Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Emas Antam Anjlok, Cek Harga Terbaru Hari Ini

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 09:05 WIB
Emas Antam Anjlok, Cek Harga Terbaru Hari Ini
Ilustrasi emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 3 Juli 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.911.000 per gram.

Harga emas Antam merosot sebesar Rp 2.000 dibandingkan hari Rabu, 2 Juli 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.755.000 per gram.

Harga buyback itu juga anjlok Rp 2.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Petugas menunjukan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menunjukan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp 998.000
  • Emas 1 Gram Rp 1.911.000
  • Emas 2 gram Rp 3.732.000
  • Emas 3 gram Rp 5.573.000
  • Emas 5 gram Rp 9.2555.000
  • Emas 10 gram Rp 18.455.000
  • Emas 25 gram Rp 46.012.000
  • Emas 50 gram Rp 91.945.000
  • Emas 100 gram Rp 183.812.000
  • Emas 250 gram Rp 459.265.000
  • Emas 500 gram Rp 918.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 1.836.600.000

Harga Emas Dunia Naik

Harga emas menguat, karena pelaku pasar menantikan rilis data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) terbaru dari Amerika Serikat (AS), yang dinilai berpotensi menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Seperti dilansir dari FXstreet, harga emas spot diperdagangkan di level USD 3.348, naik 0,29 persen.

Kenaikan harga logam mulia ini terjadi di tengah kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja AS. Berdasarkan laporan dari Automatic Data Processing (ADP), perusahaan-perusahaan di AS tampaknya lebih memilih untuk menghentikan perekrutan dibandingkan melakukan pemutusan hubungan kerja, sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang tidak pasti. Salah satu sinyal pelemahan pasar tenaga kerja adalah langkah Microsoft yang memangkas 9.000 karyawan.

Para investor kini mengalihkan fokus mereka pada laporan ketenagakerjaan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang akan dirilis hari Kamis waktu setempat. Laporan tersebut diperkirakan menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya mampu menambah 110.000 pekerjaan pada bulan Juni, melambat dibandingkan 139.000 pekerjaan yang tercipta pada Mei.

Tingkat pengangguran juga diprediksi naik dari 4,2 persen menjadi 4,3 persen, meski masih dalam proyeksi 4,4 persen yang ditetapkan oleh The Fed dalam Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbarunya.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Berita mengenai kemungkinan gencatan senjata selama 60 hari dalam serangan Israel ke Gaza, serta kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran, turut meredakan kekhawatiran pasar dan memicu penurunan minat terhadap aset safe haven seperti emas.

Akibatnya, reli harga emas mulai kehilangan tenaga, membuat logam mulia ini kesulitan untuk kembali menembus level psikologis USD 3.400.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan negara-negara tetangganya. Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan memperpanjang tenggat waktu 9 Juli untuk pelaksanaan tarif impor yang lebih tinggi, menambah ketidakpastian di pasar global.

Minggu perdagangan yang singkat karena libur Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, akan ditandai dengan rilis data Klaim Pengangguran Awal dan NFP pada hari Kamis. Kedua data ini dipandang sebagai indikator penting arah kebijakan suku bunga dan pergerakan dolar AS, yang secara langsung mempengaruhi harga emas.

Secara teknikal, kecenderungan bullish harga emas masih berlanjut. Para pedagang menargetkan level tertinggi minggu ini di USD 3.358, yang jika berhasil ditembus, bisa membuka jalan menuju pengujian level USD 3.400. Indikator Indeks Kekuatan Relatif (RSI) menunjukkan momentum naik masih kuat, sehingga arah paling mudah bagi emas adalah menuju harga yang lebih tinggi.

Jika mampu menembus USD 3.400, maka target berikutnya adalah USD 3.450 dan kemudian titik tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di USD 3.500. Sebaliknya, jika harga turun di bawah Simple Moving Average (SMA) 50 hari di USD 3.320, maka level support pertama berada di USD 3.300. Apabila level ini juga ditembus, harga emas berpotensi menuju swing low pada 30 Juni di level USD 3.246.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Loyo, Harganya Balik ke 1,8 Juta per Gram

Emas Antam Loyo, Harganya Balik ke 1,8 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 09:30 WIB

Emas Antam Terpuruk, Harga Anjlok Jadi Rp 1.932.000/Gram

Emas Antam Terpuruk, Harga Anjlok Jadi Rp 1.932.000/Gram

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 10:05 WIB

Emas Antam Stagnan di Harga Rp 1.942.000 per Gram

Emas Antam Stagnan di Harga Rp 1.942.000 per Gram

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 09:37 WIB

Terkini

IHSG Terus Terbang, Tembus Level 7.600 Pagi Ini

IHSG Terus Terbang, Tembus Level 7.600 Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:16 WIB

Ritual Aneh Investor Agar Cuan: Dari Punggung Sakit George Soros Hingga Ramalan Bintang

Ritual Aneh Investor Agar Cuan: Dari Punggung Sakit George Soros Hingga Ramalan Bintang

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:52 WIB

18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten

18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:52 WIB

Transaksi Digital Melonjak, Bank Mega Syariah Raup DPK Rp709 Miliar

Transaksi Digital Melonjak, Bank Mega Syariah Raup DPK Rp709 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:42 WIB

Prabowo Temui Vladimir Putin saat Menhan Teken Kesepakatan Menteri Perang AS

Prabowo Temui Vladimir Putin saat Menhan Teken Kesepakatan Menteri Perang AS

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:42 WIB

Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik

Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:11 WIB

Emiten PPRO Keluarkan Strategi Gali Pendapatan Berulang di Kawasan Hunian

Emiten PPRO Keluarkan Strategi Gali Pendapatan Berulang di Kawasan Hunian

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:07 WIB

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:32 WIB

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:29 WIB