Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Imbas Deal Trump-Prabowo! Pertamina Siap 'Borong' Minyak Mentah & LPG dari AS

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:16 WIB
Imbas Deal Trump-Prabowo! Pertamina Siap 'Borong' Minyak Mentah & LPG dari AS
Pertamina kini tengah bersiap untuk melakukan impor minyak mentah (crude) dan liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS).

Suara.com - Kesepakatan pemangkasan tarif impor produk Indonesia antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menjadi 19 persen ternyata membawa konsekuensi strategis yang luas bagi sektor energi nasional.

PT Pertamina (Persero) kini tengah bersiap untuk melakukan impor minyak mentah (crude) dan liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari hasil negosiasi tarif dagang antara pemerintah Indonesia dengan Negeri Paman Sam.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengungkapkan bahwa Pertamina telah mengambil langkah proaktif. Perusahaan energi pelat merah ini telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra di AS untuk pengadaan minyak mentah dan penambahan porsi LPG.

"Jadi kalau dari Pertamina nya sendiri, memang kita sudah melakukan kerja sama MoU, bersifat MoU, dengan beberapa mitra kami di Amerika Serikat," ujar Fadjar di Jakarta, dikutip Jumat (18/7/2025).

Fadjar membeberkan detail yang cukup mengejutkan terkait impor LPG. Saat ini, porsi impor LPG dari AS sudah mencapai 57 persen dari total kebutuhan Pertamina, dan tengah dijajaki untuk dapat dinaikkan lebih lanjut menjadi 60 persen. Meskipun demikian, dari segi volume dan nilai kontrak secara spesifik, Fadjar belum dapat membeberkannya.

"Jadi yang penting kita mendukung pemerintah, kita kontribusi Pertamina ke pemerintah yang melalui kerja sama itu," tambahnya, menegaskan peran Pertamina dalam mendukung kebijakan luar negeri dan ekonomi pemerintah.

Di sisi lain, rencana impor minyak mentah dari AS akan dilakukan secara bertahap. Fadjar menjelaskan bahwa realisasi impor ini sangat bergantung pada beberapa faktor krusial: kebutuhan dalam negeri, kesiapan kilang-kilang Pertamina untuk menampung, dan kapasitas fiskal negara.

"Masih terbuka sifatnya, jadi nanti akan terlihat kebutuhan, kemudian kapasitas fiskal kita juga, dan kesiapan kilang-kilang kita juga nanti untuk menampung. Tapi intinya peluangnya ada untuk peningkatan, mulai minyak mentah dan LPG," katanya, memberikan sinyal positif tentang diversifikasi sumber pasokan energi.

Untuk dapat melaksanakan rencana impor minyak dan LPG dari AS ini, Pertamina memerlukan payung hukum yang kuat dari pemerintah. Fadjar menegaskan bahwa dukungan regulasi sangat krusial untuk menjustifikasi dan memuluskan proses pengadaan dari AS.

"Nah, untuk melakukan itu kita perlu dukungan regulasi dari pemerintah, untuk menjustifikasi bahwa kita bisa melakukan pengadaan dari sana," tegas Fadjar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilat 17 Menit, Dampak Bertahun-tahun: Diplomasi Dagang Prabowo-Trump

Kilat 17 Menit, Dampak Bertahun-tahun: Diplomasi Dagang Prabowo-Trump

Your Say | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:11 WIB

Prabowo Bakal Hadir di Sidang Umum PBB September Mendatang

Prabowo Bakal Hadir di Sidang Umum PBB September Mendatang

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:08 WIB

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:06 WIB

Terkini

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB