Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

IMF: Tarif Trump Buat Gejolak Ekonomi Dunia Lebih Panjang

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Kamis, 24 Juli 2025 | 16:52 WIB
IMF: Tarif Trump Buat Gejolak Ekonomi Dunia Lebih Panjang
Dana Moneter Internasional (IMF).

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut sebanyak 30 negara mengalami ketidakseimbangan pertumbuhan ekonomi yang terus bergejolak. Ketidakseimbangan ekonomi ini akan berlangsung lama.

Hingga ketidakpastian kebijakan fiskal yang berkelanjutan masih menekan perekonomian domestik negara. Serta, meningkatnya ketegangan perdagangan dapat memperburuk sentimen risiko global dan meningkatkan tekanan keuangan, yang merugikan negara-negara debitur maupun kreditur.

Laporan IMF tersebut menyoroti penerapan tarif impor yang lebih tinggi oleh Presiden AS Donald Trump terhadap hampir setiap mitra dagang. Keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki defisit perdagangan yang telah berlangsung lama.

"Eskalasi perang dagang lebih lanjut akan berdampak signifikan terhadap ekonomi makro,"tulis laporan dikutip Reuters, Kamis (24/7/2025),

Dia mencatat bahwa tarif yang lebih tinggi akan mengurangi permintaan global dalam jangka pendek dan menambah tekanan inflasi melalui kenaikan harga impor. Meningkatnya ketegangan geopolitik juga dapat memicu pergeseran dalam sistem moneter internasional (IMS), yang pada gilirannya dapat merusak stabilitas keuangan.

Berdasarkan data tahun 2024, menunjukkan pelebaran saldo neraca berjalan global sebagian besar disebabkan oleh peningkatan saldo berlebih di tiga negara. Ketiga negara ini memiliki ekonomi terbesar di dunia yaknu Amerika Serikat, Tiongkok, dan kawasan Eropa.

Hal itu terlihat dari, defisit di Amerika Serikat melebar sebesar 228 miliar dolar AS menjadi 1,13 triliun dolar AS atau 1% dari produk domestik bruto (PDB) global. Sedangkan, surplus Tiongkok meningkat sebesar 161 miliar dolar AS menjadi 424 miliar dolar AS. Lalu surplus euro meningkat sebesar 198 miliar dolar AS menjadi 461 miliar dolar AS.

Sementara itu, Kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan surplus atau defisit yang berlebihan berasal dari domestik distorsi, seperti kebijakan fiskal yang terlalu longgar di negara-negara defisit dan jaring pengaman yang tidak memadai yang menyebabkan tabungan pencegahan yang berlebihan di negara-negara surplus.

Perubahan yang ditujukan pada pendorong domestik ini—bukan tarif—diperlukan, ujarnya. Artinya, Tiongkok harus fokus pada peningkatan konsumsi, Eropa harus meningkatkan belanja infrastruktur, dan AS perlu mengurangi defisit publik yang besar serta mengendalikan belanja fiskal.

baca juga

Laporan tersebut didasarkan pada data yang dikumpulkan sebelum pengesahan RUU pemotongan pajak dan belanja besar-besaran, yang menurut Kantor Anggaran Kongres pada hari Senin akan menambah defisit AS sebesar 3,4 triliun dolar AS selama 10 tahun, yang menyebabkan tekanan lebih lanjut.

Untuk itu, IMF memperingatkan bahwa tarif bukanlah solusi dalam menangani krisis ekonomi di Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Huru-hara Global Bikin Ekonomi RI Suram

Huru-hara Global Bikin Ekonomi RI Suram

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 16:24 WIB

BRI Perkuat UMKM Lewat Penyaluran KUR Rp83,88 Triliun

BRI Perkuat UMKM Lewat Penyaluran KUR Rp83,88 Triliun

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 12:02 WIB

Ekonomi Pancasila Vs Kapitalis: Mana yang Lebih Baik? Kasus Tom Lembong Buka Tabir Perbedaan

Ekonomi Pancasila Vs Kapitalis: Mana yang Lebih Baik? Kasus Tom Lembong Buka Tabir Perbedaan

Video | Kamis, 24 Juli 2025 | 12:05 WIB

Terkini

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:57 WIB

PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor

PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:56 WIB

Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:55 WIB

Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme

Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:55 WIB

DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat

DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:54 WIB

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:53 WIB

Jurnalis-Masyarakat Sipil di Medan Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng

Jurnalis-Masyarakat Sipil di Medan Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng

Sumut | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:52 WIB

Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan

Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:50 WIB

Bakal Ada Reshuffle Kabinet Agustus 2026? Mensesneg Beri Bocoran soal Pengisian Kursi Kosong

Bakal Ada Reshuffle Kabinet Agustus 2026? Mensesneg Beri Bocoran soal Pengisian Kursi Kosong

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:50 WIB

Rencana Pesta Buyar! Polres Jombang Sapu Bersih Sabu dan Miras Ilegal

Rencana Pesta Buyar! Polres Jombang Sapu Bersih Sabu dan Miras Ilegal

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:49 WIB

×