuk penerbitan obligasi dalam rupiah dengan target dana sekitar Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun. 

Selain bank plat merah, bank swasta nasional seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, Bank OCBC NISP, Panin Bank dan Bank Maybank Indonesia juga telah menempuh jalur ini sebagai bagian dari strategi pembiayaan mereka di periode yang sama. 

Analis Trimegah Sekuritas, Kharel Devin Fielim menyebutkan, setidaknya tujuh emiten besar, mulai dari perbankan BUMN hingga perusahaan pembiayaan, sedang menjalani masa bookbuilding dengan total target penerbitan mencapai puluhan triliun rupiah. Diantaranya, Bank BRI menerbitkan Social Bond senilai Rp5 triliun. Bank BNI menerbitkan, Sustainability Bond Rp5 triliun. Indomobil Finance; Target Rp1,5 triliun. 

Menurut Kharel Devin Fielim beberapa emiten melaporkan minat investor yang sangat tinggi. Social Bond BRI disebut-sebut sudah mengalami oversubscribe hingga 2,5 kali dari target penerbitan.

baca juga

"Respons pasar sangat positif. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia," katanya.

Dia menambahkan, beberapa emiten lain seperti Bank BTN disebut sedang mempersiapkan penerbitan obligasi senilai Rp10-Rp15 triliun untuk mendukung program KPR. Sementara itu, beberapa perusahaan pembiayaan juga dikabarkan akan segera mengumumkan rencana penerbitan.

Selain institusi besar, Bank Mandiri Taspen juga tidak ketinggalan untuk melangkah dalam skema penerbitan obligasi ini. Langkah ini mencerminkan peran aktif dari bank dalam memperkuat struktur pendanaannya, serta dukungan terhadap pertumbuhan sektor riil. Dengan berpartisipasi dalam penerbitan obligasi, 

Dalam konteks ini, Bank Mandiri Taspen—yang dikenal sebagai bank yang fokus pada segmen pensiunan—juga menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan pelayanan yang optimal melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2025 senilai total Rp 3 triliun, dengan tahap pertama senilai Rp 1,5 triliun yang akan diterbitkan pada bulan Juli 2025. Obligasi ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).

Penerbitan obligasi ini juga sebagai upaya Bank Mandiri Taspen mendukung berbagai program dan inisiatif di sektor keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pensiunan. 

Penerbitan obligasi ini mendapatkan sambutan positif yang signifikan dari pasar, bahkan mencatat oversubscribe, yang menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan investor terhadap kinerja dan fundamental perusahaan sangat tinggi. Hal ini mencerminkan keyakinan investor bahwa Bank Mandiri Taspen memiliki prospek yang baik di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SMI Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Rp 12 Triliun

SMI Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Rp 12 Triliun

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 14:25 WIB

BI: Uang Beredar Melambat Hanya Capai Rp 9.406,6 Triliun

BI: Uang Beredar Melambat Hanya Capai Rp 9.406,6 Triliun

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 11:59 WIB

BI Guyur Dana Segar Rp 372 Triliun untuk Perkuat Likuiditas Perbankan

BI Guyur Dana Segar Rp 372 Triliun untuk Perkuat Likuiditas Perbankan

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 14:19 WIB

Terkini

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda dengan Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda dengan Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

×