Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Borong Energi AS Senilai Rp251 Triliun Demi Hindari Tarif Tinggi

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 03 Juli 2025 | 15:52 WIB
Indonesia Borong Energi AS Senilai Rp251 Triliun Demi Hindari Tarif Tinggi
Pemerintah Indonesia siap menggelontorkan dana jumbo senilai US$15,5 miliar atau setara Rp251 triliun untuk membeli komoditas energi dan agrikultur dari Amerika Serikat (AS). (Foto: Fadil-Suara.com)

Suara.com - Pemerintah Indonesia siap menggelontorkan dana jumbo senilai US$15,5 miliar atau setara Rp251 triliun untuk membeli komoditas energi dan agrikultur dari Amerika Serikat (AS).

Langkah strategis ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di kantornya hari ini, Kamis (3/7/2025).

Pembelian besar-besaran ini merupakan bagian dari upaya lobi Indonesia dalam negosiasi tarif resiprokal yang diberlakukan AS kepada beberapa negara, termasuk Indonesia.

"Kita akan melakukan pembelian energi sebesar US$15,5 miliar baik berupa barang maupun investasi kepada AS," terang Airlangga, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga hubungan dagang yang stabil dengan Negeri Paman Sam.

Selain komoditas energi, paket pembelian ini juga mencakup produk agrikultur serta rencana investasi, termasuk yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Danantara. 

Airlangga memastikan bahwa rencana peningkatan impor dari AS ini telah dibahas secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga BPI Danantara.

Sebagai tindak lanjut, rencana ini akan diformalkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan AS terkait peningkatan impor tersebut. 

"Rencananya akan diadakan perjanjian ataupun memorandum of understanding antara Indonesia dengan mitranya di Amerika Serikat pada tanggal 7 Juli nanti," ungkap Airlangga, menandai momentum penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Airlangga juga menambahkan bahwa tim Indonesia saat ini telah berada di AS, tepatnya di Washington, untuk memuluskan rencana ini. Keberadaan tim di sana bersama delegasi dari negara lain seperti India, Jepang, Uni Eropa, Vietnam, dan Malaysia menunjukkan betapa krusialnya negosiasi ini dalam upaya Indonesia menghindari penerapan tarif impor tinggi dari AS.

baca juga

Langkah berani ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi ekspor Indonesia ke AS, memastikan produk-produk Indonesia tetap kompetitif di pasar global, dan menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika perdagangan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Tak Takut Lawan AS, Siap Jadi Langganan "Minyak Murah" dari Iran

China Tak Takut Lawan AS, Siap Jadi Langganan "Minyak Murah" dari Iran

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 07:33 WIB

Feng Shui Dapur Sebaiknya Bagaimana? Ini 9 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan

Feng Shui Dapur Sebaiknya Bagaimana? Ini 9 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan

Lifestyle | Rabu, 02 Juli 2025 | 18:20 WIB

Demo Zero ODOL, Menko Airlangga: Semua Aspirasi Kita Tampung!

Demo Zero ODOL, Menko Airlangga: Semua Aspirasi Kita Tampung!

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 16:00 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×