Wapres Gibran Mau Usulkan Investasi Bitcoin Rp 300 Triliun? Ini Risiko dan Proyeksinya

M Nurhadi

Kamis, 07 Agustus 2025 | 06:38 WIB
Wapres Gibran Mau Usulkan Investasi Bitcoin Rp 300 Triliun? Ini Risiko dan Proyeksinya
Bitcoin Indonesia di Istana Wakil Presiden [Bitcoin Indonesia via X]

Suara.com - Isu terkait langkah strategis pemerintah dalam menghadapi era ekonomi digital semakin santer terdengar. Melalui pertemuan yang diinisiasi oleh Kantor Wakil Presiden, pemerintah kabarnya sedang menjajaki kemungkinan untuk menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan negara.

Dalam pertemuan dengan komunitas Bitcoin Indonesia, terungkap wacana alokasi dana hingga Rp300 triliun oleh BPI Danantara ke aset kripto. Langkah ambisius ini dianggap sebagai strategi cerdas untuk mendiversifikasi aset, melindungi nilai rupiah dari inflasi, dan memperkuat ekonomi digital nasional.

Pernyataan dari komunitas Bitcoin Indonesia di media sosial X pada Selasa (5/8/2025) menegaskan bahwa mereka diundang langsung ke kantor Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mempresentasikan bagaimana Bitcoin bisa memberikan manfaat bagi negara. Salah satu topik utama yang dibahas adalah potensi penggunaan mining Bitcoin sebagai strategi cadangan nasional, sebuah pendekatan yang telah diterapkan oleh negara-negara seperti El Salvador dan Bhutan.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya regulasi yang ketat sebelum wacana ini dapat terwujud. Aturan yang jelas dan komprehensif diperlukan untuk memastikan keamanan dan stabilitas sistem keuangan nasional. Keberanian Indonesia ini berpotensi menjadi momen bersejarah, menempatkan negara ini sebagai salah satu yang pertama mengadopsi Bitcoin sebagai cadangan negara secara resmi. 

Saat ini, Bitcoin sudah merevolusi sistem keuangan global. Namun, seiring pertumbuhannya yang eksponensial, muncul pula berbagai risiko sistemik, struktural, dan spekulatif yang dapat dijelaskan melalui pendekatan teori ekonomi dan pendapat dari para pakar kebijakan moneter dan keuangan digital.

Menurut teori pasar efisien (Efficient Market Hypothesis, Fama 1970), harga aset mencerminkan semua informasi yang tersedia. Namun, Bitcoin justru menunjukkan anomali dari teori ini. Volatilitas ekstrem pada harga Bitcoin, dengan fluktuasi yang dapat mencapai puluhan persen dalam hitungan hari, yang mengindikasikan bahwa pasar kripto belum efisien dan masih sangat terpengaruh oleh sentimen investor, spekulasi, dan berita global.

Harga BTC pada Kamis (7/8/2025) pagi
Harga BTC pada Kamis (7/8/2025) pagi

Nouriel Roubini, ekonom Universitas New York, menyebut Bitcoin sebagai “bukan mata uang, melainkan skema spekulatif.” Menurutnya, ketiadaan nilai intrinsik dan dukungan negara menyebabkan Bitcoin tidak stabil sebagai alat tukar dan penyimpan nilai (store of value).

Selain itu, dalam teori ekonomi kelembagaan (Institutional Economics – North, 1990), keberlangsungan sistem ekonomi ditopang oleh institusi dan regulasi yang stabil. Namun, Bitcoin beroperasi di luar kendali otoritas moneter seperti bank sentral. Ketika negara-negara seperti China melarang transaksi kripto, atau saat Amerika Serikat memperketat pengawasan terhadap Binance dan Coinbase, maka pasar Bitcoin mengalami tekanan besar.

Ketidakpastian kebijakan ini menyebabkan investor menghadapi risiko hukum dan regulasi yang fluktuatif antar yurisdiksi, yang dalam jangka panjang dapat menghambat adopsi luas.

baca juga

Meskipun blockchain digadang sebagai teknologi yang aman, pengguna Bitcoin tetap rentan terhadap peretasan dompet digital, kesalahan pribadi (human error), serta kerentanan platform pertukaran (exchange). Kasus Mt. Gox (2014) dan FTX (2022) menunjukkan bagaimana miliaran dolar dana investor bisa lenyap akibat buruknya manajemen dan pengawasan.

Dalam pendekatan ekonomi politik, Bitcoin kerap digambarkan sebagai alat demokratisasi keuangan. Namun kenyataannya, laporan dari National Bureau of Economic Research (2021) mengungkap bahwa sekitar 0,01% pemegang akun Bitcoin menguasai 27% dari seluruh pasokan Bitcoin, menciptakan risiko konsentrasi kekuasaan ekonomi.

Fenomena ini bertentangan dengan semangat desentralisasi dan bisa memicu ketimpangan akses terhadap keuntungan finansial, mirip dengan struktur oligopoli dalam pasar tradisional.

Terkait isu lingkungan, komunitas Bitcoin Indonesia mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, seperti panas bumi dan tenaga air, untuk mendukung operasional mining Bitcoin. 

Analisis Harga Bitcoin: Menuju Fase Koreksi atau Reli?

Di tengah wacana ambisius ini, harga Bitcoin terus menjadi sorotan. Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di kisaran Rp1,8 miliar atau $114.952. Namun, pergerakan harga Bitcoin sedang berada di persimpangan dua skenario berlawanan, yang dipengaruhi oleh indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI).

Menurut analis Ali, yang dikutip via Beincrypto, RSI mingguan Bitcoin baru saja turun di bawah rata-rata bergerak sederhana (SMA) periode 14. Jika sejarah berulang, Bitcoin bisa mengalami koreksi antara 20% hingga 30%, berpotensi turun ke $95.000. Analisis ini sejalan dengan prediksi analis Arthur Hayes yang memperkirakan koreksi tajam di pasar kripto.

Namun, dari sudut pandang yang berbeda, analis Sykodelic dan Caleb Franzen melihat adanya tanda-tanda positif. Pada grafik harian, RSI Bitcoin berada di level yang mirip dengan titik terendah sebelumnya, menunjukkan melemahnya tekanan jual jangka pendek. Caleb Franzen juga menyoroti adanya divergensi bullish pada RSI, di mana harga membuat titik terendah yang lebih rendah tetapi RSI tidak mengikutinya. Skenario ini bisa membuka jalan untuk reli kembali ke $119.000.

Saat ini, zona support $112.600 dianggap sebagai level krusial untuk mempertahankan pandangan bullish. Jika harga berhasil bertahan di area ini, kemungkinan besar Bitcoin akan memantul kembali menuju zona $119.000. Konfirmasi lebih lanjut dari volume dan pergerakan moving averages akan sangat penting untuk mengurangi risiko sinyal palsu.


Disclaimer: Seluruh informasi di atas bersifat informatif dan tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Pimpin Langsung Sidang Kabinet, Evaluasi 10 Bulan Pemerintahan

Prabowo Pimpin Langsung Sidang Kabinet, Evaluasi 10 Bulan Pemerintahan

Foto | Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:06 WIB

Altcoin Gagal Reli di Tengah Penurunan Bitcoin, Pengamat Minta Investor Waspada

Altcoin Gagal Reli di Tengah Penurunan Bitcoin, Pengamat Minta Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:26 WIB

Gibran Huzaifah Lulusan Apa? Kini Ditahan Polisi karena Kasus Penggelapan Dana

Gibran Huzaifah Lulusan Apa? Kini Ditahan Polisi karena Kasus Penggelapan Dana

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 22:39 WIB

Gibran, Bos eFishery Dipenjara, Nasib Ribuan Petambak Kini di Ujung Tanduk?

Gibran, Bos eFishery Dipenjara, Nasib Ribuan Petambak Kini di Ujung Tanduk?

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 22:01 WIB

Jejak Ironis Gibran Huzaifah, Ikon Startup yang Tersandung Skandal Miliaran

Jejak Ironis Gibran Huzaifah, Ikon Startup yang Tersandung Skandal Miliaran

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:01 WIB

Gibran Bukan 'Anak Emas', Jokowi Siapkan Kaesang di Pilpres 2034, Disarankan Kejar Ijazah S2

Gibran Bukan 'Anak Emas', Jokowi Siapkan Kaesang di Pilpres 2034, Disarankan Kejar Ijazah S2

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:40 WIB

Terkini

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:42 WIB

Persija Klarifikasi Laporan APPI Soal Pembayaran Pemain yang Sempat Tertunggak

Persija Klarifikasi Laporan APPI Soal Pembayaran Pemain yang Sempat Tertunggak

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 11:37 WIB

Batik Tulis Jadi Statement Fashion Pria Modern Lewat Koleksi Terbaru Mahavira

Batik Tulis Jadi Statement Fashion Pria Modern Lewat Koleksi Terbaru Mahavira

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:25 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Lewat SIMKAH?

Bagaimana Cara Daftar Nikah Lewat SIMKAH?

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:25 WIB

Perbandingan Honda Jazz RS Bekas vs Toyota Yaris Bakpao: Cek Harga Seken, BBM, dan Penyakit Khasnya

Perbandingan Honda Jazz RS Bekas vs Toyota Yaris Bakpao: Cek Harga Seken, BBM, dan Penyakit Khasnya

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 11:23 WIB

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:22 WIB

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:10 WIB

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 11:09 WIB

×