Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

PTPN I Proyeksi Tanam 50 Ribu Hektare Tanaman Kelapa

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:01 WIB
PTPN I Proyeksi Tanam 50 Ribu Hektare Tanaman Kelapa
Ilustrasi Kelapa. (Pixabay/nipananlifestyle)

Suara.com - Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, PTPN I berencana mengembangkan komoditas kelapa dengan proyeksi mencapai 50 ribu hektare.

Komoditas baru pada Subholding Supporting Co PTPN Group ini akan memanfaatkan lahan cadangan milik PTPN I.

Lahan tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Aksi tanam pohon kelapa ini dirancang sebagai program jangka menengah yang akan dimulai September 2025.

Proyeksi ini disampaikan Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Jumat (25/7/25). Ia mengatakan, Program Ketahanan Pangan Nasional yang digelorakan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya soal beras, minyak goreng, dan gula putih, tetapi beberapa bahan pangan pendukung lainnya yang juga perlu untuk diakselerasi.

"Mungkin ada yang beranggapan, kedaulatan pangan itu hanya berfokus pada beras, minyak goreng, dan gula putih saja. Padahal, ada juga bahan pangan pendukung lainnya yang perlu untuk diciptakan ekosistemnya, termasuk hilirisasi komoditas kelapa sehingga stok bahan pangan tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dengan harga yang stabil. Itulah mengapa kami mengambil prakarsa untuk mengembangkan komoditas kelapa. Sebab, kita tahu ketergantungan konsumsi kita terhadap kelapa cukup tinggi," kata Teddy.

Teddy juga menjelaskan, kuliner khas Nusantara cenderung menyukai makanan dengan cita rasa gurih yang diperoleh dari bahan kelapa.

Ia menyebut makanan khas Padang yang sangat terkenal di seluruh pelosok, bahkan di luar negeri, dengan dominan menggunakan bumbu santan kelapa.

Demikian juga masakan khas daaerah lainnya dan aneka penganan lain. Fakta itu menjawab tentang permintaan kelapa yang tinggi.

Sementara, pengelolaan dan pengembangan kebun kelapa rakyat belum sepenuhnya berjalan dengan baik dalam memenuhi kebutuhan.

"Secara kasat mata, kita bisa lihat di masyarakat betapa permintaan bahan kelapa cukup tinggi. Misalnya kuliner Nusantara yang identik dengan cita rasa bumbu santan kelapa dalam olahan makanan, seperti makanan Padang atau makanan khas daerah lainnya. Karena itu, PTPN I melihat peluang usaha yang prospek terhadap komoditas kelapa ini, sekaligus mendukung program ketahanan pangan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tambah Teddy.

Meskipun demikian, rencana pengembangan komoditas kelapa PTPN I ini memerlukan kajian secara komprehensif.

Teddy menyampaikan, program pengembangan komoditas kelapa telah dirancang dan dikerjakan oleh Divisi Teknis Terkait PTPN I serta menggandeng lembaga riset independen, baik dalam kajian studi kalayakan sampai teknis budi daya yang mutakhir.

"Proyeksi pengembangan komoditas kelapa ini akan dikaji secara komprehensif sehingga target dan tujuan program ini tepat sasaran, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha PTPN I. Untuk mendukung kajian tersebut, kami akan menggandeng lembaga riset independen," tutup Teddy.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menegaskan, rencana pengembangan komoditas kelapa pada lahan cadangan PTPN I akan melalui proses kajian yang komprehensif, sehingga memenuhi aspek-aspek lingkungan, sosial kemasyarakatan, dan kepatuhan terhadap regulasi (ESG, Environmental, Social, and Governance).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif

Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:19 WIB

PTPN I Tunjukkan Strategi SDM sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

PTPN I Tunjukkan Strategi SDM sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Minggu, 13 Juli 2025 | 11:30 WIB

Dikeluhkan Warga, Pramono Minta Air PAM di Pulau Kelapa Dibenahi: Sebenarnya Simpel, tapi...

Dikeluhkan Warga, Pramono Minta Air PAM di Pulau Kelapa Dibenahi: Sebenarnya Simpel, tapi...

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 14:18 WIB

Terkini

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:42 WIB

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB