Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bukan Cuma Soal Uang, Ini Arti dan Cara Membuat Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan

Husna Rahmayunita, Dany Garjito

Senin, 21 Juli 2025 | 20:29 WIB
Bukan Cuma Soal Uang, Ini Arti dan Cara Membuat Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan
Ilustrasi keuangan (Unsplash/micheile dot com)

Suara.com - Banyak orang berpikir "perencanaan keuangan" adalah topik rumit yang hanya untuk orang kaya. Padahal, ini adalah peta jalan yang dibutuhkan semua orang untuk mencapai tujuan hidupnya. Mengatur keuangan (budgeting) adalah tentang mengelola arus kas bulanan, sedangkan perencanaan keuangan adalah tentang melihat gambaran besar dan jangka panjang.

Perencanaan keuangan adalah proses menetapkan tujuan hidup, lalu menyusun strategi untuk mencapainya. Ini bukan hanya soal angka, tapi tentang mewujudkan impian Anda.

Ilustrasi keuangan (pexels.com)
Ilustrasi keuangan (pexels.com)

Langkah-Langkah Membuat Perencanaan Keuangan Pribadi:

Evaluasi Kondisi Saat Ini (Financial Check-Up): Anda tidak bisa membuat peta jika tidak tahu titik awal Anda. Hitung total aset (tabungan, investasi, properti) dan total liabilitas (utang kartu kredit, cicilan). Selisihnya adalah kekayaan bersih (net worth) Anda. Ini adalah potret kesehatan keuangan Anda saat ini.

Tentukan Tujuan Keuangan dengan Metode SMART: Jangan hanya berkata "ingin kaya". Buat tujuan yang Specific (Spesifik), Measurable (Terukur), Achievable (Dapat Dicapai), Relevant (Relevan), dan Time-bound (Ada Batas Waktu).

Contoh buruk: "Ingin punya rumah."

Contoh baik: "Mengumpulkan dana DP rumah sebesar Rp150 juta dalam 5 tahun ke depan."

Buat Rencana Aksi (Action Plan): Setelah punya tujuan, bagaimana cara mencapainya? Rencana aksi berisi langkah-langkah konkret.

Contoh: Untuk mencapai DP Rp150 juta dalam 5 tahun (60 bulan), saya harus menabung/investasi Rp2,5 juta setiap bulan.

baca juga

Eksekusi dengan Disiplin: Rencana terbaik sekalipun tidak akan berguna jika tidak dieksekusi. Disiplin adalah kuncinya. Manfaatkan fitur autodebet untuk memastikan rencana Anda berjalan otomatis.

Monitoring dan Penyesuaian: Tinjau rencana Anda setidaknya setahun sekali atau ketika ada perubahan besar dalam hidup (menikah, naik gaji, punya anak). Perencanaan keuangan adalah dokumen hidup yang bisa disesuaikan.

Membuat perencanaan keuangan memberi Anda kendali dan tujuan yang jelas. Anda tidak lagi hanya "bertahan hidup" dari gaji ke gaji, tetapi secara aktif membangun masa depan yang Anda inginkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesuai Keputusan Menag, BCA Syariah Ditunjuk Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang

Sesuai Keputusan Menag, BCA Syariah Ditunjuk Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 10:55 WIB

Sri Mulyani Sebut Realisasi Transfer ke Daerah Sudah Tembus Rp400 Triliun

Sri Mulyani Sebut Realisasi Transfer ke Daerah Sudah Tembus Rp400 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 08:10 WIB

Menteri PU: Sampai Detik Ini Kami Surat Kami Belum Dibalas Sri Mulyani

Menteri PU: Sampai Detik Ini Kami Surat Kami Belum Dibalas Sri Mulyani

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 17:01 WIB

Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen

Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 15:42 WIB

Trump 'Getok' RI dengan Tarif 32%, Sri Mulyani: Negosiasi Belum Gagal

Trump 'Getok' RI dengan Tarif 32%, Sri Mulyani: Negosiasi Belum Gagal

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 15:26 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB