CDIA Meroket Tembus ARA, Harga Saham COIN Kena Suspensi Dadakan!

M Nurhadi

Selasa, 22 Juli 2025 | 10:34 WIB
CDIA Meroket Tembus ARA, Harga Saham COIN Kena Suspensi Dadakan!
Ilustrasi BEI [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjatuhkan suspensi terhadap saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Penghentian perdagangan ini berlaku mulai sesi I tanggal 22 Juli 2025 hingga pengumuman lebih lanjut. Keputusan ini diambil karena BEI menilai adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham COIN, dan ini merupakan bentuk perlindungan bagi investor.

“Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I tanggal 22 Juli 2025 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” demikian bunyi pengumuman resmi BEI.

Berdasarkan pengamatan Redaksi Suara.com pada Senin (21/7/2025) kemarin, saham COIN melonjak ARA (Auto Rejection Atas) 24,58% ke Rp735. Kenaikan ini membuat saham COIN terbang 635% dari harga IPO perdananya yang dicatatkan pada 9 Juli 2025. Saham ini sebelumnya juga sempat disuspensi sehari pada 17 Juli, dan kini kembali menghadapi suspensi.

Sementara itu, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) masih menunjukkan performa yang sangat panas. Saham CDIA kembali mencapai ARA 24,69% ke Rp1.515 pada awal sesi I perdagangan 22 Juli 2025, sekitar pukul 10.26 WIB. Berbeda dengan COIN, saham CDIA bebas dari suspensi dan terus melaju. Saham CDIA juga pertama kali dicatatkan pada 9 Juli 2025 dan hampir selalu mencapai ARA, kecuali pada 17 Juli karena sempat disuspensi. Dari harga IPO, saham ini kini telah terbang 697,36%.

Chandra Asri
Chandra Asri

Dikutip dari laman resmi BEI, suspensi saham adalah penghentian sementara perdagangan suatu saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketika saham disuspensi, saham tersebut tidak dapat dibeli atau dijual di pasar hingga otoritas bursa mencabut status suspend-nya. Kebijakan suspensi biasanya dikeluarkan oleh BEI untuk melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar. Status suspensi bisa berlaku untuk waktu singkat (harian) atau dalam jangka panjang, tergantung pada penyebabnya.

Ada beberapa penyebab umum yang dapat memicu suspensi saham, antara lain:

  1. Keterlambatan Laporan Keuangan: Jika emiten tidak menyampaikan laporan keuangan sesuai batas waktu yang ditentukan BEI, sahamnya dapat disuspensi sebagai sanksi administratif.
  2. Pergerakan Harga atau Volume yang Tidak Wajar (Unusual Market Activity/UMA): Apabila terjadi lonjakan harga atau volume transaksi yang mencurigakan, BEI dapat menghentikan sementara perdagangan saham tersebut untuk klarifikasi lebih lanjut dan melindungi investor dari potensi manipulasi.
  3. Permasalahan Hukum atau Internal Perusahaan: Kasus hukum, konflik kepemilikan, atau ketidakjelasan keberlangsungan usaha dapat menjadi alasan BEI melakukan suspensi sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.
  4. Corporate Action yang Tidak Sesuai Prosedur: Aksi korporasi seperti merger, akuisisi, atau right issue yang dilakukan tanpa transparansi atau prosedur yang benar dapat memicu suspensi.
  5. Indikasi Penipuan atau Fraud: Jika terdapat indikasi bahwa perusahaan melakukan manipulasi data, insider trading, atau pelanggaran prinsip keterbukaan informasi, BEI akan bertindak tegas melalui suspensi untuk menjaga integritas pasar.

Keputusan suspensi saham COIN ini menjadi pengingat bagi investor akan risiko investasi di pasar modal, terutama pada saham-saham yang menunjukkan volatilitas tinggi pasca-IPO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSPM FEB UI Selenggarakan Kursus Pasar Modal, Daftar Sekarang!

KSPM FEB UI Selenggarakan Kursus Pasar Modal, Daftar Sekarang!

Your Say | Selasa, 22 Juli 2025 | 10:16 WIB

Siapa Riza Chalid? Said Didu Sebut Kasir Penguasa dan Kesayangan Jokowi di Mega Korupsi Pertamina

Siapa Riza Chalid? Said Didu Sebut Kasir Penguasa dan Kesayangan Jokowi di Mega Korupsi Pertamina

News | Senin, 21 Juli 2025 | 22:14 WIB

COIN-CDIA Jadi Pendorong, IHSG Menguat Drastis Hari Ini

COIN-CDIA Jadi Pendorong, IHSG Menguat Drastis Hari Ini

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 17:07 WIB

Susul CDIA dan COIN, Ini 5 Perusahaan yang Akan IPO dalam Waktu Dekat

Susul CDIA dan COIN, Ini 5 Perusahaan yang Akan IPO dalam Waktu Dekat

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 13:15 WIB

Saham CDIA dan COIN Tidak Kena Suspend, Apa Alasannya?

Saham CDIA dan COIN Tidak Kena Suspend, Apa Alasannya?

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 12:03 WIB

Cara Beli Saham Online: Panduan 5 Langkah Mudah untuk Pemula

Cara Beli Saham Online: Panduan 5 Langkah Mudah untuk Pemula

Bisnis | Sabtu, 19 Juli 2025 | 18:04 WIB

Terkini

Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat

Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Suka Pakai Sweater Rajut? Coba 5 Trik Styling agar Tampilan Lebih Modern

Suka Pakai Sweater Rajut? Coba 5 Trik Styling agar Tampilan Lebih Modern

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:52 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Tiba-Tiba Muncul, Praktis tanpa Aplikasi

Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Tiba-Tiba Muncul, Praktis tanpa Aplikasi

Tekno | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:35 WIB

2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Hak Guru Terlambat Dibayar, Sampai Kapan Pendidikan Harus Menunggu?

Hak Guru Terlambat Dibayar, Sampai Kapan Pendidikan Harus Menunggu?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Teddy Tjahjono Harap Kehadiran MLSC Jakarta Jaya Percepat Perkembangan Sepak Bola Putri Ibu Kota

Teddy Tjahjono Harap Kehadiran MLSC Jakarta Jaya Percepat Perkembangan Sepak Bola Putri Ibu Kota

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Awas, Jangan Sepelekan! Ini 5 Ciri-Ciri ISPA pada Anak yang Sering Dikira Pilek Biasa

Awas, Jangan Sepelekan! Ini 5 Ciri-Ciri ISPA pada Anak yang Sering Dikira Pilek Biasa

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita

Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×