Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:21 WIB
Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!
Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang biasanya penuh senyum saat mengumumkan kabar baik ekonomi, justru tampil berbeda.

Suara.com - Sebuah kabar menggembirakan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 mencapai angka impresif 5,12 persen secara tahunan.

Angka ini seolah menjadi oase di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, di balik angka optimisme itu, ada sebuah pemandangan ganjil yang memicu tanda tanya besar.

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang biasanya penuh senyum saat mengumumkan kabar baik ekonomi, justru tampil berbeda.

Wajahnya terlihat datar, bahkan cenderung menunduk, seolah tak ada sedikit pun kegembiraan yang terpancar. Gestur ini sangat kontras dengan pencapaian pertumbuhan di atas 5 persen yang biasanya disambut dengan penuh suka cita.

Sepanjang konferensi pers, Sri Mulyani tampak sibuk membaca berkas dan jarang sekali menatap ke arah kamera atau para wartawan. Ia berbicara dengan nada yang sangat normatif, jauh dari antusiasme seorang menteri yang sedang merayakan sebuah capaian penting. Gestur ini tentu saja memicu spekulasi dan pertanyaan besar: Ada apa dengan angka pertumbuhan 5,12 persen ini?

Biasanya, para pejabat tinggi ekonomi akan berlomba-lomba memaparkan detail dan optimisme. Namun kali ini, Menkeu hanya menjelaskan secara datar.

"Ini merupakan pertumbuhan... yang meskipun dalam situasi dinamika global yang masih memunculkan ketidakpastian. Dukungan utama dari konsumsi, aktivitas investasi serta ekspor," ujar Sri Mulyani, tanpa menunjukkan ekspresi bangga.

Dalam penjelasannya, Sri Mulyani memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi, investasi, dan ekspor. Ia juga menyebut aktivitas dunia usaha di sektor manufaktur, perdagangan, transportasi, serta akomodasi makan dan minum menunjukkan ekspansi yang baik.

Ia menekankan peran krusial Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai 'jurus' pemerintah. "Pemerintah akan mengoptimalkan peranan APBN untuk terus mendukung perekonomian melalui fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. APBN terus diandalkan untuk melakukan counter-cyclical terutama dalam jangka pendek untuk membuat optimisme," tegasnya.

baca juga

Menkeu juga menyoroti peran stimulus insentif pemerintah, khususnya diskon tarif PPN untuk transportasi saat libur Lebaran dan libur sekolah. Ia mengklaim kebijakan ini memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga daya beli masyarakat. "Tarif transportasi yang didiskon melalui PPN-nya yang diturunkan sehingga hari libur mampu menstimulus perekonomian dengan support APBN," pungkasnya.

Meskipun penjelasan Sri Mulyani terdengar lugas dan terstruktur, misteri di balik raut wajahnya yang 'datar' tetap menjadi pertanyaan. Apakah ada data lain yang tidak terlihat di permukaan, ataukah ada kekhawatiran tersembunyi yang membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya bersuka cita atas capaian pertumbuhan 5,12 persen ini? Publik menanti jawaban di balik ekspresi sang menteri.

Sebelumnya,

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025) mengatakan angka pertumbuhan ini melampaui ekspektasi banyak pihak dan menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih sangat kokoh.

"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.947 triliun. Atas dasar harga konstan sebesar Rp3.396,3 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 bila dibandingkan dengan triwulan II 2024 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,12%," kata Edy.

Tak hanya itu, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Edy Mahmud mencatat, jika dibandingkan kuartal I 2025 (quarter-to-quarter), pertumbuhan ekonomi melonjak sebesar 4,04 persen.

Angka ini mengindikasikan adanya momentum akselerasi ekonomi yang sangat positif. Setelah sempat melambat di beberapa kuartal sebelumnya, pertumbuhan 5,12% ini bisa jadi menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir. Hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menstimulus perekonomian, serta ketahanan sektor-sektor kunci dari guncangan eksternal.

Meskipun BPS belum merilis data perinci mengenai sektor-sektor mana saja yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, dapat diprediksi bahwa sektor konsumsi domestik dan investasi memiliki peran krusial.

Momentum libur Lebaran dan berbagai program pemerintah yang berfokus pada peningkatan daya beli masyarakat kemungkinan besar menjadi salah satu faktor penentu. Selain itu, investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, juga diyakini terus mengalir, seiring dengan sentimen positif terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Lagi Video Sri Mulyani Soal Manfaat Dana Pajak, Netizen: Tidak Sesuai Realita

Viral Lagi Video Sri Mulyani Soal Manfaat Dana Pajak, Netizen: Tidak Sesuai Realita

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:56 WIB

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:18 WIB

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB