Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 17 Juli 2025 | 16:19 WIB
Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ada peluang emas untuk ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) ke Amerika Serikat pasca putusan tarif perdagangan dengan AS. Foto-Fadil Suara.com

Suara.com - Kesepakatan dagang penurunan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Donald Trump sebesar 19 persen bisa menjadi peluang ekspor Indonesia.

Peluang ini kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah untuk ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) ke Amerika Serikat. Ini adalah kabar baik, mengingat CPO Indonesia kerap menghadapi berbagai hambatan di pasar internasional.

"Ada celah di sana yaitu CPO (crude palm oil). Pesaing kita cuma Malaysia," kata Amran usai menghadiri Kagama Leaders Forum di Gedung RRI, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia mendapatkan jatah resiprokal yang lebih ringan, yakni hanya 19 persen, dibandingkan dengan Malaysia yang saat ini kebagian 24 persen. Selisih tarif 5 persen ini tentu menjadi keunggulan kompetitif bagi CPO Indonesia di pasar AS, membuka peluang penetrasi pasar yang lebih besar dan berpotensi mendongkrak nilai ekspor komoditas andalan nasional tersebut.

Selain itu dengan adanya kesepakatan dagang ini pemerintah juga berencana untuk mengimpor produk pertanian Amerika Serikat, salah satunya adalah gandum dan Jagung.

"Gandum itu yang paling besar," kata Amran.

Amran menegaskan komoditas ini akan menjadi porsi signifikan dalam skema reciprocal arrangement atau saling menguntungkan.

Keputusan untuk mengimpor gandum ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang program ketahanan pangan dalam negeri. Namun, Amran menegaskan bahwa rencana ini tidak berseberangan dengan upaya Indonesia memperkuat ketahanan pangan.

Menurutnya, impor komoditas pangan selalu didasarkan pada rekomendasi Kementerian Pertanian.

"Kalau kita cukup, kan tidak impor," ujar Amran, memberikan jaminan bahwa impor hanya akan dilakukan jika kebutuhan dalam negeri memang belum terpenuhi, bukan untuk mengganggu produksi lokal. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran sebagian pihak bahwa impor gandum akan memukul petani lokal.

Sebelumnya Amerika Serikat dan Indonesia dilaporkan telah mencapai kesepakatan perdagangan baru setelah pembicaraan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Pengumuman ini disampaikan oleh Trump pada Selasa, (15/7/2025) melalui platform Truth Social miliknya.

Menurut Trump, yang dikutip dari CNN Business pada Rabu, 16 Juli 2025, kesepakatan tersebut mencakup penghapusan tarif oleh Indonesia terhadap ekspor dari AS alias 100 persen . Sebaliknya, AS akan menurunkan tarif impor dari Indonesia menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen .

Trump juga mengklaim bahwa kesepakatan ini telah "diselesaikan." Namun, hingga Selasa sore, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan atau pengumuman resmi terkait kesepakatan tersebut.

Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump merinci beberapa komitmen penting dari pihak Indonesia, yaitu:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI 'Kena Pajak' 19% oleh AS! Trump Ungkap Kesepakatan Dagang dengan Prabowo soal Tembaga?

RI 'Kena Pajak' 19% oleh AS! Trump Ungkap Kesepakatan Dagang dengan Prabowo soal Tembaga?

Video | Kamis, 17 Juli 2025 | 15:00 WIB

Tarif Trump 19 Persen, Mendag Susun Daftar 10 Produk Prioritas untuk Gebrak Pasar AS

Tarif Trump 19 Persen, Mendag Susun Daftar 10 Produk Prioritas untuk Gebrak Pasar AS

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 15:14 WIB

Dapat Diskon Tarif Tapi Wajib Beli 50 Pesawat AS, Ini Penjelasan Prabowo

Dapat Diskon Tarif Tapi Wajib Beli 50 Pesawat AS, Ini Penjelasan Prabowo

Video | Kamis, 17 Juli 2025 | 14:15 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB