Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Gaduh Data Ekonomi RI Hingga PBB Diminta Lakukan Investigasi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 09:52 WIB
Gaduh Data Ekonomi RI Hingga PBB Diminta Lakukan Investigasi
Center of Economic and Law Studies (CELIOS) secara resmi telah mengirimkan surat permintaan investigasi kepada Badan Statistik PBB (United Nations Statistics Division/UNSD) dan United Nations Statistical Commission.

Suara.com - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) secara resmi telah mengirimkan surat permintaan investigasi kepada Badan Statistik PBB (United Nations Statistics Division/UNSD) dan United Nations Statistical Commission.

Hal ini terjadi usai Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2025 sebesar 5,12% yang dinilai banyak ekonom tak masuk akal.

Langkah drastis ini diambil karena CELIOS menilai data pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% (y-o-y) memiliki indikasi perbedaan yang mencolok dengan kondisi riil di lapangan. Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menegaskan bahwa ini dilakukan demi menjaga kredibilitas data BPS yang selama ini menjadi rujukan penting.

"Surat yang dikirimkan ke PBB memuat permintaan untuk meninjau ulang data pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2025 yang sebesar 5,12% year-on-year," kata Bhima dalam keterangan tertulis, Jumat (8/8/2025).

Anomali Data yang Mencurigakan: Manufaktur dan PHK Massal
CELIOS menyoroti beberapa anomali yang dianggap janggal. Salah satunya adalah data pertumbuhan sektor industri pengolahan yang mencapai 5,68% y-o-y. Menurut Bhima, angka ini kontras dengan Indeks Manufaktur (Purchasing Managers' Index/PMI) pada periode yang sama yang justru tercatat kontraksi.

Bhima juga menyoroti fenomena deindustrialisasi prematur, di mana porsi manufaktur terhadap PDB justru menurun. "Data PHK massal terus meningkat, dan industri padat karya terpukul oleh naiknya berbagai beban biaya. Jadi apa dasarnya industri manufaktur bisa tumbuh 5,68% yoy?" ujarnya mempertanyakan.

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menambah daftar kejanggalan. Ia merasa aneh karena pertumbuhan di triwulan II, yang minim momen libur besar, justru lebih tinggi (5,12%) dibanding triwulan I yang memiliki momen Ramadhan dan Idul Fitri (4,87%). "Indeks keyakinan konsumen (IKK) juga melemah dari Maret 2025 sebesar 121,1 turun menjadi 117,8 (Juni 2025)," tambahnya.

Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS, Media Wahyudi Askar, menekankan bahwa jika ada intervensi dalam penyusunan data, hal itu bertentangan dengan Prinsip Dasar Statistik Resmi PBB.

"Data yang kredibel bukan hanya persoalan teknis, tetapi berdampak langsung terhadap kredibilitas internasional Indonesia, dan kesejahteraan rakyat," kata Media. Menurutnya, data ekonomi yang dilebih-lebihkan dapat menyesatkan pengambilan kebijakan. Pemerintah bisa keliru menunda stimulus karena menganggap ekonomi baik-baik saja, padahal di lapangan sebaliknya.

CELIOS berharap PBB akan melakukan investigasi teknis atas metode penghitungan PDB Indonesia dan mendorong reformasi transparansi di BPS. "Keinginan masyarakat itu sederhana, agar pemerintah Indonesia menghitung pertumbuhan ekonomi dengan standar SDDS Plus sehingga datanya dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Media.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Sudewo, Bupati Pati yang Sempat Viral karena Naikkan PBB 250 Persen

Profil Sudewo, Bupati Pati yang Sempat Viral karena Naikkan PBB 250 Persen

Video | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 06:00 WIB

Akibat Polemik Kenaikan PBB Bupati Pati, Mendagri Warning Kepala Daerah Lain

Akibat Polemik Kenaikan PBB Bupati Pati, Mendagri Warning Kepala Daerah Lain

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 19:55 WIB

Sri Mulyani Buka Opsi Gaji Guru Tak Ditanggung Negara, Ekonom: Pernyataan Tak Bermoral

Sri Mulyani Buka Opsi Gaji Guru Tak Ditanggung Negara, Ekonom: Pernyataan Tak Bermoral

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:45 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB