Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IPOT Usung Model Ekonomi Kolaboratif untuk Masa Depan Investasi Indonesia

Iwan Supriyatna

Jum'at, 18 Juli 2025 | 15:27 WIB
IPOT Usung Model Ekonomi Kolaboratif untuk Masa Depan Investasi Indonesia
Indo Premier Sekuritas (IPOT) resmi bertransformasi dari sekadar platform transaksi jual-beli produk investasi menjadi Wealth Creation Platform.

Suara.com - Dunia investasi Indonesia kini memasuki babak baru. Indo Premier Sekuritas (IPOT) resmi bertransformasi dari sekadar platform transaksi jual-beli produk investasi menjadi Wealth Creation Platform pertama di Indonesia, yang memungkinkan investor individu, keluarga, komunitas, hingga advisor profesional menjalani perjalanan investasi secara kolaboratif, transparan, dan terstruktur.

Transformasi ini diumumkan dalam acara “A New Wealth Order” di NOYA X 80 PROOF, PIK 2, Jakarta, sebagai momentum peluncuran platform terbaru yang menyasar kebutuhan aktual para investor—baik pemula maupun berpengalaman—yang ingin berinvestasi tidak hanya sendiri, tetapi juga bersama orang-orang terdekat atau profesional terpercaya.

“Transformasi ini bukan sekadar soal kemudahan transaksi. Kami ingin menciptakan sistem yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan nyata para investor Indonesia," ujar Moleonoto The, Direktur Utama Indo Premier Sekuritas, Jumat (18/7/2025).

Selama dua dekade terakhir, IPOT dikenal sebagai pionir dalam digitalisasi pasar modal Indonesia. Namun, menurut Moleonoto, tantangan utama investor bukan hanya soal akses, melainkan soal bimbingan dan literasi yang tepat.

Mayoritas investor pemula merasa kebingungan saat memulai: produk apa yang dipilih, kapan membeli, bagaimana mengelola risiko, dan siapa yang bisa dipercaya untuk bertanya. Platform digital sejauh ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan itu secara sistemik.

Maka lahirlah solusi: IPOT Wealth Creation Platform, yang memungkinkan investor: Membuat multi-account sesuai tujuan dan profil risiko (misalnya: akun agresif untuk trading, akun konservatif untuk jangka panjang); Memberikan shared access secara aman ke akun tertentu—baik untuk anggota keluarga, teman, maupun profesional; Membangun investasi berbasis komunitas atau keluarga dengan transparansi dan manajemen risiko terpisah; dan Memberi akses bagi advisor profesional (dengan izin khusus) untuk membantu investor dalam mengambil keputusan atau bahkan melakukan transaksi.

“Kami ingin investor tak lagi sendirian. Dengan IPOT, investasi bisa dilakukan bersama orang yang dipercaya, sambil tetap menjaga kendali dan keamanan,” tambah Moleonoto.

IPOT menawarkan lebih dari sekadar tempat beli saham atau reksa dana. Platform ini membangun infrastruktur kolaboratif dan edukatif agar investor bisa tumbuh bersama:

Multi-Account System

baca juga

Investor bisa mengatur portofolio berbeda untuk berbagai strategi atau anggota keluarga, masing-masing dengan limit dan risiko tersendiri.

Shared Access Control

Akses akun bisa dibagikan dengan orang terdekat (teman, pasangan, anak, atau profesional) dengan kontrol penuh: hanya monitor atau sampai transaksi.

Role-based Collaboration

Seorang advisor atau teman yang berpengalaman bisa menjadi "mentor investasi" tanpa harus tahu password atau akses login utama.

Mendukung saham, ETF, reksa dana, obligasi, hingga Power Fund Series—all in one app dengan eksekusi real-time. IPOT juga menjawab kebutuhan investasi lintas generasi. Seorang orang tua bisa membuka akun edukatif untuk anak remaja mereka.

Meskipun sang anak belum bisa bertransaksi sendiri, mereka dapat belajar memantau pergerakan pasar dan memahami dunia investasi sejak dini—sebuah langkah strategis untuk membangun literasi finansial keluarga.

Contoh lain, seorang investor aktif bisa memberikan akses terbatas ke pasangan atau kolega untuk membantu memantau atau mengeksekusi portofolio tertentu saat ia sedang bepergian.

“Dengan fitur ini, kami mengubah wajah investasi dari yang eksklusif dan individualistis menjadi kolaboratif, edukatif, dan terjangkau bagi siapa pun,” tegas Moleonoto.

Melalui pendekatan ini, IPOT tidak hanya menawarkan teknologi, tapi membuka peluang partisipasi luas dalam pasar modal—tanpa memerlukan keahlian teknis mendalam.

Model IPOT mengadopsi prinsip ekonomi kolaboratif, layaknya Uber dan Airbnb, namun alih-alih kendaraan atau properti, IPOT mempertemukan dua jenis investor: yang butuh bimbingan dan yang siap membimbing, dalam satu ekosistem digital yang aman dan transparan.

Dengan tagline barunya “One Platform, Your Journey”, IPOT secara resmi mengukuhkan diri sebagai platform investasi kolaboratif pertama yang mendampingi perjalanan keuangan setiap individu, keluarga, komunitas, dan profesional.

“Kini saatnya kita tidak hanya berinvestasi untuk diri sendiri, tapi bersama—dan untuk masa depan yang lebih mapan,” tutup Moleonoto dalam sesi peluncuran resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Rekomendasi Aplikasi Nabung Emas, Fitur Lengkap dan Pencairan Mudah

7 Rekomendasi Aplikasi Nabung Emas, Fitur Lengkap dan Pencairan Mudah

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 08:23 WIB

Pemerintah Klaim Ada 2 Keuntungan Indonesia Pengenaan Tarif Trump 19 persen

Pemerintah Klaim Ada 2 Keuntungan Indonesia Pengenaan Tarif Trump 19 persen

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:31 WIB

Buka Peluang Investasi  Properti Mulai Rp50 Juta, BNI Gelar Lelang Aset Agunan

Buka Peluang Investasi Properti Mulai Rp50 Juta, BNI Gelar Lelang Aset Agunan

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 23:07 WIB

Terkini

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:23 WIB

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB